Dnipro, APGtimes.com – Gudang bantuan kemanusiaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Dnipro, Ukraina, hancur setelah serangkaian serangan menghantam lokasi tersebut dalam waktu kurang dari 24 jam.
Gudang itu menyimpan pasokan medis untuk kebutuhan darurat dengan nilai sekitar 500.000 dollar AS atau sekitar Rp 8,9 miliar. Persediaan tersebut seharusnya dapat membantu sekitar 225.000 orang.
Direktur Regional WHO untuk Eropa Hans Henri P Kluge mengatakan seluruh persediaan di dalam gudang tersebut hancur. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam serangan itu.
Gudang WHO Dihantam Berulang Kali
Serangan pertama menghantam lokasi pada Senin (3/8/2026). Setelah kejadian itu, WHO mulai memindahkan sebagian persediaan medis ke lokasi lain untuk mengurangi risiko kerugian.
Namun, serangan kembali terjadi pada Jumat (7/8/2026). Seorang staf WHO bersama beberapa pengemudi baru saja meninggalkan lokasi ketika serangan menghantam gudang.
Beberapa jam kemudian, serangan ketiga kembali menghantam kawasan tersebut dan menghancurkan bangunan gudang.
130 Palet Berhasil Dipindahkan
Sebelum gudang hancur, tim WHO berhasil memindahkan 130 dari sekitar 300 palet persediaan medis ke lokasi lain.
WHO kini masih menghitung seluruh kerusakan akibat serangan tersebut. Organisasi itu juga terus memantau dampak serangan terhadap distribusi bantuan medis di Ukraina.
Serangan terhadap fasilitas kesehatan dan infrastruktur pendukung layanan medis terus terjadi sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 24 Februari 2022.
Menurut data WHO, sedikitnya 3.149 serangan telah menyasar fasilitas kesehatan di Ukraina sejak awal invasi. Serangan tersebut menyebabkan 240 orang meninggal dunia.
Portal pengawasan global WHO juga mencatat 72 serangan terhadap gudang serta 646 insiden yang berdampak pada pasokan medis.
WHO Kecam Serangan terhadap Layanan Kesehatan
Hans Henri P Kluge mengecam serangan tersebut dan meminta semua pihak menghentikan serangan terhadap infrastruktur kesehatan.
“Serangan-serangan ini harus dihentikan sekarang juga. Kesehatan bukanlah targetnya,” tegas Kluge.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus turut mengecam penghancuran gudang tersebut. Ia memperingatkan bahwa serangan terhadap fasilitas dan pasokan kesehatan dapat membuat masyarakat kehilangan akses terhadap layanan medis yang menyelamatkan nyawa. (yp*)









