Kantor Federasi Sepak Bola Korea Digerebek Polisi, Kasus Hong Myung-bo Kembali Memanas

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang pria memegang spanduk bertuliskan Hong Myung-bo! Ludahkan uangnya dan keluar! Bubarkan KFA sambil menunggu kedatangan pelatih kepala timnas Korea Selatan, Hong Myung-bo, yang telah mengumumkan pengunduran dirinya setelah timnya tersingkir di babak penyisihan grup Piala Dunia FIFA 2026, di Bandara Internasional Seoul-Incheon, Incheon pada 30 Juni 2026. Kekalahan telak Korea Selatan di babak pertama Piala Dunia telah memicu kemarahan di dalam negeri dan seruan untuk perombakan total di pucuk pimpinan belum mereda setelah pengunduran diri pelatih. Pelatih Korea Selatan mengundurkan diri pada 28 Juni 2026, sehari setelah timnya tersingkir dari babak penyisihan grup Piala Dunia dan setelah mendapat kecaman dari presiden negara tersebut.(AFP/JADE GAO)

Seorang pria memegang spanduk bertuliskan Hong Myung-bo! Ludahkan uangnya dan keluar! Bubarkan KFA sambil menunggu kedatangan pelatih kepala timnas Korea Selatan, Hong Myung-bo, yang telah mengumumkan pengunduran dirinya setelah timnya tersingkir di babak penyisihan grup Piala Dunia FIFA 2026, di Bandara Internasional Seoul-Incheon, Incheon pada 30 Juni 2026. Kekalahan telak Korea Selatan di babak pertama Piala Dunia telah memicu kemarahan di dalam negeri dan seruan untuk perombakan total di pucuk pimpinan belum mereda setelah pengunduran diri pelatih. Pelatih Korea Selatan mengundurkan diri pada 28 Juni 2026, sehari setelah timnya tersingkir dari babak penyisihan grup Piala Dunia dan setelah mendapat kecaman dari presiden negara tersebut.(AFP/JADE GAO)

Seoul, APGtimes.com – Kepolisian Korea Selatan menggerebek kantor Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) pada Kamis (6/8/2026) untuk menyelidiki dugaan penyimpangan dalam penunjukan Hong Myung-bo sebagai pelatih tim nasional pada 2024. Kasus tersebut kembali menjadi sorotan setelah Korea Selatan gagal memenuhi target di Piala Dunia 2026.

Polisi menggeledah markas besar KFA di Cheonan, sekitar 90 kilometer di selatan Seoul, serta kantor federasi di pusat Seoul. Aparat juga menyita sejumlah dokumen yang berkaitan dengan proses penunjukan Hong Myung-bo.

Polisi Selidiki Proses Penunjukan Pelatih

Penyidik memeriksa dugaan campur tangan mantan Ketua KFA Chung Mong-kyu dan mantan Direktur Teknik Lee Lim-saeng dalam proses penunjukan pelatih. Polisi ingin memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga :  29 Negara Bagian AS Gugat Meta, Facebook dan Instagram Disorot soal Anak

Sejumlah pengamat menilai KFA mengabaikan prosedur rekrutmen yang semestinya. Mereka juga menuding Lee Lim-saeng menawarkan posisi pelatih kepada Hong Myung-bo meski tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan tersebut.

Kegagalan di Piala Dunia Kembali Picu Sorotan

Kegagalan Korea Selatan di Piala Dunia 2026 memicu gelombang kritik terhadap tata kelola federasi. Banyak pihak mempertanyakan proses pemilihan pelatih yang dianggap tidak transparan sejak awal.

Kelompok masyarakat sipil sebelumnya melaporkan Hong Myung-bo dan Chung Mong-kyu kepada aparat penegak hukum. Mereka menuduh keduanya menyalahgunakan wewenang, menghalangi tugas, serta melakukan intimidasi dalam proses penunjukan pelatih.

Baca Juga :  JPMorgan: Permintaan Minyak Dunia Turun 9 Persen, Konsumen Mulai Beralih ke Energi Alternatif

Polisi Terus Kumpulkan Bukti

Polisi mulai menyelidiki kasus tersebut sekitar dua tahun lalu. Namun, kegagalan tim nasional di Piala Dunia membuat perhatian publik kembali tertuju pada penyelidikan itu.

Beberapa hari sebelum penggerebekan, polisi memeriksa Hong Myung-bo sebagai tersangka. Anggota parlemen Korea Selatan juga memanggil Hong dan Chung Mong-kyu untuk memberikan keterangan terkait manajemen KFA.

Saat ini, polisi terus memeriksa dokumen hasil penyitaan dan mengumpulkan bukti tambahan. Hasil penyelidikan akan menentukan langkah hukum berikutnya terhadap pihak-pihak yang terlibat. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Arab Saudi Gempur Houthi, Operasi Rebut Mokha Mengancam Jalur Strategis Bab El-Mandeb
Tabung Bakteri Pes Pecah di Rusia, Pekerja Laboratorium Meninggal
G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Minyak, Pasokan Solar Jadi Prioritas
Rusia Ancam Gunakan Senjata Nuklir jika NATO Blokade Kaliningrad
Biaya Izin Tinggal Permanen Jepang Naik 20 Kali Lipat Jadi Rp22,7 Juta
Kim Jong Un Disebut Berbobot 140 Kg, Intelijen Korsel Ungkap Kondisi Kesehatannya
FBI Kebobolan Data, ShinyHunters Klaim Curi Informasi Sensitif Ribuan Pegawai
Malaysia Pulangkan 1.476 Warga Myanmar, PBB Soroti Risiko Keamanan di Negara Asal
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Arab Saudi Gempur Houthi, Operasi Rebut Mokha Mengancam Jalur Strategis Bab El-Mandeb

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Tabung Bakteri Pes Pecah di Rusia, Pekerja Laboratorium Meninggal

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:09 WIB

G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Minyak, Pasokan Solar Jadi Prioritas

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Rusia Ancam Gunakan Senjata Nuklir jika NATO Blokade Kaliningrad

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Biaya Izin Tinggal Permanen Jepang Naik 20 Kali Lipat Jadi Rp22,7 Juta

Berita Terbaru