Basarnas Minta Tambahan Rp2,16 Triliun untuk 2027, Ini Rinciannya

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 23:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (1/12/2025).(KOMPAS.com/Rahel)

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (1/12/2025).(KOMPAS.com/Rahel)

Jakarta, APGtimes.com – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp2,16 triliun untuk tahun 2027. Tambahan dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat operasi pencarian dan pertolongan (SAR), kesiapsiagaan, pemeliharaan peralatan, hingga memenuhi kebutuhan gaji calon pegawai.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyampaikan usulan itu dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Selasa (1/9/2026). Menurutnya, Basarnas telah mengajukan tambahan anggaran kepada Menteri Keuangan dan Kepala Bappenas.

“Tambahan anggaran sebesar Rp2,16 triliun akan kami gunakan untuk membiayai kekurangan pembayaran gaji calon pegawai Basarnas sebesar Rp135,37 miliar,” ujar Syafii.

Selain kebutuhan gaji, Basarnas membutuhkan Rp213,57 miliar untuk pemeliharaan sarana dan prasarana peralatan SAR, sistem komunikasi, serta teknologi informasi.

Baca Juga :  Tito Ungkap Rp 9 Triliun Anggaran Pemulihan Bencana Sumatera Bergeser ke 2027

Basarnas juga mengalokasikan kebutuhan sebesar Rp1,48 triliun untuk menjalankan kegiatan Prioritas Nasional dalam pelaksanaan RPJMN 2025-2029.

Pagu Anggaran Basarnas Masih Terbatas

Untuk tahun 2027, Basarnas memperoleh pagu anggaran sebesar Rp1,56 triliun. Jumlah tersebut masih jauh di bawah kebutuhan awal Basarnas yang mencapai Rp3,86 triliun.

Dengan kondisi tersebut, Basarnas menghadapi backlog anggaran sekitar Rp2,29 triliun. Syafii menyebut kebutuhan terbesar berada pada pengelolaan sarana dan prasarana SAR yang mencapai Rp1,3 triliun.

Sementara itu, tambahan pagu sebesar Rp313,57 miliar yang sudah tersedia akan Basarnas fokuskan untuk mendukung operasi dan kesiapsiagaan SAR.

Syafii menegaskan, kesiapan anggaran menjadi faktor penting bagi Basarnas karena lembaga tersebut menjalankan tugas operasional yang membutuhkan personel, peralatan, sistem komunikasi, serta mobilitas tinggi.

Baca Juga :  Raja Juli Minta Tambahan Anggaran Rp4,68 Triliun, Kemenhut Siapkan 12 Armada Lawan Karhutla

Basarnas Tetap Membutuhkan Perjalanan Dinas

Syafii turut menjelaskan dampak penghematan anggaran perjalanan dinas terhadap operasional Basarnas. Menurutnya, perjalanan dinas tetap menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas pencarian dan pertolongan.

“Basarnas merupakan organisasi operasional yang membutuhkan perjalanan dinas sebagai bagian dari tugas dan fungsi Basarnas dalam penyelenggaraan operasi,” katanya.

Karena itu, Basarnas meminta dukungan Komisi V DPR RI untuk memenuhi kebutuhan anggaran prioritas pada 2027.

Tambahan anggaran tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan Basarnas dalam menghadapi berbagai kondisi darurat, termasuk kecelakaan transportasi, bencana alam, dan operasi pencarian terhadap masyarakat yang membutuhkan pertolongan. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan
Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi
Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB
Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI
BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda
KPK Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan, 32 Konsesi Kena Sanksi
Ahli UGM Ungkap Tanggung Jawab Pimpinan atas Penugasan Staf Khusus
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:09 WIB

BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB