Purbaya Belum Tahu Sumber Anggaran Sapi Kurban Prabowo, Nilainya Rp100 Miliar

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Selasa (5/5/2026) malam.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Selasa (5/5/2026) malam.

Jakarta, APGtimes.com — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui sumber anggaran pembelian sapi kurban Presiden Prabowo Subianto untuk Idul Adha 2026.

Pernyataan itu muncul setelah publik menyoroti program bantuan kemasyarakatan presiden yang menyalurkan ribuan sapi kurban ke berbagai daerah di Indonesia.

Saat menemui wartawan pada Rabu (27/5/2026), Purbaya mengatakan dirinya belum menerima informasi rinci mengenai anggaran program tersebut.

“Saya tidak tahu masalah itu. Saya cek, saya tidak tahu,” kata Purbaya.

Purbaya kemudian meminta wartawan mengajukan pertanyaan terkait anggaran tersebut kepada Menteri Sekretaris Negara.

“Tanya Mensesneg, tapi rasanya pakai uang mereka sendiri,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiontoro mengatakan Presiden Prabowo menyalurkan sekitar 1.098 ekor sapi kurban pada Idul Adha 2026.

Baca Juga :  8 Sekolah Kedinasan Akreditasi Unggul 2026, Lulus Berpeluang Jadi CPNS dan TNI

Menurut Juri, program bantuan kurban itu memakai anggaran bantuan kemasyarakatan presiden dari APBN. Ia memperkirakan nilai program tersebut mencapai sekitar Rp100 miliar.

Pemerintah mengirim sapi kurban itu ke seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia. Melalui program tersebut, pemerintah membantu masyarakat sekaligus memperkuat semangat berbagi pada Hari Raya Idul Adha.

Di tengah polemik yang berkembang, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menilai penggunaan APBN untuk bantuan kurban presiden merupakan hal yang wajar.

Menurut Sugiat, setiap kepala negara memiliki alokasi anggaran untuk menjalankan berbagai program sosial yang langsung membantu masyarakat.

“Ini hal yang biasa dalam persoalan kenegaraan. Presiden sebagai kepala negara memang memiliki anggaran untuk membantu masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Prabowo Minta Penghematan Program MBG, Pemerintah Hitung Efisiensi Anggaran

Politikus Partai Gerindra itu mengatakan pemerintah tidak hanya menjalankan program bantuan pada hari raya keagamaan. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan fasilitas publik.

Karena itu, Sugiat meminta masyarakat menilai program bantuan kurban tersebut berdasarkan manfaat yang masyarakat rasakan secara langsung.

Ia juga menegaskan penggunaan anggaran negara untuk bantuan kurban presiden bukan kebijakan baru. Menurutnya, presiden-presiden sebelumnya juga memakai anggaran negara untuk menjalankan program bantuan kemasyarakatan yang serupa.

Pada Idul Adha 2026, Presiden Prabowo menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban dengan bobot antara 800 kilogram hingga 1,3 ton ke berbagai daerah di Indonesia. Program itu menjangkau seluruh provinsi serta ratusan kabupaten dan kota di berbagai wilayah Tanah Air. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Terancam Gagal Bayar Juli 2027
Jangan Sampai Terlambat, Ini 7 Kondisi yang Mengharuskan Ganti Sertifikat Tanah
Tito Karnavian Ungkap Banyak Daerah Mengaku Tak Mampu Bayar Gaji PPPK
Komisi II DPR Tegaskan PPPK dan PPPK Paruh Waktu Tidak Boleh Diberhentikan
Tito Karnavian Soroti Honorer Datang Jam 8 Pulang Jam 10, Kepala Daerah Diminta Stop Rekrutmen
Mengapa Kasus Rudapaksa di Pesantren Masih Terus Terjadi? Ini Faktor yang Memicunya
Gempa Susulan M 6 Guncang Gorontalo Setelah Gempa Dahsyat M 7,7 Filipina, BMKG Keluarkan Peringatan
Pertamina Ungkap Solar Subsidi di Sumbar Over Kuota 19 Persen
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:09 WIB

BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Terancam Gagal Bayar Juli 2027

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:09 WIB

Jangan Sampai Terlambat, Ini 7 Kondisi yang Mengharuskan Ganti Sertifikat Tanah

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:09 WIB

Tito Karnavian Ungkap Banyak Daerah Mengaku Tak Mampu Bayar Gaji PPPK

Senin, 8 Juni 2026 - 17:09 WIB

Komisi II DPR Tegaskan PPPK dan PPPK Paruh Waktu Tidak Boleh Diberhentikan

Senin, 8 Juni 2026 - 14:09 WIB

Tito Karnavian Soroti Honorer Datang Jam 8 Pulang Jam 10, Kepala Daerah Diminta Stop Rekrutmen

Berita Terbaru

Trofi Piala Dunia yang akan diperebutkan kembali dalam Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Piala Dunia 2026 akan menggunakan format baru karena diikuti 48 negara yang dibagi dalam 12 grup di mana dua tim teratas setiap grup plus delapan peringkat ketiga terbaik maju ke babak 32 besar.(TANGKAPAN LAYAR TWITTER FIFA)

Internasional

Iran Tuding AS Cabut Tiket Piala Dunia 2026, FIFA Didesak Bertindak

Selasa, 9 Jun 2026 - 18:09 WIB