Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG di Karo Kehilangan Ingatan dan Sulit Bicara

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution.(Dok. Pemprov Sumut )

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution.(Dok. Pemprov Sumut )

Medan, APGtimes.com – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memastikan Pemprov Sumut terus memantau kondisi Febiona br Purba (16). Siswi asal Kabupaten Karo itu menjadi korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Saat ini, Febiona masih menjalani pemeriksaan lanjutan di RSUP H Adam Malik Medan. Pemeriksaan tersebut berlangsung setelah Febiona sebelumnya mendapat perawatan akibat dugaan keracunan MBG pada 13 Agustus 2026.

Bobby mengatakan Pemprov Sumut sudah meminta laporan terbaru mengenai kondisi Febiona. Pemerintah juga memastikan kebutuhan medis siswi tersebut tetap terpenuhi selama menjalani pemeriksaan.

“Barusan juga kita minta laporan terkait kasus tersebut. Ini masih terjadi pemantauan baik secara psikis, medisnya juga, apakah memang ada sesuatu, yang pasti ada terjadi gangguan,” kata Bobby saat meninjau Jalan Letda Sujono, Medan, Selasa (8/9/2026).

Penyebab Gangguan Masih Diperiksa

Bobby mengatakan tim medis masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab gangguan yang dialami Febiona. Karena itu, pemerintah belum menyimpulkan penyebab gangguan ingatan dan kesulitan berbicara tersebut.

Baca Juga :  11 Mitra SPPG Laporkan Yayasan MBG di Jambi, Dugaan Pemalsuan Dokumen Diselidiki

Menurut Bobby, gangguan itu bisa saja berkaitan dengan kondisi saraf, efek obat, atau faktor medis lainnya. Oleh sebab itu, dokter masih melakukan pemeriksaan untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

“Kita bilang anak kita terjadi gangguan. Nanti gangguan di sini, perlu kita lihat apakah tindak lanjut dari medisnya, pemeriksaan dari medisnya, apakah memang pengaruh dari obatnya atau sarafnya atau yang lainnya,” ujar Bobby.

Selanjutnya, Febiona akan menjalani pemeriksaan secara berkala di rumah sakit. Pemprov Sumut juga meminta tenaga medis terus memantau perkembangannya agar penanganan bisa menyesuaikan hasil pemeriksaan.

Pemprov Siapkan Pendampingan Psikologis

Selain pemeriksaan medis, Pemprov Sumut juga menyiapkan pendampingan psikologis bagi Febiona. Bobby menilai aspek psikologis perlu mendapat perhatian setelah siswi tersebut mengalami dugaan keracunan dan menjalani perawatan.

Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menimbulkan trauma pada korban. Karena itu, pemerintah tidak hanya ingin melihat kondisi fisik Febiona, tetapi juga kondisi mentalnya.

“Dan juga kita juga rekomendasikan dari psikologinya juga, kan kita enggak bisa nilai traumatis seseorang itu setelah keracunan itu apakah dia ada trauma atau segala macam,” kata Bobby.

Baca Juga :  KPK Tegaskan Kasus Korupsi MBG Belum Dihentikan, Ini Penjelasannya

Pemprov Sumut berencana melibatkan dinas yang menangani perlindungan anak dalam proses pendampingan tersebut. Dinas terkait memiliki tenaga psikolog yang dapat membantu memeriksa kondisi psikologis Febiona.

“Nah nanti hal seperti ini yang akan kita dampingi terus. Selama ini mungkin hanya masuk dari Dinas Kesehatan, nah kita akan coba masuk juga Dinas Perlindungan Anak,” ujar Bobby.

Bobby Pastikan Pemprov Tidak Lepas Tangan

Bobby menegaskan Pemprov Sumut akan terus mengikuti perkembangan kondisi Febiona. Pemerintah sebelumnya juga telah memberikan perhatian terhadap penanganan korban setelah dugaan keracunan MBG terjadi.

Kini, Febiona melanjutkan pemeriksaan di RSUP H Adam Malik Medan. Pemprov Sumut memastikan pemantauan tetap berjalan, baik untuk kondisi medis maupun psikologisnya.

Bobby juga menekankan bahwa pemerintah akan menyesuaikan pendampingan dengan kebutuhan Febiona. Dengan demikian, penanganan korban tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik, tetapi juga aspek psikologis. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Airlangga Bertemu PM Kanada Mark Carney, Bahas Perdagangan hingga Investasi Mineral Kritis
Tito Minta Pemda Segera Gunakan Anggaran Karhutla Rp760 Miliar
Prabowo Sebut 328 BUMN Ditutup, Penghematan Anggaran Capai Rp50 Triliun
TNI Ungkap 44.677 Hektare Tanah Bermasalah, Berpotensi Picu Konflik Agraria
Eks Pejabat Bea Cukai Akui 5 Kali Terima Amplop Uang dari John Field, Total Rp1 Miliar
Bahlil Minta Pemilik Mobil Mewah Tak Lagi Pakai BBM Subsidi, Aturan Pembatasan Disiapkan
95 Paket Pemulihan Pascabencana Agam Senilai Rp125 Miliar Sudah Kontrak, Realisasi Baru 12,3 Persen
Jepang Kirim 3 Helikopter Chinook untuk Karhutla Kalimantan, Menhan Sjafrie Sampaikan Terima Kasih
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 15:09 WIB

Airlangga Bertemu PM Kanada Mark Carney, Bahas Perdagangan hingga Investasi Mineral Kritis

Kamis, 17 September 2026 - 13:09 WIB

Tito Minta Pemda Segera Gunakan Anggaran Karhutla Rp760 Miliar

Rabu, 16 September 2026 - 23:59 WIB

TNI Ungkap 44.677 Hektare Tanah Bermasalah, Berpotensi Picu Konflik Agraria

Rabu, 16 September 2026 - 21:09 WIB

Eks Pejabat Bea Cukai Akui 5 Kali Terima Amplop Uang dari John Field, Total Rp1 Miliar

Rabu, 16 September 2026 - 20:09 WIB

Bahlil Minta Pemilik Mobil Mewah Tak Lagi Pakai BBM Subsidi, Aturan Pembatasan Disiapkan

Berita Terbaru

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva (kiri) saat menyetujui konsensus Deklarasi Pemimpin G20 di Rio de Janeiro, Senin (18/11/2024). Terpisah, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menjalani operasi pendarahan otak yang akibat terjatuh baru-baru ini. ?Operasi pada Senin (9/12/2024) malam itu berjalan tanpa komplikasi, ungkap manajemen Rumah Sakit Suriah-Lebanon di Sao Paulo pada Selasa (10/12/2024)(G20 BRASIL)

Internasional

Lula Akan Temui Trump di PBB, Minta AS Tak Ikut Campur Pemilu Brasil

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:09 WIB