Mahasiswa Indonesia Tembus Final Kompetisi Teknologi Pangan Dunia di Chicago, Inovasinya Jadi Sorotan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Delegasi Indonesia di ajang Developing Solutions for Developing Countries (DSDC) Product Development Competition, dalam rangkaian IFT FIRST (Food Improved by Research, Science, and Technology) Annual Event and Expo 2026 yang berlangsung pada 12?15 Juli 2026 di McCormick Place Convention Center, Chicago, Amerika Serikat.(KJRI CHICAGO)

Delegasi Indonesia di ajang Developing Solutions for Developing Countries (DSDC) Product Development Competition, dalam rangkaian IFT FIRST (Food Improved by Research, Science, and Technology) Annual Event and Expo 2026 yang berlangsung pada 12?15 Juli 2026 di McCormick Place Convention Center, Chicago, Amerika Serikat.(KJRI CHICAGO)

Jakarta, APGtimes.com – Mahasiswa Indonesia kembali mencatat prestasi di tingkat internasional. Tim dari Institut Pertanian Bogor (IPB University) dan Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang berhasil melaju ke babak final Developing Solutions for Developing Countries (DSDC) Product Development Competition dalam ajang IFT FIRST (Food Improved by Research, Science, and Technology) Annual Event and Expo 2026 di Chicago, Amerika Serikat.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Chicago memberikan pendampingan dan fasilitasi kepada seluruh delegasi selama mengikuti kompetisi tersebut. Dukungan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kiprah talenta Indonesia di tingkat global.

Delegasi Indonesia Tembus Babak Final

Tim Indonesia melewati proses seleksi proposal yang sangat ketat bersama peserta dari berbagai negara.

Pada babak final, mereka mempresentasikan hasil riset dan inovasi di hadapan dewan juri internasional serta komunitas teknologi pangan dunia.

Institute of Food Technologists Student Association (IFTSA) menggelar kompetisi tersebut dengan dukungan Cargill.

Baca Juga :  Sebelum Israel Serang Suriah, Kepala Mossad Telepon Menlu Bahas Turkiye

Ajang itu berlangsung pada 12–15 Juli 2026 di McCormick Place Convention Center, Chicago.

IPB Ciptakan Papeda Kemasan dari Limbah Sagu

Mahasiswa IPB mengembangkan produk papeda kemasan dengan memanfaatkan limbah pohon sagu.

Tim tersebut ingin meningkatkan nilai ekonomi limbah sekaligus mendukung pelaku UMKM pangan.

Mereka juga berharap inovasi itu mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di Maluku Utara.

Selain itu, produk tersebut mendukung konsep pangan berkelanjutan melalui pemanfaatan bahan yang sebelumnya terbuang.

SCU Kembangkan Bihun Berbahan Dedak dan Okara

Sementara itu, mahasiswa SCU Semarang menghadirkan bihun kemasan berbahan dedak dan limbah kedelai atau okara.

Mereka merancang inovasi tersebut karena masyarakat Indonesia mengonsumsi nasi, tahu, dan tempe dalam jumlah besar.

Kondisi itu menghasilkan limbah pangan yang masih memiliki nilai ekonomi.

Melalui produk tersebut, tim SCU ingin menciptakan pangan yang lebih bernilai sekaligus mengurangi limbah industri makanan.

Baca Juga :  Jepang Resmi Siapkan Pajak Makanan 1 Persen, Warga Dapat Keringanan Besar Mulai 2027

Indonesia Bersaing dengan Tiga Negara

Penyelenggara memilih enam tim dari empat negara untuk tampil di babak final.

Indonesia bersaing dengan Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko.

Prestasi itu menunjukkan kemampuan riset mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional.

Selama mengikuti IFT FIRST 2026, delegasi Indonesia juga mengikuti sesi ilmiah, diskusi, kegiatan jejaring profesional, dan pameran teknologi pangan dunia.

KJRI Chicago Dorong Talenta Indonesia Mendunia

KJRI Chicago terus mendorong mahasiswa Indonesia agar aktif mengikuti forum ilmiah internasional.

Lembaga itu berharap lebih banyak mahasiswa membangun jejaring dengan universitas, lembaga riset, dan industri pangan global.

Pengalaman tersebut akan memperkuat kemampuan riset sekaligus membuka peluang kolaborasi internasional.

KJRI juga berharap para peserta membagikan pengalaman mereka kepada mahasiswa lain agar ekosistem inovasi pangan Indonesia terus berkembang. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mekkah, Jeddah, dan Taif Dapat Alarm Serangan, Arab Saudi Langsung Cabut Peringatan
12 Negara Paling Aman untuk Traveling Pertama Kali 2026, Malaysia Jauh di Atas Indonesia
Museum Renoir di Perancis Dibobol, 4 Karya Seni Senilai Rp 176 Miliar Dicuri
Hassan Rouhani Minta Rakyat Iran Tentukan Kelanjutan Perang dengan AS
Kabut Asap Karhutla Indonesia Lumpuhkan Aktivitas Warga Serian Malaysia
Banjir Bandang Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Pemerintah Sebut Perubahan Iklim Jadi Pemicu
Timor Leste Jadi Pusat Scam Baru? Kemenlu RI Temukan Jejak Eks Pekerja Kamboja
Profesor Malaysia Dipecat Usai Klaim Orang Melayu Kuno Bisa Terbang
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 16:09 WIB

Mekkah, Jeddah, dan Taif Dapat Alarm Serangan, Arab Saudi Langsung Cabut Peringatan

Rabu, 9 September 2026 - 21:09 WIB

12 Negara Paling Aman untuk Traveling Pertama Kali 2026, Malaysia Jauh di Atas Indonesia

Selasa, 8 September 2026 - 21:09 WIB

Museum Renoir di Perancis Dibobol, 4 Karya Seni Senilai Rp 176 Miliar Dicuri

Selasa, 8 September 2026 - 18:09 WIB

Hassan Rouhani Minta Rakyat Iran Tentukan Kelanjutan Perang dengan AS

Senin, 7 September 2026 - 11:09 WIB

Kabut Asap Karhutla Indonesia Lumpuhkan Aktivitas Warga Serian Malaysia

Berita Terbaru