Terungkap! 32 Peserta Latsarmil SPPI Sedang Hamil, Kemenhan Ambil Keputusan Ini

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang akan mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad). (DOK. Setjen Infohan Kemhan)

Sejumlah calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang akan mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad). (DOK. Setjen Infohan Kemhan)

Jakarta, APGtimes.com – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengungkapkan sebanyak 32 peserta yang sedang hamil mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.

Namun, Kemenhan kemudian memulangkan seluruh peserta tersebut dari lokasi pendidikan setelah mempertimbangkan kondisi kesehatan dan aspek kemanusiaan.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan, menyampaikan keputusan itu dalam konferensi pers di Gedung Kemenhan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Kemenhan Utamakan Kondisi Kesehatan Peserta

Ketut menjelaskan panitia tidak melarang peserta hamil mengikuti proses seleksi sejak awal. Karena itu, para peserta tetap lolos hingga memasuki tahap pendidikan dasar militer.

Baca Juga :  Harga BBM Pertamina di Jambi per 1 Juli 2026, Pertamax Tetap Rp16.650 per Liter

Meski demikian, tim penyelenggara akhirnya memulangkan mereka setelah melihat perkembangan kondisi kesehatan selama pelatihan berlangsung.

Menurut Ketut, Kemenhan mengambil langkah tersebut demi menjaga keselamatan peserta sekaligus mempertimbangkan aspek kemanusiaan.

Peserta Tetap Berstatus Lulus

Ketut menegaskan pemulangan peserta tidak menghapus status kelulusan mereka dalam Program SPPI.

Sebaliknya, Kemenhan memasukkan seluruh peserta tersebut ke dalam talent pool sehingga mereka tetap memiliki kesempatan mengikuti pendidikan pada batch berikutnya.

Dengan demikian, hak peserta yang telah lolos seleksi tetap berlaku dan tidak hilang.

Satu Peserta Tetap Lanjut Setelah Melahirkan

Selain 32 peserta yang sedang hamil, Kemenhan juga mencatat satu peserta telah melahirkan selama program berlangsung.

Baca Juga :  Jangan Sembarangan Serahkan KTP saat Check In Hotel, Kemendagri Beri Peringatan

Ketut mengatakan peserta tersebut tetap berhak mengikuti pendidikan setelah proses persalinan berjalan dengan aman dan kondisi kesehatannya membaik.

Karena itu, Kemenhan memastikan seluruh peserta yang terdampak tetap memperoleh kesempatan menyelesaikan pendidikan pada waktu yang sesuai.

Kemenhan Luruskan Informasi yang Beredar

Kemenhan menyampaikan penjelasan tersebut untuk meluruskan informasi yang berkembang mengenai status peserta hamil dalam Program SPPI.

Pihak penyelenggara memastikan seluruh peserta yang dipulangkan tetap memenuhi syarat sebagai calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Mereka juga dapat mengikuti pendidikan pada pelaksanaan berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karhutla Capai 202 Ribu Hektare, DPR Desak Menhut Raja Juli Bergerak Cepat
Gempa M 7,7 Guncang Flores, 7 Korban Dievakuasi ke Labuan Bajo
Lion Air Group Ungkap Kondisi Terbaru Delay Penerbangan, Ketepatan Waktu Naik
Prabowo Usul Kewarganegaraan Ganda, DPR Ungkap Aturan yang Perlu Diubah
18 Agustus 2026 Bukan Libur, Pemerintah Beri Kelonggaran untuk Pesta Rakyat
SBY Beri Pesan Tegas ke Pemerintah Prabowo: Jangan Sampai Fiskal Indonesia Bermasalah
Setahun Jadi Tersangka, KPK Ungkap Nasib Heri Gunawan dan Satori di Kasus CSR BI-OJK
Prabowo Usul Dwi Kewarganegaraan, DPR: Jangan Sampai Indonesia Kehilangan Talenta Global
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Karhutla Capai 202 Ribu Hektare, DPR Desak Menhut Raja Juli Bergerak Cepat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Gempa M 7,7 Guncang Flores, 7 Korban Dievakuasi ke Labuan Bajo

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Prabowo Usul Kewarganegaraan Ganda, DPR Ungkap Aturan yang Perlu Diubah

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:09 WIB

18 Agustus 2026 Bukan Libur, Pemerintah Beri Kelonggaran untuk Pesta Rakyat

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:09 WIB

SBY Beri Pesan Tegas ke Pemerintah Prabowo: Jangan Sampai Fiskal Indonesia Bermasalah

Berita Terbaru

Gempa bumi Magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang kawasan Mbay-Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) subuh.(Kontributor Kompas.com Labuan Bajo/Vera Bahali)

Nasional

Gempa M 7,7 Guncang Flores, 7 Korban Dievakuasi ke Labuan Bajo

Selasa, 18 Agu 2026 - 18:09 WIB

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax membuat stok BBM subsidi di sejumlah SPBU wilayah Kota Tangerang ludes lebih cepat dari biasanya.(Kompas.com/Disya Shaliha)

Ekonomi & Bisnis

Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 Agustus 2026 di Semua Wilayah

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:09 WIB