Komdigi Blokir 3,4 Juta Situs Judol, Perputaran Uang Masih Tembus Rp286 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 15:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkomdigi Meutya Hafid dalam rapat kerja Komisi I DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)

Menkomdigi Meutya Hafid dalam rapat kerja Komisi I DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)

Jakarta, APGtimes.com — Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkapkan pemerintah memblokir 3,4 juta situs judi online sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Meutya mengatakan langkah tersebut berhasil menekan perputaran uang judi online pada 2025 menjadi Rp286 triliun. Nilai itu turun sekitar 30 persen dibanding 2024 yang mencapai Rp400 triliun.

“Dari 20 Oktober 2024 sampai 16 Mei 2026, kami melakukan pemutusan akses terhadap 3.452.000 situs perjudian,” kata Meutya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Komdigi Kejar Rekening Judi Online

Kementerian Komunikasi dan Digital juga mengejar rekening bank yang berkaitan dengan aktivitas judi online.

Sepanjang 2025, Komdigi mengajukan pemblokiran terhadap 25.214 rekening kepada Otoritas Jasa Keuangan.

Meutya menegaskan pemerintah tidak hanya fokus menutup akses situs, tetapi juga mengawasi aliran dana dan sistem pembayaran yang dipakai pelaku judi online.

Baca Juga :  Komdigi Evaluasi 200 Platform Digital, ChatGPT hingga Netflix Masuk Penilaian PP Tunas

Dompet Digital Ikut Jadi Sorotan

Dalam rapat di DPR, Meutya juga menyoroti sejumlah layanan dompet digital dan operator seluler yang kerap menjadi jalur transaksi judi online.

Ia menyebut layanan seperti Dana, Doku, Gopay, OVO, LinkAja, ShopeePay, hingga QRIS perlu memperketat pengawasan terhadap aktivitas mencurigakan.

Menurut Meutya, pemerintah membutuhkan sistem pengawasan transaksi keuangan dan pembayaran digital yang lebih kuat untuk memberantas judi online.

Judi Online Mulai Menyasar Anak-anak

Meutya juga mengungkapkan sekitar 200 ribu anak di Indonesia telah terpapar judi online. Dari jumlah itu, sekitar 80 ribu anak masih berusia di bawah 10 tahun.

Baca Juga :  Densus 88 Peringatkan Bahaya Algoritma Medsos, Generasi Muda Jadi Target Baru Kelompok Radikal

Ia menilai kondisi tersebut menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda Indonesia.

“Judi online adalah scam yang sistemnya memastikan pemain hampir selalu rugi dan kalah dalam jangka panjang,” ujar Meutya saat menghadiri kegiatan Indonesia GOID Menyapa Gass Pol Tolak Judol di Medan.

Pemerintah Tingkatkan Literasi Digital

Menurut Meutya, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan pemblokiran situs dan penindakan hukum untuk memberantas judi online.

Pemerintah juga harus meningkatkan literasi digital dan memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya judi online.

“Kita tidak hanya menutup akses atau melakukan takedown. Yang terpenting adalah menjangkau masyarakat luas dengan fakta-fakta ini, sehingga kesadaran tumbuh dari dalam keluarga dan komunitas,” kata Meutya. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Minta Patroli Karhutla Diperketat, Sugiono Soroti Munculnya Titik Api Baru
Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam
Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan
Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran
RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali
Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa
Sudaryono Ubah Aturan MBG, Biaya Operasional Rp5.000 per Porsi Kini Dibatasi
Bambang Haryo Minta Kemenhut dan Perhutani Dievaluasi, Penanganan Karhutla Jangan Hanya Sasar 32 Perusahaan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:09 WIB

RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa

Berita Terbaru