Pakar Siber Bongkar Sistem Pengawasan China, Aktivitas Warga Bisa Dilacak 24 Jam

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, APGtimes.com — Seorang pakar keamanan siber membongkar sistem pengawasan digital canggih di China yang kini mampu melacak aktivitas individu secara menyeluruh dan real time. Sistem itu menggabungkan data perjalanan, pengenalan wajah, transaksi digital, hingga aktivitas harian untuk membentuk profil lengkap seseorang.

Peneliti keamanan siber dengan nama samaran NetAskari menemukan basis data sensitif milik aparat keamanan China saat membuka dasbor web tanpa perlindungan keamanan.

Ia awalnya mengira sistem tersebut hanya memuat data tiruan. Namun, NetAskari justru melihat data asli jurnalis asing yang tinggal di Beijing sekitar tahun 2021.

Sistem Rekam Aktivitas Secara Detail

Basis data itu memuat foto paspor, nomor ponsel pribadi, detail visa, hingga tanggal lahir para jurnalis asing.

NetAskari bahkan menemukan data pribadinya sendiri di daftar pemantauan aparat keamanan China.

Baca Juga :  Taiwan Tegaskan Negaranya Merdeka Meski Donald Trump Beri Peringatan

“Sebagai jurnalis di China, Anda memang merasa selalu diawasi. Namun, saya terkejut karena sistem sensitif seperti ini ternyata sangat mudah diakses,” ujarnya.

China Perkuat Pengawasan Digital

Pemerintah China mengembangkan sistem “profil holografik” untuk menggabungkan berbagai sumber data secara langsung.

Aparat keamanan memakai teknologi tersebut guna mendukung pengawasan di Zhangjiakou, lokasi Olimpiade Musim Dingin 2022.

Teknologi itu tidak hanya memakai kamera CCTV, tetapi juga memanfaatkan analisis data untuk memantau aktivitas masyarakat selama 24 jam.

Sistem tersebut mampu mencatat nomor kursi kereta, lokasi wisata yang dikunjungi, hingga pola perjalanan seseorang.

Aparat Pantau Jurnalis Asing

NetAskari menyebut aparat keamanan China memberi perhatian khusus kepada warga asing, terutama jurnalis dari negara-negara Barat.

Baca Juga :  Bank Dunia Resmi Kurangi Pinjaman ke China, Target Nol pada 2031

Sistem pengawasan itu menandai jurnalis dari kelompok negara “Five Eyes” seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia, Selandia Baru, dan Kanada.

Saat jurnalis memasuki wilayah tertentu, sistem langsung mengirim peringatan otomatis kepada aparat keamanan.

Menurut NetAskari, teknologi itu membuat aparat tidak perlu mengikuti target secara langsung di lapangan.

Sistem Analisis Gerak dan Relasi

Selain melacak aktivitas individu, sistem itu juga mampu memetakan hubungan sosial dan pola interaksi antarmanusia.

Teknologi tersebut menyusun grafik jaringan berdasarkan intensitas pertemuan dan interaksi yang tertangkap kamera pengawas.

NetAskari menilai sistem pengawasan modern kini mengubah manusia menjadi sekumpulan data yang bisa dianalisis dan dikendalikan.

“Manusia direduksi menjadi angka, pola, dan operasi matematis,” katanya. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Ancam Balas Ukraina, Serangan di Laut Kaspia Picu Ketegangan Baru
Kim Yo Jong Kritik ASEAN, Trump Tunda Serangan ke Iran hingga Usulan Dwi Kewarganegaraan Indonesia Jadi Sorotan
Meski Gagal Juara Piala Dunia 2026, Presiden Argentina Tetapkan Hari Libur Nasional
NORAD Perketat Ruang Udara New York Jelang Final Argentina vs Spanyol di Piala Dunia 2026
Mahasiswa Indonesia Tembus Final Kompetisi Teknologi Pangan Dunia di Chicago, Inovasinya Jadi Sorotan
Filipina Murka! Video AI China Daily yang Gambarkan Warganya sebagai Monyet Picu Kecaman Keras
Australia Belajar Toleransi dari Indonesia, Pejabat Negeri Kanguru Kunjungi Masjid Istiqlal
Australia Resmi Larang Penjualan Daun Kelor, Petani Protes dan Ajukan Banding ke Pemerintah
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:09 WIB

Iran Ancam Balas Ukraina, Serangan di Laut Kaspia Picu Ketegangan Baru

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:09 WIB

Kim Yo Jong Kritik ASEAN, Trump Tunda Serangan ke Iran hingga Usulan Dwi Kewarganegaraan Indonesia Jadi Sorotan

Senin, 20 Juli 2026 - 16:09 WIB

Meski Gagal Juara Piala Dunia 2026, Presiden Argentina Tetapkan Hari Libur Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:09 WIB

NORAD Perketat Ruang Udara New York Jelang Final Argentina vs Spanyol di Piala Dunia 2026

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:09 WIB

Mahasiswa Indonesia Tembus Final Kompetisi Teknologi Pangan Dunia di Chicago, Inovasinya Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Baliho bergambar mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini (kiri) dan yang baru saja meninggal Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dipasang di Teheran, Iran, 8 Juni 2026.(AFP/ATTA KENARE)

Internasional

Iran Ancam Balas Ukraina, Serangan di Laut Kaspia Picu Ketegangan Baru

Selasa, 28 Jul 2026 - 22:09 WIB