Dollar AS Tertekan, Harga Emas Dunia Naik 0,9 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas hari ini. Harga emas Pegadaian hari ini. Harga emas hari ini di Pegadaian. Harga emas UBS hari ini. Harga emas Galeri 24 hari ini. UBS. Galeri 24.(Dok Pegadaian)

Harga emas hari ini. Harga emas Pegadaian hari ini. Harga emas hari ini di Pegadaian. Harga emas UBS hari ini. Harga emas Galeri 24 hari ini. UBS. Galeri 24.(Dok Pegadaian)

Jakarta, APGtimes.com – Harga emas dunia menguat pada perdagangan Senin (17/8/2026) waktu Amerika Serikat (AS) atau Selasa (18/8/2026) pagi WIB. Penguatan tersebut terjadi ketika dollar AS melemah dan pasar mulai mengurangi perkiraan kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,9 persen menjadi 4.417,24 dollar AS per ons. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember naik 0,8 persen menjadi 4.473,70 dollar AS per ons.

Dollar AS Melemah, Harga Emas Menguat

Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities Bart Melek menilai pelemahan dollar AS menjadi salah satu faktor utama yang mendorong harga emas.

Dollar AS turun ke level terendah dalam lebih dari dua bulan. Kondisi tersebut membuat emas lebih terjangkau bagi investor yang menggunakan mata uang selain dollar.

Melek mengatakan dollar AS telah melemah hingga mendekati level 100 yang menjadi salah satu level psikologis penting bagi pasar.

Pasar Kurangi Perkiraan Kenaikan Suku Bunga

Harga emas juga mendapat dukungan dari perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed.

Baca Juga :  Investor Asing Kabur Rp3,13 Triliun, IHSG Justru Bertahan Menguat

Pasar mulai mengurangi perkiraan kenaikan suku bunga setelah data penggajian AS pada pekan lalu menunjukkan hasil yang lebih lemah dari perkiraan. Di sisi lain, inflasi konsumen masih berada dalam kondisi yang relatif terkendali.

Melek menilai investor mulai memperhitungkan kemungkinan stagflasi. Kondisi tersebut muncul ketika pertumbuhan pasar tenaga kerja melambat, sementara The Fed berpotensi mempertahankan toleransi terhadap tingkat inflasi saat ini.

Investor kini menunggu risalah rapat The Fed pada Juli. Bank sentral AS dijadwalkan merilis risalah tersebut pada Rabu (19/8/2026) waktu setempat.

Dokumen tersebut akan menjadi perhatian pasar karena dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September mencapai 33 persen. Angka itu turun dari 51,2 persen pada bulan sebelumnya.

Suku bunga yang lebih rendah biasanya mendukung harga emas. Pasalnya, emas tidak memberikan imbal hasil berupa bunga sehingga biaya peluang untuk memegang logam mulia ikut menurun ketika suku bunga turun.

Baca Juga :  Cabai dan Daging Naik di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh

Ketegangan Timur Tengah Jadi Perhatian

Selain kebijakan The Fed, investor juga masih memantau perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Iran akan meningkatkan ketegangan di Selat Hormuz dan wilayah sekitarnya jika upaya diplomasi dengan AS gagal.

Ketidakpastian geopolitik dapat meningkatkan minat investor terhadap aset yang dianggap aman, termasuk emas.

Harga Perak dan Platinum Ikut Naik

Kenaikan juga terjadi pada sejumlah logam mulia lainnya.

Harga perak spot naik 2,1 persen menjadi 66,01 dollar AS per ons. Harga platinum turut menguat 1,3 persen menjadi 1.770,30 dollar AS per ons.

Sementara itu, harga palladium naik 1,1 persen ke level 1.326,92 dollar AS per ons.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pasar logam mulia masih mendapat dukungan dari pelemahan dollar AS, perubahan ekspektasi suku bunga, serta ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS
BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp80.000, 1 Gram Tembus Rp2,725 Juta
Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 Agustus 2026 di Semua Wilayah
Mulai Oktober 2026, QRIS Bebas Biaya untuk Semua Merchant hingga Rp100.000
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 17 Agustus 2026 Stabil, 1 Gram Rp2,782 Juta
Anggaran Ketahanan Pangan 2027 Capai Rp195,3 Triliun, Naik 2,3 Persen
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp37.000, Cek Daftar Terbarunya
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:09 WIB

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp80.000, 1 Gram Tembus Rp2,725 Juta

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 Agustus 2026 di Semua Wilayah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:09 WIB

Dollar AS Tertekan, Harga Emas Dunia Naik 0,9 Persen

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB