TB Hasanuddin Khawatir Kertajati Dianggap Jadi Pangkalan Militer AS

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat.(bijb.co.id)

Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat.(bijb.co.id)

Jakarta, APGtimes.com — Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mengkhawatirkan munculnya persepsi bahwa Bandara Kertajati di Majalengka menjadi pangkalan militer Amerika Serikat (AS).

Kekhawatiran itu muncul setelah pemerintah menyiapkan Bandara Kertajati sebagai pusat perawatan pesawat angkut berat C-130 Hercules milik AS di Asia.

TB Hasanuddin Minta Pemerintah Waspada

TB Hasanuddin meminta pemerintah berhati-hati dalam menjalankan kerja sama tersebut.

Menurut dia, publik bisa menilai fasilitas itu sebagai pangkalan militer AS jika pemerintah memakainya untuk mendukung operasional pesawat militer Amerika Serikat.

“Jika fasilitas tersebut eksklusif untuk mendukung operasional pesawat militer Amerika Serikat di kawasan Asia, maka persepsinya bisa berkembang sebagai bentuk pangkalan militer AS di Indonesia,” ujar TB Hasanuddin, Kamis (21/05).

Baca Juga :  Komisi II DPR Ungkap 5 Isu Prioritas dalam Revisi UU Pemilu

DPR Minta Pemerintah Transparan

Politikus PDI-P itu meminta pemerintah menjalankan proyek tersebut secara transparan.

Dia juga meminta pemerintah menjelaskan cakupan operasional fasilitas MRO di Bandara Kertajati.

Menurut dia, pemerintah harus mencermati potensi benturan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif Indonesia.

“Ini tentu harus dicermati karena dapat berbenturan dengan peraturan perundang-undangan serta prinsip politik luar negeri bebas aktif,” kata dia.

Kertajati Tetap Bandara Sipil

TB Hasanuddin menegaskan Bandara Kertajati hingga kini masih berstatus bandara sipil.

Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan aturan zonasi dan tata kelola agar aktivitas MRO pesawat militer tidak mengganggu penerbangan sipil.

Baca Juga :  DJP Kejar Tunggakan Pajak Rp 49 Triliun dari 200 Wajib Pajak Inkrah

AS Tawarkan Kertajati Jadi Pusat MRO

Sebelumnya, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menawarkan Indonesia menjadi pusat MRO pesawat C-130 Hercules di Asia.

Sjafrie mengatakan Presiden Prabowo Subianto memilih Bandara Kertajati sebagai lokasi pengembangan fasilitas tersebut.

Sementara itu, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Rico Ricardo Sirait membenarkan rencana pengembangan Bandara Kertajati sebagai pusat MRO Hercules di Asia.

Menurut Rico, pemerintah memilih Kertajati karena memiliki lahan luas dan fasilitas penerbangan yang memadai. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jangan Sampai Terlambat, Ini 7 Kondisi yang Mengharuskan Ganti Sertifikat Tanah
Tito Karnavian Ungkap Banyak Daerah Mengaku Tak Mampu Bayar Gaji PPPK
Komisi II DPR Tegaskan PPPK dan PPPK Paruh Waktu Tidak Boleh Diberhentikan
Tito Karnavian Soroti Honorer Datang Jam 8 Pulang Jam 10, Kepala Daerah Diminta Stop Rekrutmen
Mengapa Kasus Rudapaksa di Pesantren Masih Terus Terjadi? Ini Faktor yang Memicunya
Gempa Susulan M 6 Guncang Gorontalo Setelah Gempa Dahsyat M 7,7 Filipina, BMKG Keluarkan Peringatan
Pertamina Ungkap Solar Subsidi di Sumbar Over Kuota 19 Persen
Jemaah Haji Kloter KJT-04 Akhirnya Pulang Setelah Penerbangan Tertunda
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:09 WIB

Tito Karnavian Ungkap Banyak Daerah Mengaku Tak Mampu Bayar Gaji PPPK

Senin, 8 Juni 2026 - 17:09 WIB

Komisi II DPR Tegaskan PPPK dan PPPK Paruh Waktu Tidak Boleh Diberhentikan

Senin, 8 Juni 2026 - 14:09 WIB

Tito Karnavian Soroti Honorer Datang Jam 8 Pulang Jam 10, Kepala Daerah Diminta Stop Rekrutmen

Senin, 8 Juni 2026 - 13:09 WIB

Mengapa Kasus Rudapaksa di Pesantren Masih Terus Terjadi? Ini Faktor yang Memicunya

Senin, 8 Juni 2026 - 09:09 WIB

Gempa Susulan M 6 Guncang Gorontalo Setelah Gempa Dahsyat M 7,7 Filipina, BMKG Keluarkan Peringatan

Berita Terbaru

Trofi Piala Dunia yang akan diperebutkan kembali dalam Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Piala Dunia 2026 akan menggunakan format baru karena diikuti 48 negara yang dibagi dalam 12 grup di mana dua tim teratas setiap grup plus delapan peringkat ketiga terbaik maju ke babak 32 besar.(TANGKAPAN LAYAR TWITTER FIFA)

Internasional

Iran Tuding AS Cabut Tiket Piala Dunia 2026, FIFA Didesak Bertindak

Selasa, 9 Jun 2026 - 18:09 WIB