Madinah, APGtimes.com — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak meminta petugas kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan menjelang kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua di Madinah.
Dahnil menyampaikan pesan tersebut saat meninjau Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, banyak jemaah akan tiba dalam kondisi lelah setelah menjalani rangkaian ibadah di Mekkah dan Armuzna.
Karena itu, ia meminta seluruh petugas memperkuat pemantauan kesehatan jemaah sejak awal kedatangan.
Minta Petugas Aktif Pantau Jemaah
Dahnil menegaskan petugas kesehatan tidak boleh hanya menunggu jemaah datang ke klinik.
Sebaliknya, petugas harus aktif memantau kondisi jemaah di sektor-sektor pemondokan.
Ia juga meminta tim kesehatan memperkuat koordinasi agar setiap jemaah yang membutuhkan bantuan bisa segera memperoleh pelayanan.
Menurut Dahnil, pemantauan aktif sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan jemaah lebih cepat.
Terutama bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
“Petugas harus siaga dan aktif. Jangan hanya menunggu laporan dari jemaah,” ujar Dahnil.
Cek Kesiapan Obat dan Fasilitas
Dalam kunjungan tersebut, Dahnil juga memeriksa kesiapan layanan kesehatan di KKHI Madinah.
Ia mengecek ketersediaan obat-obatan dan perlengkapan medis yang dibutuhkan jemaah.
Selain itu, ia memastikan distribusi kebutuhan kesehatan ke berbagai sektor berjalan lancar.
Menurutnya, layanan kesehatan harus hadir dengan cepat dan responsif.
Petugas juga harus mampu menjangkau jemaah yang membutuhkan bantuan medis.
“Kami ingin seluruh jemaah mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat dan baik,” katanya.
Apresiasi Petugas Kesehatan Haji
Dahnil turut menyampaikan apresiasi kepada petugas kesehatan yang terus bertugas selama operasional haji berlangsung.
Ia menilai petugas kesehatan memiliki peran penting dalam menjaga kondisi jemaah Indonesia di Tanah Suci.
Karena itu, ia mengingatkan seluruh petugas untuk menjaga kesehatan dan stamina selama menjalankan tugas.
Menurut Dahnil, kondisi fisik petugas akan memengaruhi kualitas pelayanan yang diterima jemaah.
Kementerian Haji dan Umrah menjadikan layanan kesehatan sebagai salah satu fokus utama pada fase pasca-Armuzna.
Pemerintah berharap seluruh jemaah dapat menjalani aktivitas di Madinah dengan aman, sehat, dan nyaman. (de*)









