Dudung Ungkap Dugaan Korupsi MBG, Satu Titik Dapur Bisa Hasilkan Untung Miliaran

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman mengungkap dugaan praktik manipulasi anggaran dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN).

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman mengungkap dugaan praktik manipulasi anggaran dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN).

Jakarta, APGtimes.com — Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman mengungkap dugaan praktik korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menemukan indikasi permainan penetapan titik dapur yang memungkinkan sejumlah pihak meraih keuntungan miliaran rupiah dari anggaran negara.

Dudung memaparkan temuan tersebut setelah bertemu Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).

Menurut Dudung, sejumlah pihak memanfaatkan Surat Keputusan (SK) penetapan lokasi dapur untuk memperoleh keuntungan besar. Mereka hanya mengeluarkan modal awal sekitar Rp100 juta sebelum menggandeng kontraktor untuk membangun dapur MBG senilai Rp1,25 miliar.

Modus Dapur MBG Raup Keuntungan Miliaran

Dudung menjelaskan, pemegang SK tidak menyerahkan bangunan dapur kepada negara setelah pembangunan selesai. Mereka justru menyewakan fasilitas tersebut kepada BGN dengan nilai kontrak yang jauh lebih tinggi.

“Misalnya ada mitra yang mendapat SK penetapan satu titik dapur. Modal awalnya hanya sekitar Rp100 juta, kemudian pembangunan dilakukan pemborong dengan nilai sekitar Rp1,25 miliar,” kata Dudung.

Menurutnya, negara mengeluarkan biaya sewa sekitar Rp4 miliar untuk kontrak empat tahun dan langsung melunasi pembayaran pada awal kerja sama.

Skema tersebut membuat pemegang SK memperoleh keuntungan lebih dari Rp3 miliar hanya dari satu proyek dapur MBG.

“Kalau dibayar sekitar Rp4,8 miliar dan biaya pembangunan Rp1,25 miliar, berarti masih ada keuntungan sekitar Rp3,5 miliar. Uangnya dibayar di depan dan negara tidak memiliki aset tersebut,” ujarnya.

Baca Juga :  Dadan Hindayana Muncul dengan Rompi Tahanan Kejagung, Publik Soroti Kasus BGN

Negara Keluar Dana Besar, Mitra Kuasai Aset

Dudung menilai skema tersebut merugikan negara karena pemerintah mengeluarkan dana miliaran rupiah tanpa memperoleh kepemilikan aset.

Ia juga menemukan praktik penggunaan SK penetapan dapur sebagai jaminan untuk memperoleh pembiayaan dari lembaga perbankan.

“Itulah yang kemudian membuat SK tersebut sangat menguntungkan dan bisa dijadikan jaminan ke bank,” katanya.

Karena itu, KSP terus menelusuri proses penerbitan SK titik dapur dalam program tersebut.

KSP Periksa Dugaan Jual Beli Titik Dapur

Selain mengusut dugaan permainan penyewaan dapur, KSP juga memeriksa berbagai indikasi penyimpangan lain dalam Program MBG.

Dudung menyebut timnya memeriksa dugaan jual beli ribuan titik dapur, penggelembungan data penerima manfaat, hingga kenaikan harga pengadaan kendaraan operasional dan perlengkapan pendukung.

Menurutnya, berbagai temuan tersebut menunjukkan potensi penyalahgunaan kewenangan dalam pelaksanaan program.

Kejagung Kembangkan Penyidikan

Sementara itu, Kejaksaan Agung terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa Program Makan Bergizi Gratis.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan para tersangka mengatur proses pengadaan sehingga tidak sesuai kebutuhan di lapangan.

Baca Juga :  MBG di Kota Jambi Tetap Berjalan Normal Meski Tiga Mantan Pimpinan BGN Jadi Tersangka Korupsi

“Saudara DH bersama-sama dengan saudara SS dan saudara LP melakukan proses pengadaan barang dan jasa di BGN secara melawan hukum,” kata Syarief.

Menurutnya, para tersangka menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK), mengarahkan proses pengadaan, serta menaikkan harga sejumlah barang.

Pengadaan Bernilai Triliunan Rupiah Jadi Sorotan

Penyidik Kejagung kini memfokuskan pemeriksaan pada sejumlah pengadaan bernilai besar dalam Program MBG.

Kejagung memeriksa pengadaan 21.801 unit motor listrik senilai sekitar Rp1 triliun.

Selain itu, penyidik menduga para tersangka menaikkan harga 32.000 pasang sepatu di atas nilai wajar.

Kejagung juga menemukan lebih dari 31.000 unit tablet yang tidak memenuhi spesifikasi pengadaan.

Tidak hanya itu, penyidik menduga para tersangka menaikkan harga 5.400 unit televisi berukuran 75 inci.

Selain memeriksa pengadaan barang, penyidik juga memeriksa sejumlah yayasan yang memiliki hubungan dengan petinggi BGN.

Menurut Kejagung, para tersangka tetap memilih beberapa yayasan sebagai mitra meskipun yayasan tersebut tidak memenuhi persyaratan.

Saat ini, Kejaksaan Agung terus menghitung kerugian negara sekaligus memburu seluruh pihak yang ikut menjalankan praktik tersebut.

Dengan pengembangan penyidikan yang terus berjalan, Kejaksaan Agung berupaya mengungkap seluruh rangkaian dugaan korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis dan menyeret setiap pihak yang bertanggung jawab ke proses hukum. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Enam Dokter Magang Meninggal pada 2026, Kemenkes Akhirnya Evaluasi Program Internship
Sudaryono Buka Suara soal Dugaan Pemborosan MBG Rp10,5 Triliun, BGN Siap Kooperatif
Kabar Baik dari Kerinci Seblat, Dua Anak Harimau Sumatera Tumbuh Sehat di Alam Liar
Prabowo Resmi Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN, Pesan Tegas untuk Aparatur Baru
Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Tak Matikan Warung dan UMKM, Ini Peran Utamanya
BPJS Kesehatan PBI Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali dengan Mudah
Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Makin Kuat, Pengamat Ungkap 11 Pejabat yang Layak Dievaluasi
Membludak! Pendaftar Magang Nasional 2026 Capai 300 Ribu, Kuota Tahap I Cuma 50 Ribu
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:09 WIB

Enam Dokter Magang Meninggal pada 2026, Kemenkes Akhirnya Evaluasi Program Internship

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:09 WIB

Sudaryono Buka Suara soal Dugaan Pemborosan MBG Rp10,5 Triliun, BGN Siap Kooperatif

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:09 WIB

Kabar Baik dari Kerinci Seblat, Dua Anak Harimau Sumatera Tumbuh Sehat di Alam Liar

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:09 WIB

Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Tak Matikan Warung dan UMKM, Ini Peran Utamanya

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:09 WIB

BPJS Kesehatan PBI Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali dengan Mudah

Berita Terbaru

Presiden FIFA Gianni Infantino saat tiba untuk peluncuran kampanye Piala Dunia 2026 #WeAre26 di Los Angeles, Negara Bagian California, 17 Mei 2023.(AFP/FREDERIC J BROWN)

Internasional

FIFA Mau Jual Saham Piala Dunia? UEFA Langsung Bereaksi Keras

Rabu, 29 Jul 2026 - 17:09 WIB