Mengapa Jemaah Haji Dilarang Membawa Air Zam-Zam di Pesawat? Ini Penjelasannya

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas PPIH Embarkasi Aceh saat melihat paket air zamzam JCH Aceh yang baru tiba di Asrama Haji Embarkasi Aceh, di Banda Aceh, Kamis (14/5/2026). (ANTARA/HO/PPIH Embarkasi Aceh)

Petugas PPIH Embarkasi Aceh saat melihat paket air zamzam JCH Aceh yang baru tiba di Asrama Haji Embarkasi Aceh, di Banda Aceh, Kamis (14/5/2026). (ANTARA/HO/PPIH Embarkasi Aceh)

Jakarta, APGtimes.com — Kementerian Haji dan Umrah kembali mengingatkan seluruh jemaah haji Indonesia agar tidak membawa air zam-zam ke dalam koper kabin maupun koper bagasi saat perjalanan pulang ke Tanah Air.

Pemerintah menegaskan larangan tersebut berlaku untuk seluruh jemaah karena aturan penerbangan internasional melarang pengangkutan cairan dalam jumlah besar di pesawat.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, mengatakan petugas bandara akan memeriksa seluruh barang bawaan jemaah sebelum keberangkatan.

Menurut Maria, upaya membawa air zam-zam secara mandiri dapat menghambat proses pemeriksaan bagasi dan berpotensi memicu pelanggaran aturan penerbangan.

“Jemaah tidak perlu memasukkan air zam-zam ke dalam koper karena pemerintah sudah menyiapkan distribusi air zam-zam setibanya di Tanah Air,” kata Maria, Senin (2/6/2026).

Setiap Jemaah Dapat 5 Liter Air Zam-Zam

Maria menjelaskan pemerintah akan membagikan air zam-zam kepada seluruh jemaah haji Indonesia setelah mereka tiba di debarkasi masing-masing.

Baca Juga :  Sidang Bongkar Modus Klaim Fiktif BPJS Ketenagakerjaan, Kerugian Negara Rp24,5 Miliar

Setiap jemaah akan menerima satu galon air zam-zam dengan kapasitas lima liter sesuai mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah.

Karena itu, jemaah tidak perlu mencari cara untuk membawa air zam-zam dari Arab Saudi ke Indonesia.

Kementerian Haji dan Umrah berharap seluruh jemaah mematuhi aturan tersebut agar proses kepulangan berjalan lancar dan aman.

Aturan Internasional Larang Cairan Berlebih

Larangan membawa air zam-zam merupakan bagian dari regulasi penerbangan internasional yang mengatur pengangkutan cairan, aerosol, dan gel atau Liquid, Aerosols and Gels (LAGs).

Aturan tersebut mengacu pada standar keamanan penerbangan yang diterbitkan International Civil Aviation Organization (ICAO).

Baca Juga :  Polda Jatim Bongkar Penyelundupan 53 Gading Gajah, Dititipkan di Koper Jemaah Umrah

Pemerintah Indonesia juga menerapkan ketentuan itu melalui Program Keamanan Penerbangan Nasional yang diatur Kementerian Perhubungan.

Melalui aturan tersebut, penumpang hanya boleh membawa cairan maksimal 100 mililiter per kemasan ke dalam kabin pesawat.

Petugas keamanan bandara akan menyita cairan yang melebihi batas tersebut saat pemeriksaan keamanan.

Ada Pengecualian untuk Barang Tertentu

Meski membatasi cairan dalam penerbangan, regulator tetap memberikan pengecualian untuk beberapa kebutuhan khusus.

Petugas mengizinkan penumpang membawa obat-obatan medis sesuai kebutuhan perjalanan.

Selain itu, penumpang juga dapat membawa susu bayi, makanan bayi, serta makanan atau minuman untuk kebutuhan diet khusus.

Kementerian Haji dan Umrah meminta seluruh jemaah mematuhi ketentuan tersebut agar proses kepulangan dari Arab Saudi menuju Indonesia berlangsung lebih cepat, aman, dan nyaman. (da*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Tak Matikan Warung dan UMKM, Ini Peran Utamanya
BPJS Kesehatan PBI Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali dengan Mudah
Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Makin Kuat, Pengamat Ungkap 11 Pejabat yang Layak Dievaluasi
Membludak! Pendaftar Magang Nasional 2026 Capai 300 Ribu, Kuota Tahap I Cuma 50 Ribu
Prabowo Resmikan 7 Kejari Baru, Kejagung Langsung Siapkan Kantor dan Operasional
Aturan Baru Pilkades 2027 Resmi Berlaku, Calon Tunggal Kini Bisa Melawan Kotak Kosong
Pemerintah Resmi Terbitkan Izin, Pembangunan 17 Yonif Teritorial TNI AD Segera Berjalan
Sudaryono Larang Dapur MBG Cari Bahan Murah, Wajib Ikuti Harga Acuan Pemerintah
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:09 WIB

Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Tak Matikan Warung dan UMKM, Ini Peran Utamanya

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:09 WIB

BPJS Kesehatan PBI Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali dengan Mudah

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:09 WIB

Membludak! Pendaftar Magang Nasional 2026 Capai 300 Ribu, Kuota Tahap I Cuma 50 Ribu

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:09 WIB

Prabowo Resmikan 7 Kejari Baru, Kejagung Langsung Siapkan Kantor dan Operasional

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:09 WIB

Aturan Baru Pilkades 2027 Resmi Berlaku, Calon Tunggal Kini Bisa Melawan Kotak Kosong

Berita Terbaru

Baliho bergambar mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini (kiri) dan yang baru saja meninggal Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dipasang di Teheran, Iran, 8 Juni 2026.(AFP/ATTA KENARE)

Internasional

Iran Ancam Balas Ukraina, Serangan di Laut Kaspia Picu Ketegangan Baru

Selasa, 28 Jul 2026 - 22:09 WIB