Purbaya Tegaskan Tak Ada Rencana Pindahkan Gaji ASN dari BPD ke Bank BUMN

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kepada media di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (19/5/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kepada media di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (19/5/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)

Jakarta, APGtimes.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah pusat tidak memiliki rencana memindahkan penyaluran gaji atau payroll aparatur sipil negara (ASN) dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) ke bank-bank BUMN.

Purbaya menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Sunter, Jakarta Utara, Selasa (8/9/2026). Ia memastikan pemerintah pusat tidak pernah membuat kebijakan untuk mengubah bank penyalur gaji ASN daerah.

“Nggak ada. Dari kita nggak ada,” kata Purbaya.

Pemerintah Pusat Tak Ubah Mekanisme Transfer

Sebelumnya, Purbaya juga menjelaskan persoalan tersebut di Istana Kepresidenan. Menurut dia, pemerintah pusat tidak memiliki rencana mengubah mekanisme transfer dana kepada pemerintah daerah.

Purbaya mengatakan pemerintah pusat masih menjalankan mekanisme transfer seperti biasa. Karena itu, tidak ada perubahan terkait cara pemerintah menyalurkan dana kepada pemerintah daerah.

“Tapi kalau pemda-nya yang ngatur ya saya enggak tahu. Tapi dari pemerintah pusat nggak ada rencana seperti itu,” ujarnya.

Ia kembali menegaskan pemerintah pusat belum menyiapkan kebijakan baru terkait mekanisme transfer. Dengan demikian, pemerintah daerah masih menerima transfer sesuai mekanisme yang berlaku saat ini.

Baca Juga :  Rini Widyantini Dorong Keadilan Digital dalam Transformasi Layanan Hukum

Isu Berawal dari Rapat di DPR

Isu pemindahan payroll ASN dari BPD ke bank BUMN sebelumnya muncul dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) DPR RI. Rapat tersebut berlangsung bersama Serikat Pekerja Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (SPBDSI) pada pekan lalu.

Dalam rapat tersebut, SPBDSI menyampaikan penolakan terhadap wacana sentralisasi payroll ASN ke bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Mereka menilai kebijakan tersebut dapat memberikan dampak besar bagi kondisi perbankan daerah.

Wacana itu juga mendapat perhatian dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). LPS menilai pemindahan gaji ASN dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) daerah dapat memengaruhi penghimpunan dana BPD.

Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Penjaminan dan Resolusi Perbankan Doddy Zulverdi mengatakan BPD perlu memiliki waktu untuk menyesuaikan strategi pendanaannya. Menurut dia, perubahan sebaiknya tidak berlangsung secara tiba-tiba.

Baca Juga :  Kemendikdasmen Pastikan Tidak Ada PHK Massal Guru Non-ASN pada 2027

LPS Dorong BPD Lebih Kompetitif

Menurut Doddy, BPD memang berpotensi kehilangan sebagian sumber dana jika pemerintah memindahkan payroll ASN. Namun, BPD dapat mencari sumber pendanaan lain untuk mengurangi dampak tersebut.

“Jadi mungkin kalau selama ini BPD terlalu tergantung kepada dana-dana dari ASN, sekarang dia akan lebih didorong untuk kreatif mencari dana,” ujar Doddy di Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026).

Selain itu, BPD dapat meningkatkan kualitas layanan untuk mempertahankan nasabah. Bank daerah juga bisa memberikan berbagai insentif agar nasabah tetap menggunakan layanan mereka.

Dengan strategi tersebut, BPD dapat meningkatkan daya saing terhadap bank lain. Karena itu, Doddy menilai masa transisi penting jika pemerintah benar-benar menerapkan perubahan pada masa mendatang.

Meski begitu, Purbaya memastikan pemerintah pusat saat ini tidak memiliki rencana memindahkan payroll ASN daerah dari BPD ke bank BUMN. Ia juga menegaskan mekanisme transfer dana pemerintah pusat kepada daerah masih berjalan seperti biasa. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Airlangga Bertemu PM Kanada Mark Carney, Bahas Perdagangan hingga Investasi Mineral Kritis
Tito Minta Pemda Segera Gunakan Anggaran Karhutla Rp760 Miliar
Prabowo Sebut 328 BUMN Ditutup, Penghematan Anggaran Capai Rp50 Triliun
TNI Ungkap 44.677 Hektare Tanah Bermasalah, Berpotensi Picu Konflik Agraria
Eks Pejabat Bea Cukai Akui 5 Kali Terima Amplop Uang dari John Field, Total Rp1 Miliar
Bahlil Minta Pemilik Mobil Mewah Tak Lagi Pakai BBM Subsidi, Aturan Pembatasan Disiapkan
95 Paket Pemulihan Pascabencana Agam Senilai Rp125 Miliar Sudah Kontrak, Realisasi Baru 12,3 Persen
Jepang Kirim 3 Helikopter Chinook untuk Karhutla Kalimantan, Menhan Sjafrie Sampaikan Terima Kasih
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 15:09 WIB

Airlangga Bertemu PM Kanada Mark Carney, Bahas Perdagangan hingga Investasi Mineral Kritis

Kamis, 17 September 2026 - 13:09 WIB

Tito Minta Pemda Segera Gunakan Anggaran Karhutla Rp760 Miliar

Rabu, 16 September 2026 - 23:59 WIB

TNI Ungkap 44.677 Hektare Tanah Bermasalah, Berpotensi Picu Konflik Agraria

Rabu, 16 September 2026 - 21:09 WIB

Eks Pejabat Bea Cukai Akui 5 Kali Terima Amplop Uang dari John Field, Total Rp1 Miliar

Rabu, 16 September 2026 - 20:09 WIB

Bahlil Minta Pemilik Mobil Mewah Tak Lagi Pakai BBM Subsidi, Aturan Pembatasan Disiapkan

Berita Terbaru

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva (kiri) saat menyetujui konsensus Deklarasi Pemimpin G20 di Rio de Janeiro, Senin (18/11/2024). Terpisah, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menjalani operasi pendarahan otak yang akibat terjatuh baru-baru ini. ?Operasi pada Senin (9/12/2024) malam itu berjalan tanpa komplikasi, ungkap manajemen Rumah Sakit Suriah-Lebanon di Sao Paulo pada Selasa (10/12/2024)(G20 BRASIL)

Internasional

Lula Akan Temui Trump di PBB, Minta AS Tak Ikut Campur Pemilu Brasil

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:09 WIB