Staf Trump Mulai Mundur Satu per Satu Jelang Pemilu Sela, Apa yang Terjadi?

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AS Donald Trump (Alex WROBLEWSKI/AFP via Getty Images)

Presiden AS Donald Trump (Alex WROBLEWSKI/AFP via Getty Images)

Washington DC, APGtimes.com – Sejumlah pejabat senior Gedung Putih mulai meninggalkan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjelang pemilu sela 2026.
Pergantian tersebut terjadi ketika Trump memasuki paruh kedua masa jabatannya dan menghadapi potensi perubahan peta kekuasaan di Kongres.

Salah satu pejabat yang akan pergi ialah James Braid, Direktur Urusan Legislatif Gedung Putih. Braid bertugas menjadi penghubung utama Trump dengan Kongres dan akan meninggalkan jabatannya pada September 2026.

Sebelumnya, Karoline Leavitt juga mengakhiri tugasnya sebagai sekretaris pers Gedung Putih. Leavitt menyampaikan keputusan tersebut setelah lebih dari 19 bulan menjalankan peran sebagai juru bicara utama pemerintahan Trump. Ia memilih mundur untuk lebih fokus pada keluarganya.

Sejumlah pejabat senior ikut pergi

Braid dan Leavitt bukan satu-satunya pejabat yang meninggalkan pemerintahan Trump. Sejumlah posisi senior lainnya juga mengalami pergantian dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi tersebut menarik perhatian karena Trump selama ini mengandalkan sejumlah pembantu dekat yang memiliki hubungan kuat dan loyal kepadanya.

Baca Juga :  Selat Hormuz Sempat Ditutup, Pemerintah Iran Langsung Bantah Ancaman IRGC

Pergantian pejabat juga berlangsung menjelang pemilu sela yang akan menentukan komposisi DPR dan Senat AS.

Jika Partai Republik kehilangan kendali atas salah satu atau kedua kamar Kongres, pemerintahan Trump berpotensi menghadapi tekanan politik yang lebih besar. Kongres dapat memperketat pengawasan dan membuka lebih banyak penyelidikan terhadap kebijakan pemerintah.

Pemilu sela jadi faktor penting

Sejumlah sumber politik menilai sebagian pejabat mungkin mulai mempertimbangkan masa depan mereka setelah pemilu sela.

Selama Partai Republik masih menguasai Kongres, para pejabat pemerintahan Trump masih memiliki jaringan politik yang kuat di Washington. Namun, situasi itu bisa berubah jika Demokrat berhasil merebut mayoritas.

Karena itu, sebagian pejabat yang ingin beralih ke sektor swasta dinilai memiliki alasan untuk mengambil langkah lebih awal.

Bagi Braid, kepergiannya juga terjadi pada waktu yang cukup penting. Ia menangani hubungan Gedung Putih dengan Kongres ketika agenda legislatif memasuki periode yang padat sebelum pemilu November.

Baca Juga :  Trump Klaim “Mission Accomplished” di Iran, Tapi Tujuan Perang AS Dipertanyakan

Trump sendiri memberikan apresiasi kepada Braid atas perannya dalam membantu pemerintahan mengawal sejumlah agenda di Kongres.

Gedung Putih menghadapi tantangan baru

Gelombang pergantian staf belum tentu menunjukkan keretakan di dalam pemerintahan Trump. Sebab, pergantian pejabat menjelang pemilu sela merupakan hal yang kerap terjadi dalam politik Amerika Serikat.

Namun, banyaknya pejabat senior yang pergi dalam waktu berdekatan membuat perhatian tertuju pada kondisi internal Gedung Putih.

Selain itu, Trump harus memastikan posisi-posisi strategis segera terisi agar pemerintahan tetap berjalan efektif ketika persaingan politik menuju pemilu sela semakin panas.

Dengan pemilu sela yang semakin dekat, perubahan komposisi staf Gedung Putih kini menjadi salah satu sorotan di Washington.

Hasil pemilu nantinya tidak hanya menentukan masa depan Partai Republik di Kongres, tetapi juga dapat memengaruhi ruang gerak pemerintahan Trump hingga akhir masa jabatannya. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 165 Orang, Hampir 1.500 Masih Hilang
Trump Klaim “Mission Accomplished” di Iran, Tapi Tujuan Perang AS Dipertanyakan
Iran Terancam Krisis, Harga BBM Bisa Naik hingga Rp 11.000 per Liter
4,3 Juta Mobil Listrik di China Direcall, Gagang Pintu Jadi Masalah
Sebelum Israel Serang Suriah, Kepala Mossad Telepon Menlu Bahas Turkiye
29 Negara Bagian AS Gugat Meta, Facebook dan Instagram Disorot soal Anak
Korea Utara Murka, Kecam Latihan Militer AS-Korea Selatan
Iran Bersiap Perang Lebih Besar, Selat Hormuz Makin Tegang dan Jalur Kapal Terancam
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Staf Trump Mulai Mundur Satu per Satu Jelang Pemilu Sela, Apa yang Terjadi?

Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 165 Orang, Hampir 1.500 Masih Hilang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Trump Klaim “Mission Accomplished” di Iran, Tapi Tujuan Perang AS Dipertanyakan

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Iran Terancam Krisis, Harga BBM Bisa Naik hingga Rp 11.000 per Liter

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:09 WIB

4,3 Juta Mobil Listrik di China Direcall, Gagang Pintu Jadi Masalah

Berita Terbaru

Bek timnas Indonesia, Calvin Verdonk (kiri), merayakan gol Dilane Bakwa (nomor 18) ke gawang Paris Saint-Germain. Hasil LIlle vs PSG merupakan laga lanjutan Liga Perancis yang berakhir 2-2 di Stade Pierre-Mauroy pada Sabtu (29/8/2026) dini hari WIB.(AFP/SAMEER AL-DOUMY)

Bola & Sport

Rating Calvin Verdonk Saat Lille Tahan PSG 2-2, Dapat Nilai 6,2

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:09 WIB