Mendagri Sentil Pemda Lambat Salurkan Bantuan Gempa NTT, Ada yang Baru 1 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 22:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat memberikan sambutan pada acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali di Bali Nusa Dua Convention Center, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (28/8/2026).(dok. Humas Kementerian Dalam Negeri)

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat memberikan sambutan pada acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali di Bali Nusa Dua Convention Center, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (28/8/2026).(dok. Humas Kementerian Dalam Negeri)

Jakarta, APGtimes.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegur pemerintah daerah yang lambat menggunakan dana bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk menangani dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tito meminta pemerintah daerah segera menggunakan anggaran tersebut untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Ia menilai pemerintah daerah tidak seharusnya menunda penggunaan dana yang sudah tersedia.

“Ada juga daerah yang, artinya ya eman-eman kalau bahasa saya. Sudah diberikan anggaran untuk membantu masyarakat, tapi realisasinya masih lambat,” ujar Tito di Kompleks Istana, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Realisasi Bantuan Berbeda-beda

Tito mengungkapkan, Pemerintah Provinsi NTT sudah menggunakan 43 persen dana bantuan yang Presiden berikan.

Ia mengapresiasi Gubernur NTT Melki Laka Lena karena bergerak cepat dalam merealisasikan anggaran tersebut.

Namun, beberapa kabupaten masih menunjukkan realisasi yang rendah. Tito menyebut Kabupaten Sikka baru menggunakan sekitar 1 persen dana bantuan. Sementara itu, daerah lain baru mencapai sekitar 7 persen.

Baca Juga :  BTN Catat Laba Rp1,85 Triliun, Pertumbuhan Kinerjanya Jauh Lampaui Industri Perbankan

“Tapi, ada juga yang masih cuma 1 persen lebih Sikka, ada yang cuma 7 persen. Padahal kami sudah menurunkan tim untuk mendampingi dari Itjen,” kata Tito.

Melalui rapat bersama Presiden Prabowo, Tito kembali meminta pemerintah daerah mempercepat penggunaan dana bantuan tersebut.

“Ya tolonglah daerah-daerah sudah diberikan bantuan oleh Presiden, ya gunakan secepat mungkin,” ujarnya.

Presiden Beri Bantuan Rp 200 Miliar

Presiden Prabowo memberikan total Rp 200 miliar untuk membantu penanganan bencana gempa di NTT.

Dari jumlah tersebut, pemerintah mengalokasikan Rp 40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT. Sementara itu, delapan kabupaten terdampak masing-masing memperoleh Rp 20 miliar.

Delapan daerah tersebut meliputi Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, Sikka, dan Flores Timur.

Baca Juga :  MPR Mulai Bahas PPHN Setelah 17 Agustus 2026, Tiga Opsi Payung Hukum Disiapkan

Tito mengatakan pemerintah pusat memberikan tambahan dana karena sejumlah daerah memiliki anggaran belanja tak terduga (BTT) yang sangat terbatas.

BTT Daerah Terbatas

Tito sebelumnya melaporkan kondisi keuangan daerah kepada Presiden. Ia menyebut beberapa kabupaten hanya memiliki sisa BTT dalam jumlah kecil, padahal wilayah tersebut menghadapi dampak gempa yang cukup berat.

“Yaitu Manggarai Timur, padahal dampaknya berat,” ungkap Tito.

Tito kemudian mengusulkan tambahan anggaran sekitar Rp 5 miliar hingga Rp 10 miliar untuk setiap kabupaten terdampak. Ia juga mengusulkan tambahan Rp 10 miliar hingga Rp 20 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT.

Menurut Tito, Presiden Prabowo langsung menyetujui usulan tersebut dan menggandakan nominal bantuan yang diajukan.

“Double saya berikan,” kata Tito menirukan pernyataan Prabowo. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cegah Kebakaran Hutan, Prabowo Minta 70.000 Polisi Kehutanan Ditambah
Alim Setiawan Jadi Wamentan, Ini Perjalanan Kariernya dari IPB hingga Kabinet Prabowo
Prabowo Lantik Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB, Segini Harta Kekayaannya
Usai Dilantik Jadi KSAD, Tandyo Budi Revita Masuk Bursa Calon Panglima TNI
Kemenkes Ungkap Dampak Kabut Asap Karhutla, Bisa Picu Stres hingga Gangguan Pernapasan
Suroso Isnandar Jadi Dirut PLN, Gantikan Darmawan Prasodjo
DPR Soroti Risiko Gaji ASN Masuk Kopdes Merah Putih, Ini Dampaknya bagi BPD
Anggaran Karhutla Rp30 Miliar di Jambi Jadi Sorotan, Ombudsman Turun Mengawasi
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Cegah Kebakaran Hutan, Prabowo Minta 70.000 Polisi Kehutanan Ditambah

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Alim Setiawan Jadi Wamentan, Ini Perjalanan Kariernya dari IPB hingga Kabinet Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Prabowo Lantik Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB, Segini Harta Kekayaannya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Usai Dilantik Jadi KSAD, Tandyo Budi Revita Masuk Bursa Calon Panglima TNI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Kemenkes Ungkap Dampak Kabut Asap Karhutla, Bisa Picu Stres hingga Gangguan Pernapasan

Berita Terbaru