KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Bea Cukai, Fakta Baru Persidangan Jadi Sorotan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo KPK.(ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Logo KPK.(ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Jakarta, APGtimes.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang memperluas penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Langkah tersebut menyusul munculnya sejumlah fakta dan nama dalam persidangan perkara suap serta gratifikasi yang melibatkan pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan tim penyidik terus mencermati seluruh fakta persidangan dan keterangan para saksi sebelum mengambil langkah hukum berikutnya.

KPK Telusuri Fakta Baru dari Persidangan

Budi Prasetyo menjelaskan penyidik membuka peluang mengembangkan perkara setelah mempelajari fakta-fakta yang terungkap di persidangan.

Selain itu, penyidik juga terus menganalisis keterangan para saksi dalam perkara pokok yang sedang berjalan.

Baca Juga :  Polresta IKN Resmi Dibentuk, AKBP Supriyanto Ditunjuk sebagai Kapolresta Perdana

KPK akan menggunakan seluruh informasi tersebut sebagai bahan untuk menentukan langkah penyidikan selanjutnya.

Bos Blueray Cargo Divonis 2 Tahun Penjara

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan hukuman dua tahun penjara kepada bos Blueray Cargo Group, John Field.

Hakim juga menjatuhkan denda sebesar Rp300 juta kepada terdakwa.

Majelis hakim menyatakan John Field terbukti memberikan suap kepada sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

John Field menerima putusan tersebut dan tidak mengajukan banding, sedangkan jaksa masih mempertimbangkan langkah hukum berikutnya.

Nama Dirjen Bea Cukai Muncul dalam Persidangan

Majelis hakim turut mengungkap sejumlah fakta selama persidangan, termasuk catatan pembagian dana yang tercantum dalam pembukuan internal Blueray Cargo.

Baca Juga :  Jumlah Bank di Indonesia Susut dari 240 Menjadi 105, Ini Penyebabnya

Dalam persidangan, John Field menjelaskan bahwa kode “BC 1” merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama.

Temuan tersebut ikut menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan dugaan aliran dana dalam perkara suap tersebut.

Menteri Keuangan Akan Cek Informasi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menerima informasi lengkap mengenai munculnya nama Direktur Jenderal Bea dan Cukai dalam persidangan.

Ia menyatakan akan memeriksa informasi tersebut lebih lanjut sebelum memberikan tanggapan.

Sementara itu, KPK menegaskan penyidik akan terus bekerja berdasarkan alat bukti, fakta persidangan, serta ketentuan hukum yang berlaku. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Minta Patroli Karhutla Diperketat, Sugiono Soroti Munculnya Titik Api Baru
Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam
Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan
Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran
RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali
Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa
Sudaryono Ubah Aturan MBG, Biaya Operasional Rp5.000 per Porsi Kini Dibatasi
Bambang Haryo Minta Kemenhut dan Perhutani Dievaluasi, Penanganan Karhutla Jangan Hanya Sasar 32 Perusahaan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Prabowo Minta Patroli Karhutla Diperketat, Sugiono Soroti Munculnya Titik Api Baru

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:09 WIB

RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali

Berita Terbaru

Salah satu dapur MBG

Ekonomi & Bisnis

7 Dapur MBG di Padang Panjang Ditutup

Minggu, 1 Nov 2026 - 12:04 WIB