Pemerintah Libatkan Banyak Kementerian Awasi PT DSI

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) menyampaikan keterangan pers usai mengikuti rapat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/5/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) menyampaikan keterangan pers usai mengikuti rapat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/5/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Jakarta, APGtimes.com — Pemerintah menyiapkan pengawasan lintas kementerian untuk mengawasi PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Perusahaan itu akan mengelola ekspor sumber daya strategis mulai 1 Juni 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pemerintah akan menaruh perwakilan dari sejumlah kementerian dan lembaga di tubuh DSI. Pemerintah mengambil langkah itu untuk mencegah praktik monopoli dalam pengelolaan ekspor sumber daya alam.

Selain itu, Purbaya menilai pengawasan lintas instansi bisa menjaga persaingan pasar tetap sehat. Karena itu, pemerintah ingin memperkuat kontrol terhadap aktivitas DSI sejak awal.

“Kalau untuk pengawasan benar katanya kita mesti taruh orang di sana termasuk dari Keuangan, dari kementerian lain juga supaya tidak jadi monopoli yang seenak jidat gitu,” kata Purbaya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2026).

Baca Juga :  Kapolri Suyudi Mutasi 19 Kapolda, Dadang Hartanto Gantikan Asep Edi Suheri

Pemerintah Libatkan Banyak Instansi

Menurut Purbaya, pemerintah membangun sistem pengawasan yang lebih kuat dibanding lembaga sebelumnya. Pemerintah juga melibatkan banyak instansi dalam proses pengawasan DSI.

Langkah tersebut bertujuan agar DSI tidak mengganggu mekanisme pasar ekspor nasional.

“Saya pikir pengawasan di DSI akan lebih bagus dibanding lembaga-lembaga yang ada sebelumnya, sehingga dia nggak akan jadi monopolis yang mengganggu pasar,” ujarnya.

Baca Juga :  Rp18,9 Triliun Cair untuk 546 Daerah, PPPK Tak Boleh Dirumahkan

Sementara itu, Purbaya memastikan pejabat pengawas DSI berasal dari berbagai kementerian dan lembaga.

“Nanti dari mana-mana,” katanya.

Pemerintah Segera Tetapkan Status BUMN

Di sisi lain, Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan pemerintah akan menetapkan PT DSI sebagai badan usaha milik negara pada pekan depan.

“Minggu depan,” ujar Rosan.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan kantor PT DSI di gedung BPI Danantara.

“Di Danantara. Sudah ada kantor untuk PT DSI di Danantara,” katanya. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PPN Pembalut 11 Persen Jadi Sorotan, Menteri PPPA Harap Ada Kebijakan Menggembirakan
Ferry Boboho Ungkap Pernah Bahas Kasus Harvey Moeis dengan Febrie Adriansyah
Indonesia Gelar Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang, Libatkan Negara ASEAN dan Mitra
Putusan Kasasi Ijazah Gibran Jadi Sorotan, MA Belum Terima Salinan Resmi
Banjir Aceh Barat Meluas, 43 Gampong Terendam dan Dua Jembatan Gantung Rusak Berat
Prabowo Minta Patroli Karhutla Diperketat, Sugiono Soroti Munculnya Titik Api Baru
Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam
Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 21:09 WIB

PPN Pembalut 11 Persen Jadi Sorotan, Menteri PPPA Harap Ada Kebijakan Menggembirakan

Senin, 2 November 2026 - 20:09 WIB

Ferry Boboho Ungkap Pernah Bahas Kasus Harvey Moeis dengan Febrie Adriansyah

Senin, 2 November 2026 - 16:09 WIB

Indonesia Gelar Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang, Libatkan Negara ASEAN dan Mitra

Senin, 2 November 2026 - 11:09 WIB

Putusan Kasasi Ijazah Gibran Jadi Sorotan, MA Belum Terima Salinan Resmi

Senin, 2 November 2026 - 10:09 WIB

Banjir Aceh Barat Meluas, 43 Gampong Terendam dan Dua Jembatan Gantung Rusak Berat

Berita Terbaru