WNA Jadi Dirut PT DSI, Langkah Prabowo Putus Mafia Ekspor SDA Picu Pro Kontra

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Luke Thomas Mahony berdiri di tengah sorotan setelah pemerintah menunjuknya sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), BUMN baru yang akan mengelola ekspor sumber daya alam strategis Indonesia mulai Juni 2026.

Luke Thomas Mahony berdiri di tengah sorotan setelah pemerintah menunjuknya sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), BUMN baru yang akan mengelola ekspor sumber daya alam strategis Indonesia mulai Juni 2026.

Jakarta, APGtimes.com — Pemerintah menunjuk warga negara Australia, Luke Thomas Mahony, sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Keputusan itu langsung memicu pro dan kontra karena PT DSI akan menjadi pintu tunggal ekspor sumber daya alam strategis Indonesia mulai 1 Juni 2026.

PT DSI berada di bawah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia. Pemerintah membentuk perusahaan itu untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas nasional.

Nama Luke Thomas Mahony tercantum dalam Surat Keputusan Pengesahan Nomor AHU-0039765.AH.01.01 Tahun 2026 tertanggal 19 Mei 2026. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum menerbitkan dokumen tersebut.

Luke saat ini menjabat sebagai SEVP Business Performance & Optimization Danantara Indonesia sejak September 2025. Ia memiliki pengalaman lebih dari 21 tahun di industri pertambangan.

Baca Juga :  Prabowo Minta Penghematan Program MBG, Pemerintah Hitung Efisiensi Anggaran

Sebelum bergabung dengan Danantara Indonesia, Luke menjabat sebagai Chief Strategy and Technical Officer PT Vale Indonesia Tbk pada Juli 2024 hingga September 2025.

Dinilai Bisa Putus Rantai Kongkalikong

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, mendukung langkah pemerintah menunjuk Luke sebagai direktur utama PT DSI.

Menurut Sarmuji, Presiden Prabowo Subianto ingin memutus praktik kongkalikong dalam pengelolaan ekspor sumber daya alam.

“Presiden mungkin bermaksud memutus rantai kongkalikong yang melibatkan perkawanan. Dengan Luke Thomas sebagai dirut, kemungkinan jalur perkawanan akan lebih minim,” ujar Sarmuji, Jumat (22/5/2026).

Sarmuji menilai kompetensi dan integritas menjadi alasan utama pemerintah memilih Luke.

“Kompetensi dan integritas adalah kunci karena PT DSI akan mengelola penjualan sumber daya yang sangat besar. Tujuannya agar tidak ada penyelewengan lagi,” katanya.

Baca Juga :  Kemenbud dan Kementerian PKP Siapkan Revitalisasi 3.500 Rumah Adat di Indonesia

PDI-P Akui Terkejut

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mengaku terkejut mendengar penunjukan WNA sebagai pimpinan PT DSI.

Meski begitu, Mufti tetap mencoba melihat keputusan pemerintah secara objektif.

Menurutnya, PT DSI memegang peran penting karena perusahaan itu mengelola ekspor sumber daya alam nasional yang berkaitan dengan devisa negara dan masa depan industri Indonesia.

Mufti juga menilai kebijakan tersebut akan memengaruhi kepercayaan dunia usaha terhadap arah ekonomi Indonesia.

Di sisi lain, sejumlah pihak tetap mempertanyakan keputusan pemerintah menunjuk WNA untuk memimpin perusahaan strategis yang mengelola ekspor sumber daya alam nasional. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Terancam Gagal Bayar Juli 2027
Jangan Sampai Terlambat, Ini 7 Kondisi yang Mengharuskan Ganti Sertifikat Tanah
Tito Karnavian Ungkap Banyak Daerah Mengaku Tak Mampu Bayar Gaji PPPK
Komisi II DPR Tegaskan PPPK dan PPPK Paruh Waktu Tidak Boleh Diberhentikan
Tito Karnavian Soroti Honorer Datang Jam 8 Pulang Jam 10, Kepala Daerah Diminta Stop Rekrutmen
Mengapa Kasus Rudapaksa di Pesantren Masih Terus Terjadi? Ini Faktor yang Memicunya
Gempa Susulan M 6 Guncang Gorontalo Setelah Gempa Dahsyat M 7,7 Filipina, BMKG Keluarkan Peringatan
Pertamina Ungkap Solar Subsidi di Sumbar Over Kuota 19 Persen
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:09 WIB

BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Terancam Gagal Bayar Juli 2027

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:09 WIB

Jangan Sampai Terlambat, Ini 7 Kondisi yang Mengharuskan Ganti Sertifikat Tanah

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:09 WIB

Tito Karnavian Ungkap Banyak Daerah Mengaku Tak Mampu Bayar Gaji PPPK

Senin, 8 Juni 2026 - 17:09 WIB

Komisi II DPR Tegaskan PPPK dan PPPK Paruh Waktu Tidak Boleh Diberhentikan

Senin, 8 Juni 2026 - 14:09 WIB

Tito Karnavian Soroti Honorer Datang Jam 8 Pulang Jam 10, Kepala Daerah Diminta Stop Rekrutmen

Berita Terbaru

Trofi Piala Dunia yang akan diperebutkan kembali dalam Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Piala Dunia 2026 akan menggunakan format baru karena diikuti 48 negara yang dibagi dalam 12 grup di mana dua tim teratas setiap grup plus delapan peringkat ketiga terbaik maju ke babak 32 besar.(TANGKAPAN LAYAR TWITTER FIFA)

Internasional

Iran Tuding AS Cabut Tiket Piala Dunia 2026, FIFA Didesak Bertindak

Selasa, 9 Jun 2026 - 18:09 WIB