Jakarta, APGtimes.com — Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) memperkenalkan Ijazah Digital Nasional sebagai solusi baru untuk penerbitan dokumen akademik elektronik yang sah secara hukum.
Peruri mengenalkan inovasi tersebut dalam kegiatan Mitra Universitas Riau Exhibition Day (MUED) 2026.
Direktur Digital Business Peruri, Farah Fitria Rahmayanti, menjelaskan bahwa Ijazah Digital Nasional menggunakan tanda tangan elektronik dan stempel elektronik untuk menjamin keaslian dokumen.
Menurut Farah, teknologi tersebut membantu perguruan tinggi mengurangi risiko pemalsuan dokumen akademik.
Selain itu, sistem tersebut juga mempercepat proses verifikasi lulusan oleh institusi pendidikan maupun dunia kerja.
Peruri juga menyiapkan sistem yang terhubung dengan ekosistem kredensial digital di tingkat nasional dan internasional.
Peruri Kenalkan SuperApps Kampus
Dalam kegiatan yang sama, Peruri memperkenalkan konsep SuperApps Kampus.
Platform tersebut mengintegrasikan berbagai layanan akademik dan administrasi ke dalam satu aplikasi.
Mahasiswa dapat mengakses layanan Kartu Rencana Studi (KRS), Kartu Hasil Studi (KHS), pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), hingga layanan karier melalui platform tersebut.
Peruri mendukung seluruh layanan itu dengan teknologi Single Sign-On (SSO) melalui Peruri ID.
Teknologi tersebut membantu pengguna mengakses berbagai layanan kampus melalui satu akun yang terintegrasi.
Selain meningkatkan kenyamanan, sistem itu juga memperkuat keamanan data mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.
Dukung Transformasi Digital Pendidikan
Farah menegaskan bahwa transformasi digital pendidikan tidak hanya berfokus pada perpindahan layanan ke platform digital.
Menurutnya, perguruan tinggi juga membutuhkan ekosistem yang aman, terintegrasi, dan mampu meningkatkan kualitas layanan.
Karena itu, Peruri terus mengembangkan berbagai solusi digital untuk mendukung kebutuhan perguruan tinggi di Indonesia.
Peruri berharap inovasi tersebut dapat membantu kampus menghadirkan layanan yang lebih modern, efisien, dan tepercaya.
Sementara itu, Rektor Universitas Riau, Sri Indarti, menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri memiliki peran penting dalam menghadapi percepatan transformasi digital.
Ia berharap forum MUED 2026 dapat memperkuat sinergi antara kampus, dunia usaha, dan lembaga strategis untuk meningkatkan kualitas layanan akademik serta daya saing lulusan. (de*)









