Jakarta, APGtimes.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan anggaran Rp107,28 miliar untuk mempercepat rehabilitasi jaringan irigasi sepanjang 429,42 kilometer di Provinsi Riau. Program ini menargetkan pasokan air yang lebih andal bagi 18.453 hektare lahan pertanian demi mendukung swasembada pangan nasional.
Pemerintah menjalankan program tersebut melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi.
Rehabilitasi Berlangsung dalam Tiga Tahap
Kementerian PU membagi pekerjaan menjadi tiga tahap agar pelaksanaan lebih efektif.
Tahap pertama mencakup rehabilitasi 242,44 kilometer saluran irigasi di Kabupaten Rokan Hilir, Indragiri Hilir, dan Kepulauan Meranti. Program itu akan melayani 15.236 hektare lahan pertanian.
Selanjutnya, tahap kedua menyasar tujuh daerah irigasi di Kabupaten Siak. Pemerintah memperbaiki 182,45 kilometer saluran untuk mendukung 2.534 hektare lahan.
Sementara itu, tahap ketiga berfokus di Kabupaten Kuantan Singingi. Tim membenahi 4,52 kilometer saluran irigasi yang melayani 683 hektare sawah.
Menteri PU Tinjau Lokasi Pekerjaan
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau langsung rehabilitasi Daerah Irigasi Rawa Sawah di Desa Pulau Komang, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi, Selasa (4/8/2026).
Menurut Dody, jaringan irigasi yang berfungsi optimal akan menjaga pasokan air sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.
Karena itu, Kementerian PU mempercepat perbaikan saluran agar air dari bendungan dan sungai mengalir lebih lancar hingga ke lahan pertanian.
Selain itu, pemerintah kini juga dapat memperbaiki jaringan irigasi yang menjadi kewenangan provinsi maupun kabupaten berkat Inpres Nomor 2 Tahun 2025.
Produktivitas Pertanian Didorong
Daerah Irigasi Rawa Sawah memiliki luas baku 471 hektare. Saat ini, kawasan tersebut mengairi sekitar 129,2 hektare lahan dengan produktivitas padi mencapai 3,5 hingga 4,5 ton per hektare.
Melalui rehabilitasi ini, pemerintah menormalisasi saluran sepanjang 1,2 kilometer, memperbaiki saluran sepanjang 430,5 meter, serta membangun kembali bendung bronjong sepanjang 56 meter.
Pekerjaan itu akan meningkatkan layanan irigasi bagi sekitar 125 hektare lahan. Selain membuat distribusi air lebih lancar, program tersebut juga mengurangi kehilangan air di sepanjang saluran.
Kementerian PU berharap rehabilitasi ini mampu meningkatkan hasil panen, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. (de*)








