Megawati Soroti Salju Abadi Papua yang Mencair, Diperkirakan Hilang 3 Tahun Lagi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri bersama Presiden Timor Leste Ramos Horta dalam forum dialog bersama peraih Nobel dan Turing Award di Megawati Institute, Jakarta, Jumat (28/8/2026).(Dokumentasi PDI-P.)

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri bersama Presiden Timor Leste Ramos Horta dalam forum dialog bersama peraih Nobel dan Turing Award di Megawati Institute, Jakarta, Jumat (28/8/2026).(Dokumentasi PDI-P.)

Jakarta, APGtimes.com – Megawati Soekarnoputri menyoroti kondisi salju abadi di pegunungan Papua yang terus mencair akibat perubahan iklim. Presiden ke-5 RI itu menyebut pencairan es di kawasan Grasberg, Papua Tengah, berlangsung semakin cepat.

Megawati menyampaikan kekhawatiran tersebut saat berdialog dengan Presiden Timor-Leste Jose Ramos Horta dan sejumlah peraih Nobel serta Turing Award di Megawati Institute, Jakarta, Kamis (28/8/2026).

Menurut Megawati, tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah melihat kondisi es di kawasan Grasberg. Hasil pengamatan itu membuatnya semakin khawatir.

“Grasberg itu tadinya penuh dengan salju, tetapi sekarang makin meleleh,” kata Megawati.

Ia kemudian mengungkapkan hasil perhitungan tim yang memperkirakan es di kawasan tersebut bisa hilang dalam waktu sekitar tiga tahun. Kondisi itu dapat terjadi jika laju pencairan terus meningkat.

Baca Juga :  MK Putuskan Anggaran MBG Wajib Dipisah dari Dana Pendidikan, Program Tetap Konstitusional

Perubahan Iklim Semakin Nyata

Megawati menilai mencairnya salju abadi di Papua menjadi salah satu tanda perubahan iklim yang semakin nyata. Karena itu, ia meminta persoalan pemanasan global mendapat perhatian lebih serius.

“Yang paling menggelisahkan saya adalah global warming,” ujarnya.

Selain mencairkan es di pegunungan, perubahan iklim juga memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Megawati menyebut hutan, laut, pertanian, pangan, kesehatan, hingga kehidupan masyarakat ikut menghadapi dampaknya.

Ia juga menyinggung berbagai bencana yang terjadi di Indonesia. Menurutnya, gempa dan banjir menunjukkan bahwa tekanan terhadap lingkungan semakin besar.

Baca Juga :  139 Delegasi Masyarakat Hadiri Paripurna DPR, KPA Bawa 125 Perwakilan

“Bagi Indonesia, ini bukan persoalan yang abstrak,” tegas Megawati.

Minta Ilmuwan Cari Solusi

Megawati kemudian mendorong para ilmuwan dan peneliti untuk memperkuat peran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menghadapi perubahan iklim.

Menurutnya, para ilmuwan sudah lama memberikan peringatan mengenai ancaman pemanasan global. Namun, langkah nyata untuk mengatasinya masih belum sebanding dengan besarnya persoalan.

Karena itu, Megawati berharap kemajuan teknologi tidak hanya menghasilkan inovasi baru. Ilmu pengetahuan juga harus memberikan solusi terhadap persoalan lingkungan dan kemanusiaan.

“Harus ada kontribusi iptek terhadap persoalan yang terjadi sekarang ini,” pungkasnya. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan
Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi
Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB
Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI
BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda
KPK Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan, 32 Konsesi Kena Sanksi
Ahli UGM Ungkap Tanggung Jawab Pimpinan atas Penugasan Staf Khusus
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:09 WIB

BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB