BGN Buka Suara soal Anggaran MBG 2027, Pilih Fokus Benahi Tata Kelola Program

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari merespons soal kebutuhan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan turun menjadi Rp 175 triliun pada 2027 mendatang.(FAH)

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari merespons soal kebutuhan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan turun menjadi Rp 175 triliun pada 2027 mendatang.(FAH)

Jakarta, APGtimes.com – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, belum memberikan tanggapan terkait perkiraan kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp175 triliun pada 2027. BGN memilih memprioritaskan pembahasan tata kelola program bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Agustina mengatakan agenda utama BGN saat ini ialah menindaklanjuti hasil kajian yang telah disampaikan KPK. Karena itu, pihaknya belum membahas besaran anggaran untuk pelaksanaan MBG tahun depan.

“Soal itu nanti dulu ya. Agenda kami hari ini mengenai tindak lanjut kajian dari KPK,” kata Agustina di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Baca Juga :  Megawati Soroti Salju Abadi Papua yang Mencair, Diperkirakan Hilang 3 Tahun Lagi

Menurut Agustina, penguatan tata kelola menjadi langkah penting agar program MBG berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran.

Banggar DPR Perkirakan Anggaran Turun

Sebelumnya, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, memperkirakan kebutuhan anggaran MBG pada 2027 mencapai sekitar Rp174 triliun.

Ia menyusun perhitungan tersebut berdasarkan kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan jumlah penerima manfaat program.

Said menilai pemerintah hanya membutuhkan sekitar 21.000 titik SPPG untuk melayani sekitar 84 juta siswa di seluruh Indonesia. Perhitungan itu juga memasukkan kebutuhan layanan bagi ibu hamil dan penanganan stunting.

Baca Juga :  108 Sekolah di Lampung Belum Terima MBG, Baru 51 Dikonfirmasi Menolak

Penurunan Anggaran Tidak Kurangi Kualitas

Said menegaskan perkiraan anggaran tersebut masih dapat berubah. Pemerintah dan DPR akan membahas angka final dalam penyusunan RAPBN 2027 sebelum mengesahkan APBN.

Ia juga memastikan penurunan anggaran tidak akan mengurangi kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Menurutnya, pemerintah tetap akan menjaga mutu gizi yang diterima para penerima manfaat. Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat tata kelola agar program berjalan lebih efektif dan akuntabel. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cegah Kebakaran Hutan, Prabowo Minta 70.000 Polisi Kehutanan Ditambah
Alim Setiawan Jadi Wamentan, Ini Perjalanan Kariernya dari IPB hingga Kabinet Prabowo
Prabowo Lantik Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB, Segini Harta Kekayaannya
Usai Dilantik Jadi KSAD, Tandyo Budi Revita Masuk Bursa Calon Panglima TNI
Kemenkes Ungkap Dampak Kabut Asap Karhutla, Bisa Picu Stres hingga Gangguan Pernapasan
Suroso Isnandar Jadi Dirut PLN, Gantikan Darmawan Prasodjo
DPR Soroti Risiko Gaji ASN Masuk Kopdes Merah Putih, Ini Dampaknya bagi BPD
Anggaran Karhutla Rp30 Miliar di Jambi Jadi Sorotan, Ombudsman Turun Mengawasi
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Cegah Kebakaran Hutan, Prabowo Minta 70.000 Polisi Kehutanan Ditambah

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Alim Setiawan Jadi Wamentan, Ini Perjalanan Kariernya dari IPB hingga Kabinet Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Prabowo Lantik Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB, Segini Harta Kekayaannya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Usai Dilantik Jadi KSAD, Tandyo Budi Revita Masuk Bursa Calon Panglima TNI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Kemenkes Ungkap Dampak Kabut Asap Karhutla, Bisa Picu Stres hingga Gangguan Pernapasan

Berita Terbaru