Jakarta, APGtimes.com – Islandia kembali menempati posisi sebagai negara paling damai di dunia berdasarkan Global Peace Index (GPI) 2026. Negara Nordik tersebut mempertahankan peringkat pertama selama 19 tahun berturut-turut.
Global Peace Index 2026 yang dirilis Institute for Economics & Peace (IEP) menilai 163 negara menggunakan 23 indikator. Penilaian tersebut mencakup konflik yang sedang berlangsung, pengeluaran militer, tingkat pembunuhan, hingga persepsi masyarakat terhadap keamanan.
Karena itu, daftar negara paling damai dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi wisatawan yang ingin bepergian ke luar negeri, terutama bagi mereka yang baru pertama kali melakukan perjalanan internasional.
12 Negara Paling Damai di Dunia
Berdasarkan Global Peace Index 2026, berikut 12 negara yang masuk daftar paling damai dan dapat menjadi pilihan untuk perjalanan luar negeri:
- Islandia
- Selandia Baru
- Swiss
- Slovenia
- Irlandia
- Austria
- Portugal
- Singapura
- Finlandia
- Jepang
- Denmark
- Malaysia
Negara-negara tersebut memiliki tingkat keamanan dan stabilitas yang relatif baik. Selain itu, sejumlah negara juga memiliki sistem pemerintahan yang kuat, hubungan baik dengan negara tetangga, serta tingkat kepercayaan sosial yang tinggi.
Malaysia Jauh di Atas Indonesia
Dalam daftar tersebut, Malaysia berada di peringkat ke-12 dunia. Posisi itu jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia yang menempati peringkat ke-69 dari 163 negara.
Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia berada di posisi kelima. Malaysia berada di urutan pertama, kemudian Timor-Leste di peringkat ke-32, Vietnam ke-41, dan Laos ke-58.
Dengan posisi tersebut, Malaysia menjadi salah satu pilihan menarik bagi wisatawan Indonesia yang ingin mencoba perjalanan luar negeri untuk pertama kali. Jarak yang relatif dekat juga membuat wisatawan lebih mudah mengakses negara tersebut.
Rusia Jadi Negara Paling Tidak Damai
Sementara itu, Global Peace Index 2026 mencatat perubahan penting pada daftar negara dengan tingkat perdamaian terendah. Untuk pertama kalinya, Rusia menempati posisi terbawah sebagai negara paling tidak damai di dunia.
Rusia berada diikuti Sudan, Republik Demokratik Kongo, Ukraina, dan Israel. Kondisi konflik dan berbagai persoalan keamanan menjadi faktor yang memengaruhi posisi negara-negara tersebut.
Perdamaian Global Terus Menurun
IEP juga mencatat tingkat perdamaian dunia kembali mengalami penurunan. Pada 2026, tingkat perdamaian global turun 0,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut sekaligus menjadi penurunan tahunan ke-12 secara berturut-turut. Namun, kondisi itu belum banyak mengubah posisi negara-negara yang berada di peringkat teratas.
Pendiri sekaligus Executive Chairman IEP Steve Killelea mengatakan penurunan perdamaian global yang cukup tajam tidak terlalu memengaruhi negara-negara yang berada di posisi teratas.
Menurut IEP, terdapat sejumlah faktor struktural yang mendorong penurunan perdamaian dunia. Pertama, redistribusi kekuatan global mulai mengikis tatanan dunia setelah Perang Dingin.
Selain itu, konflik juga semakin menyebar lintas negara melalui arus pengungsi, senjata, pendanaan, dan ideologi. Pada saat yang sama, perkembangan senjata otonom serta teknologi penargetan berbasis kecerdasan buatan berlangsung lebih cepat daripada pembentukan aturan untuk mengendalikannya.
Dengan kondisi tersebut, wisatawan tetap perlu memperhatikan situasi keamanan terbaru sebelum menentukan tujuan perjalanan. Global Peace Index dapat menjadi salah satu referensi awal, tetapi kondisi di setiap negara juga dapat berubah sewaktu-waktu. (de*)









