Seoul, APGtimes.com – Kepolisian Korea Selatan menggerebek kantor Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) pada Kamis (6/8/2026) untuk menyelidiki dugaan penyimpangan dalam penunjukan Hong Myung-bo sebagai pelatih tim nasional pada 2024. Kasus tersebut kembali menjadi sorotan setelah Korea Selatan gagal memenuhi target di Piala Dunia 2026.
Polisi menggeledah markas besar KFA di Cheonan, sekitar 90 kilometer di selatan Seoul, serta kantor federasi di pusat Seoul. Aparat juga menyita sejumlah dokumen yang berkaitan dengan proses penunjukan Hong Myung-bo.
Polisi Selidiki Proses Penunjukan Pelatih
Penyidik memeriksa dugaan campur tangan mantan Ketua KFA Chung Mong-kyu dan mantan Direktur Teknik Lee Lim-saeng dalam proses penunjukan pelatih. Polisi ingin memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Sejumlah pengamat menilai KFA mengabaikan prosedur rekrutmen yang semestinya. Mereka juga menuding Lee Lim-saeng menawarkan posisi pelatih kepada Hong Myung-bo meski tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan tersebut.
Kegagalan di Piala Dunia Kembali Picu Sorotan
Kegagalan Korea Selatan di Piala Dunia 2026 memicu gelombang kritik terhadap tata kelola federasi. Banyak pihak mempertanyakan proses pemilihan pelatih yang dianggap tidak transparan sejak awal.
Kelompok masyarakat sipil sebelumnya melaporkan Hong Myung-bo dan Chung Mong-kyu kepada aparat penegak hukum. Mereka menuduh keduanya menyalahgunakan wewenang, menghalangi tugas, serta melakukan intimidasi dalam proses penunjukan pelatih.
Polisi Terus Kumpulkan Bukti
Polisi mulai menyelidiki kasus tersebut sekitar dua tahun lalu. Namun, kegagalan tim nasional di Piala Dunia membuat perhatian publik kembali tertuju pada penyelidikan itu.
Beberapa hari sebelum penggerebekan, polisi memeriksa Hong Myung-bo sebagai tersangka. Anggota parlemen Korea Selatan juga memanggil Hong dan Chung Mong-kyu untuk memberikan keterangan terkait manajemen KFA.
Saat ini, polisi terus memeriksa dokumen hasil penyitaan dan mengumpulkan bukti tambahan. Hasil penyelidikan akan menentukan langkah hukum berikutnya terhadap pihak-pihak yang terlibat. (de*)









