Kementerian LH Segel 21 Perusahaan di 7 Provinsi Terkait Karhutla

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026 - 22:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemadaman karhutla di dekat sumur minyak di Kabupaten Siak, Riau, Kamis (27/8/2026) dini hari.(KOMPAS.COM/Dok. Pemkab Siak.)

Pemadaman karhutla di dekat sumur minyak di Kabupaten Siak, Riau, Kamis (27/8/2026) dini hari.(KOMPAS.COM/Dok. Pemkab Siak.)

Jakarta, APGtimes.com – Kementerian Lingkungan Hidup (LH) menyegel 21 badan usaha di tujuh provinsi karena berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kementerian LH mencatat jumlah tersebut hingga 2 September 2026.

Menteri LH Jumhur Hidayat mengatakan timnya masih melakukan verifikasi di lapangan. Karena itu, jumlah badan usaha yang mendapat tindakan penyegelan masih bisa bertambah.

“LH baru saja menyegel 21 badan usaha di 7 provinsi. Itu data rekap sampai dengan 2 September,” kata Jumhur di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Tersebar di 7 Provinsi

Sebanyak 21 badan usaha tersebut tersebar di sejumlah wilayah. Kalimantan Barat mencatat jumlah terbanyak dengan tujuh perusahaan.

Selanjutnya, Kementerian LH menyegel empat perusahaan di Sumatera Selatan dan empat perusahaan di Kalimantan Selatan. Kemudian, tiga perusahaan berada di Kalimantan Tengah.

Baca Juga :  Karhutla Capai 202 Ribu Hektare, DPR Desak Menhut Raja Juli Bergerak Cepat

Sementara itu, masing-masing satu perusahaan berada di Kalimantan Timur, Lampung, dan Riau.

Jumhur menjelaskan, pihaknya menerapkan prinsip tanggung jawab mutlak atau strict liability dalam menentukan badan usaha yang mendapat penyegelan.

Menurutnya, tim menemukan kondisi nyata berupa lahan dalam jumlah besar yang terbakar dan mengharuskan pihak terkait bertanggung jawab.

“Jadi yang kita segel itu yang memang strict liability, jadi mutlak, nyata sekian ratus hektare terbakar, dan dia mau tidak mau harus bertanggung jawab,” ujarnya.

Verifikasi Ratusan Perusahaan

Selain 21 badan usaha yang telah disegel, Kementerian LH masih memeriksa ratusan perusahaan lain. Jumhur mengatakan tim menemukan indikasi pembakaran lahan yang kemungkinan terjadi secara sengaja.

“Ini tetap ada indikasi bahwa ada kesengajaan. Dan kesengajaan di tengah-tengah El Nino panjang inilah yang berbahaya,” katanya.

Baca Juga :  Riau Dipuji Menhut Tangani Karhutla, TNI-Polri Kompak dan Pemulihan Jalan

Kementerian LH masih menunggu klarifikasi dari perusahaan-perusahaan yang masuk dalam proses pemeriksaan. Setelah menerima penjelasan dan menyelesaikan verifikasi lapangan, pemerintah akan menentukan langkah berikutnya.

Jumhur menyebut terdapat sekitar 335 perusahaan yang masuk dalam daftar indikasi awal. Namun, pemerintah masih harus memeriksa kondisi di lapangan sebelum mengambil tindakan.

“Bisa bertambah. Ini kan baru 21. Ini kan verlap, itu kan harus hati-hati, ya. Verifikasi lapangan,” ucapnya.

Pemerintah pun terus memperluas pemeriksaan untuk memastikan sumber karhutla dan menentukan pihak yang harus bertanggung jawab. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengendalikan kebakaran hutan dan lahan di tengah kondisi cuaca yang meningkatkan risiko kebakaran. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan
Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi
Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB
Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI
BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda
KPK Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan, 32 Konsesi Kena Sanksi
Ahli UGM Ungkap Tanggung Jawab Pimpinan atas Penugasan Staf Khusus
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:09 WIB

BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB