Trump Klaim “Mission Accomplished” di Iran, Tapi Tujuan Perang AS Dipertanyakan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AS Donald Trump (Alex WROBLEWSKI/AFP via Getty Images)

Presiden AS Donald Trump (Alex WROBLEWSKI/AFP via Getty Images)

Washington DC, APGtimes.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan misi militer AS di Iran telah selesai. Ia bahkan mengklaim Amerika Serikat telah meraih kemenangan.

Trump menyampaikan klaim itu melalui unggahan di Truth Social pada Rabu (26/8/2026). Ia mengunggah gambar dirinya bersama mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Dalam gambar tersebut, Trump menuliskan pesan “Mission Accomplished 2026”. Ia juga menampilkan foto mantan Presiden AS George W. Bush dengan tulisan “Mission not accomplished 2001-21”.

Trump tampaknya menyindir deklarasi Bush setelah invasi Irak. Saat itu, Bush menyatakan misi AS telah selesai. Namun, perang di Irak terus berlangsung selama bertahun-tahun.

Trump Klaim Menang, Perang Belum Berakhir

Pernyataan Trump muncul ketika konflik AS-Iran masih terus berlangsung. Sejumlah target utama Washington juga belum sepenuhnya tercapai.

Baca Juga :  Kim Yo Jong Kritik ASEAN, Trump Tunda Serangan ke Iran hingga Usulan Dwi Kewarganegaraan Indonesia Jadi Sorotan

Trump sebelumnya ingin menghentikan program nuklir Iran secara permanen. Ia juga ingin mencegah Iran menyerang negara-negara tetangga dan menghentikan dukungan Teheran kepada kelompok proksi.

Selain itu, Trump pernah mendorong perubahan rezim di Iran. Namun, kematian Ali Khamenei tidak langsung mengubah pemerintahan Iran.

Putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, mengambil alih kekuasaan setelah ayahnya meninggal. Kondisi tersebut justru menunjukkan keberlanjutan rezim Iran.

Analisis terbaru juga menilai pergantian kepemimpinan belum sama dengan perubahan rezim.

Demokrat Kritik Trump

Klaim kemenangan Trump langsung mendapat kritik dari Partai Demokrat.

Senator Chuck Schumer menilai Trump membawa Amerika Serikat ke dalam perang tanpa rencana yang jelas. Ia juga menyoroti dampak konflik terhadap warga Amerika.

Menurut Schumer, perang tersebut dapat meningkatkan harga bensin dan memperbesar risiko bagi warga AS.

Kritik itu muncul ketika dukungan publik terhadap kebijakan Trump di Iran juga menghadapi tekanan. Jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan hanya 31 persen pemilih Amerika yang mendukung cara Trump menangani konflik Iran.

Baca Juga :  Stok Rudal AS Menipis Akibat Perang Iran, Rusia dan China Jadi Sorotan

Klaim “Mission Accomplished” Kembali Jadi Perdebatan

Istilah “Mission Accomplished” kembali menarik perhatian karena mengingatkan publik pada perang Irak.

Trump bahkan memasukkan foto Bush dalam unggahannya. Langkah tersebut membuat klaim kemenangan itu semakin menjadi bahan perdebatan.

Masalahnya, deklarasi kemenangan tidak otomatis mengakhiri sebuah perang. Konflik dapat terus berjalan ketika tujuan politik dan militer belum tercapai.

Situasi Iran kini menghadirkan pertanyaan serupa. Trump menyebut misi selesai, tetapi konflik masih menyisakan persoalan besar.

Karena itu, klaim “Mission Accomplished” Trump kini menjadi sorotan. Publik menunggu apakah Amerika Serikat benar-benar dapat mengakhiri konflik atau justru menghadapi babak perang berikutnya. (tr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Staf Trump Mulai Mundur Satu per Satu Jelang Pemilu Sela, Apa yang Terjadi?
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 165 Orang, Hampir 1.500 Masih Hilang
Iran Terancam Krisis, Harga BBM Bisa Naik hingga Rp 11.000 per Liter
4,3 Juta Mobil Listrik di China Direcall, Gagang Pintu Jadi Masalah
Sebelum Israel Serang Suriah, Kepala Mossad Telepon Menlu Bahas Turkiye
29 Negara Bagian AS Gugat Meta, Facebook dan Instagram Disorot soal Anak
Korea Utara Murka, Kecam Latihan Militer AS-Korea Selatan
Iran Bersiap Perang Lebih Besar, Selat Hormuz Makin Tegang dan Jalur Kapal Terancam
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Staf Trump Mulai Mundur Satu per Satu Jelang Pemilu Sela, Apa yang Terjadi?

Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 165 Orang, Hampir 1.500 Masih Hilang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Trump Klaim “Mission Accomplished” di Iran, Tapi Tujuan Perang AS Dipertanyakan

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Iran Terancam Krisis, Harga BBM Bisa Naik hingga Rp 11.000 per Liter

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:09 WIB

4,3 Juta Mobil Listrik di China Direcall, Gagang Pintu Jadi Masalah

Berita Terbaru

Bek timnas Indonesia, Calvin Verdonk (kiri), merayakan gol Dilane Bakwa (nomor 18) ke gawang Paris Saint-Germain. Hasil LIlle vs PSG merupakan laga lanjutan Liga Perancis yang berakhir 2-2 di Stade Pierre-Mauroy pada Sabtu (29/8/2026) dini hari WIB.(AFP/SAMEER AL-DOUMY)

Bola & Sport

Rating Calvin Verdonk Saat Lille Tahan PSG 2-2, Dapat Nilai 6,2

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:09 WIB