Kemkomdigi Pastikan Telekomunikasi Sumatera Pulih 100 Persen Pascablackout

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga memadati warung kopi di Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, saat pemadaman listrik, Jumat (25/5/2026) malam(KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO)

Warga memadati warung kopi di Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, saat pemadaman listrik, Jumat (25/5/2026) malam(KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO)

Jakarta, APGtimes.com — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan layanan telekomunikasi di wilayah Sumatera telah pulih sepenuhnya setelah terdampak blackout atau pemadaman listrik massal beberapa waktu lalu.

Kemkomdigi menyatakan tingkat pemulihan layanan telekomunikasi mencapai 100 persen sejak Kamis (28/5/2026) pukul 00.00 WIB. Kondisi tersebut tetap stabil hingga pukul 09.00 WIB pada hari yang sama.

“Tingkat pemulihan tetap pada 100 persen sejak tercapai pada 28 Mei 2026 pukul 00.00 WIB, dan bertahan stabil hingga pukul 09.00 WIB,” kata Kemkomdigi dalam keterangan resmi di Jakarta.

Sejak Kamis pagi, seluruh layanan telekomunikasi di Sumatera beroperasi normal. Operator juga mengaktifkan seluruh situs Base Transceiver Station (BTS) yang sebelumnya terdampak gangguan.

Baca Juga :  PLN Masih Lakukan Pemadaman Bergilir di Jambi, Sumsel, dan Bengkulu

Kemkomdigi menyebut tidak ada lagi BTS yang mengalami gangguan maupun pemadaman. Selain itu, operator juga tidak menemukan gangguan susulan setelah proses pemulihan selesai.

“Tidak ada lagi situs yang berstatus down atau padam,” tulis Kemkomdigi.

Karena seluruh layanan kembali normal, Kemkomdigi menyatakan penanganan gangguan telekomunikasi akibat blackout Sumatera telah selesai.

Sebelumnya, gangguan telekomunikasi mencapai puncaknya pada Minggu (24/5/2026). Saat itu, sebanyak 10.713 BTS yang tersebar di 10 provinsi dan 142 kabupaten/kota di Sumatera berhenti beroperasi akibat pemadaman listrik massal.

Proses pemulihan sempat menghadapi tantangan ketika Aceh mengalami pemadaman listrik susulan pada Senin (25/5/2026) malam. Kondisi tersebut sempat menambah jumlah BTS yang terdampak.

Di sisi lain, PT PLN (Persero) lebih dulu mengumumkan pemulihan sistem kelistrikan Sumatera pada Minggu (24/5/2026). PLN menyebut seluruh sistem kelistrikan kembali normal setelah mengalami blackout pada Jumat (22/5/2026).

Baca Juga :  Prabowo Janji Rawat Bandara Miangas dan Bangun Desa Nelayan

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan tim PLN melakukan pemulihan secara intensif sejak gangguan pertama kali terjadi.

Sementara itu, Direktur Transmisi PLN Edwin Nugraha menjelaskan hujan lebat, petir, dan angin kencang memicu fenomena power swing pada sistem kelistrikan Sumatera.

Menurut Edwin, cuaca ekstrem mengganggu jaringan transmisi 275 kV New Aur Duri di Jambi. Gangguan tersebut kemudian memengaruhi sistem kelistrikan Sumatera karena pasokan listrik untuk wilayah utara banyak bergantung pada aliran daya dari Sumatera bagian selatan. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jangan Sampai Terlambat, Ini 7 Kondisi yang Mengharuskan Ganti Sertifikat Tanah
Tito Karnavian Ungkap Banyak Daerah Mengaku Tak Mampu Bayar Gaji PPPK
Komisi II DPR Tegaskan PPPK dan PPPK Paruh Waktu Tidak Boleh Diberhentikan
Tito Karnavian Soroti Honorer Datang Jam 8 Pulang Jam 10, Kepala Daerah Diminta Stop Rekrutmen
Mengapa Kasus Rudapaksa di Pesantren Masih Terus Terjadi? Ini Faktor yang Memicunya
Gempa Susulan M 6 Guncang Gorontalo Setelah Gempa Dahsyat M 7,7 Filipina, BMKG Keluarkan Peringatan
Pertamina Ungkap Solar Subsidi di Sumbar Over Kuota 19 Persen
Jemaah Haji Kloter KJT-04 Akhirnya Pulang Setelah Penerbangan Tertunda
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:09 WIB

Tito Karnavian Ungkap Banyak Daerah Mengaku Tak Mampu Bayar Gaji PPPK

Senin, 8 Juni 2026 - 17:09 WIB

Komisi II DPR Tegaskan PPPK dan PPPK Paruh Waktu Tidak Boleh Diberhentikan

Senin, 8 Juni 2026 - 14:09 WIB

Tito Karnavian Soroti Honorer Datang Jam 8 Pulang Jam 10, Kepala Daerah Diminta Stop Rekrutmen

Senin, 8 Juni 2026 - 13:09 WIB

Mengapa Kasus Rudapaksa di Pesantren Masih Terus Terjadi? Ini Faktor yang Memicunya

Senin, 8 Juni 2026 - 09:09 WIB

Gempa Susulan M 6 Guncang Gorontalo Setelah Gempa Dahsyat M 7,7 Filipina, BMKG Keluarkan Peringatan

Berita Terbaru

Trofi Piala Dunia yang akan diperebutkan kembali dalam Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Piala Dunia 2026 akan menggunakan format baru karena diikuti 48 negara yang dibagi dalam 12 grup di mana dua tim teratas setiap grup plus delapan peringkat ketiga terbaik maju ke babak 32 besar.(TANGKAPAN LAYAR TWITTER FIFA)

Internasional

Iran Tuding AS Cabut Tiket Piala Dunia 2026, FIFA Didesak Bertindak

Selasa, 9 Jun 2026 - 18:09 WIB