Golkar Sebut Pendidikan Indonesia Sudah Lampu Merah, Guru Honorer Jadi Sorotan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fraksi Partai Golkar MPR RI meminta pemerintah segera menindaklanjuti isu guru honorer hingga dosen yang sebagian besar hidupnya masih memprihatinkan. (Taufiq/detikcom)

Fraksi Partai Golkar MPR RI meminta pemerintah segera menindaklanjuti isu guru honorer hingga dosen yang sebagian besar hidupnya masih memprihatinkan. (Taufiq/detikcom)

Jakarta, APGtimes.com — Ketua Fraksi Partai Golkar MPR, Melchias Markus Mekeng, menilai kondisi pendidikan di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Ia mengibaratkan dunia pendidikan nasional saat ini berada dalam kondisi “lampu merah”.

Mekeng menyampaikan pernyataan itu saat menghadiri diskusi Fraksi Golkar MPR di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Senin (25/5/2026).

“Masalah pendidikan sudah dalam kondisi lampu merah,” ujar Mekeng.

Mekeng Minta Pemerintah Bergerak Cepat

Mekeng meminta pemerintah segera memberi perhatian serius terhadap kualitas pendidikan nasional.

Menurut dia, Indonesia akan semakin tertinggal jika pemerintah tidak segera melakukan pembenahan.

Baca Juga :  Taspen Cairkan Gaji Ke-13 Pensiunan ASN Mulai 2 Juni 2026

Ia juga menyoroti capaian sains dan sejumlah indikator pendidikan Indonesia yang masih berada di bawah rata-rata.

Karena itu, Mekeng mendorong pemerintah memperbesar anggaran pendidikan agar kualitas tenaga pendidik ikut meningkat.

Anggaran Pendidikan Dinilai Masih Kurang

Mekeng mengatakan peningkatan anggaran dapat membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan guru dan dosen.

Selain itu, dukungan anggaran yang kuat juga bisa membantu kementerian pendidikan membuat kebijakan yang lebih efektif.

Menurut Mekeng, guru, dosen, dan peserta didik membutuhkan perhatian lebih agar kualitas pendidikan nasional meningkat.

Baca Juga :  Dasco Desak Pemerintah Benahi Tata Kelola PPPK, Cegah Penumpukan Honorer di Daerah

Guru Honorer Masih Hadapi Banyak Masalah

Mekeng juga menyoroti kondisi guru honorer dan dosen yang menurutnya masih memprihatinkan.

Ia menyebut guru honorer tetap menjadi tulang punggung pendidikan di banyak daerah karena kekurangan guru ASN.

Namun, para guru honorer masih menghadapi upah rendah, ketidakpastian status, hingga diskriminasi dalam rekrutmen ASN.

Selain itu, Mekeng juga meminta pemerintah mengurangi kesenjangan antara sekolah negeri dan sekolah swasta. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Minta Patroli Karhutla Diperketat, Sugiono Soroti Munculnya Titik Api Baru
Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam
Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan
Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran
RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali
Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa
Sudaryono Ubah Aturan MBG, Biaya Operasional Rp5.000 per Porsi Kini Dibatasi
Bambang Haryo Minta Kemenhut dan Perhutani Dievaluasi, Penanganan Karhutla Jangan Hanya Sasar 32 Perusahaan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Prabowo Minta Patroli Karhutla Diperketat, Sugiono Soroti Munculnya Titik Api Baru

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:09 WIB

RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali

Berita Terbaru

Salah satu dapur MBG

Ekonomi & Bisnis

7 Dapur MBG di Padang Panjang Ditutup

Minggu, 1 Nov 2026 - 12:04 WIB