Jakarta, APGtimes.com — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta pelaku pasar tidak panik menyikapi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski pasar keuangan menghadapi tekanan.
Purbaya menilai pelemahan yang terjadi lebih banyak dipengaruhi sentimen jangka pendek dibandingkan masalah mendasar pada perekonomian nasional.
“Jangan takut, fundamental ekonomi bagus. Ini mungkin ada short, ketakutan orang jangka pendek saja. Fondasi ekonomi bagus, enggak ada masalah. Pendapatan pajak di Mei saja masih kencang begitu,” kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Penerimaan Pajak dan Konsumsi Tetap Kuat
Purbaya menjelaskan berbagai indikator ekonomi domestik masih menunjukkan tren positif. Salah satunya terlihat dari penerimaan pajak yang tetap tumbuh pada Mei 2026.
Selain itu, ia juga melihat aktivitas ekonomi masyarakat masih berjalan cukup baik di berbagai sektor.
Menurutnya, tingginya aktivitas di pusat hiburan, hotel, pusat perbelanjaan, dan lalu lintas perkotaan menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga.
“Di mana-mana ramai kan, tempat hiburan, hotel, di jalan. Jakarta juga ramai. Jadi memang domestic demand masih kuat, daya beli masyarakat masih cukup kuat,” ujarnya.
Permintaan Domestik Jadi Penopang Ekonomi
Purbaya menilai permintaan domestik masih menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Karena itu, ia optimistis ekonomi nasional tetap mampu tumbuh meski pasar keuangan menghadapi tekanan dari berbagai sentimen global.
Menurutnya, kekuatan konsumsi rumah tangga dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi dalam jangka menengah.
“Domestic demand masih kuat. Daya beli masyarakat masih cukup kuat. Itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi kita,” katanya.
Purbaya Yakin IHSG Akan Kembali Menguat
Meski IHSG mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir, Purbaya meyakini pasar saham Indonesia akan kembali menguat.
Ia menilai kondisi ekonomi yang solid menjadi modal penting bagi pemulihan pasar keuangan nasional.
“Saya yakin akan naik lagi karena fondasi ekonomi bagus,” ujarnya.
Namun, Purbaya tidak memberikan proyeksi mengenai level IHSG yang dapat dicapai dalam waktu dekat.
Pemerintah Jaga Sentimen Pasar
Selain memperkuat fundamental ekonomi, pemerintah juga berupaya menjaga kepercayaan investor dan sentimen pasar.
Purbaya mengatakan pemerintah akan terus memantau perkembangan pasar keuangan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Dalam beberapa hari terakhir, pasar keuangan Indonesia menghadapi tekanan akibat berbagai sentimen global dan domestik. Kondisi tersebut turut memengaruhi pergerakan IHSG dan nilai tukar rupiah.
Pada perdagangan Kamis (4/6/2026), IHSG kembali bergerak di zona merah. Indeks sempat dibuka di level 5.919,57 sebelum melanjutkan pelemahan pada sesi perdagangan pagi.
Meski demikian, pemerintah menilai kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih cukup solid untuk menghadapi gejolak pasar jangka pendek. (de*)








