Rupiah Nyaris Tembus Rp17.900 per Dolar AS, Analis Prediksi Tekanan Belum Berakhir

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi uang dollar Singapura, uang kertas pecahan 10 dollar Singapura.(MONETARY AUTHORITY OF SINGAPORE/JENSEN KOH )

Ilustrasi uang dollar Singapura, uang kertas pecahan 10 dollar Singapura.(MONETARY AUTHORITY OF SINGAPORE/JENSEN KOH )

Jakarta, APGtimes.com — Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Jumat (29/5/2026). Mata uang Garuda bahkan mendekati level Rp17.900 per dolar Amerika Serikat (AS), yang menjadi titik terlemah sepanjang sejarah.

Di pasar spot, rupiah ditutup pada level Rp17.893 per dolar AS atau melemah 48 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan terhadap mata uang domestik masih berlanjut di tengah berbagai sentimen global dan domestik.

Tidak hanya terhadap dolar AS, rupiah juga melemah terhadap dolar Singapura. Pada perdagangan yang sama, nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp14.000 per dolar Singapura sebelum kembali menguat ke posisi Rp13.982 per dolar Singapura.

Baca Juga :  PHK di Berbagai Industri dalam 3 Bulan ke Depan, Ini Sektor Paling Rentan

Sepanjang perdagangan, dolar Singapura bergerak pada kisaran Rp13.932 hingga Rp14.001. Sementara itu, sejak awal 2026, mata uang Negeri Singa tersebut menguat sekitar 7,34 persen terhadap rupiah.

Analis Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah terhadap dolar Singapura menjadi sinyal bahwa tekanan terhadap mata uang Indonesia masih sangat kuat.

Menurut Ibrahim, level tersebut bukan hanya mencatatkan rekor pelemahan baru. Kondisi itu juga menunjukkan rupiah belum menemukan titik keseimbangan yang mampu memulihkan kepercayaan pasar.

Ia memperkirakan rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar Singapura hingga kisaran Rp15.000 sampai Rp16.000 jika berbagai faktor yang membebani pasar keuangan Indonesia belum membaik.

“Jadi memang rupiah terhadap dollar Singapura sudah menyentuh atau mendekati level Rp14.000 yang merupakan rekor terlemah sepanjang sejarah. Tetapi ada kemungkinan besar rupiah terhadap dollar Singapura akan menuju level Rp15.000-Rp16.000,” ujar Ibrahim.

Baca Juga :  Rupiah Tembus Rp18.009 per Dolar AS, Investor Bereaksi Usai Perry Warjiyo Mundur

Ibrahim menilai tekanan terhadap rupiah tidak hanya berasal dari faktor eksternal. Menurutnya, sejumlah persoalan fundamental di dalam negeri juga memengaruhi pandangan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Ia mengatakan pelaku pasar saat ini mencermati berbagai kebijakan pemerintah yang membutuhkan anggaran besar. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap prospek fiskal nasional pada masa mendatang.

“Kita tahu bahwa banyak program pemerintah yang bernilai jumbo dan besar sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap defisit anggaran,” kata Ibrahim. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rupiah Masih Tertekan, Cek Kurs Dollar AS di BCA, Mandiri, dan BNI Hari Ini
Rupiah Tembus Rp18.009 per Dolar AS, Investor Bereaksi Usai Perry Warjiyo Mundur
Zhafira Wedding Organizer Jadi Pilihan Calon Pengantin di Sungai Penuh dan Kerinci, Layanannya Lengkap
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp3.000, Cek Daftar Lengkap Harga 22 Juli 2026
ESDM Siapkan Bioetanol E20 2028, Tebu, Singkong Mukibat, dan Jagung Jadi Andalan
Harga Emas Antam Hari Ini 20 Juli 2026 Masih Stabil, Cek Daftar Lengkap di Pegadaian
Sopir Truk Mengantre Solar hingga 24 Jam, Pendapatan Tergerus dan Fisik Menurun
Harga Emas Antam Hari Ini 18 Juli 2026 Naik Rp8.000, Cek Daftar Lengkapnya
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:09 WIB

Rupiah Masih Tertekan, Cek Kurs Dollar AS di BCA, Mandiri, dan BNI Hari Ini

Senin, 27 Juli 2026 - 17:09 WIB

Rupiah Tembus Rp18.009 per Dolar AS, Investor Bereaksi Usai Perry Warjiyo Mundur

Senin, 27 Juli 2026 - 12:09 WIB

Zhafira Wedding Organizer Jadi Pilihan Calon Pengantin di Sungai Penuh dan Kerinci, Layanannya Lengkap

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:09 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp3.000, Cek Daftar Lengkap Harga 22 Juli 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:09 WIB

ESDM Siapkan Bioetanol E20 2028, Tebu, Singkong Mukibat, dan Jagung Jadi Andalan

Berita Terbaru

Baliho bergambar mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini (kiri) dan yang baru saja meninggal Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dipasang di Teheran, Iran, 8 Juni 2026.(AFP/ATTA KENARE)

Internasional

Iran Ancam Balas Ukraina, Serangan di Laut Kaspia Picu Ketegangan Baru

Selasa, 28 Jul 2026 - 22:09 WIB