Sungai Penuh, APGtimes.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sungai Penuh mencatat kenaikan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada pemantauan 17–18 September 2026.
Hasil pemantauan UPTD Laboratorium DLH selama 24 jam menunjukkan ISPU berada di angka 73,58. Angka itu naik dari pemantauan sebelumnya yang mencapai 67,21.
Meski meningkat, ISPU Kota Sungai Penuh masih berada dalam kategori Sedang.
TSP Capai 108,52 µg/Nm³
Selain ISPU, pemantauan DLH mencatat konsentrasi Total Suspended Particulate (TSP) sebesar 108,52 µg/Nm³.
Sementara itu, kadar PM2,5 mencapai 34,32 µg/Nm³. Kedua parameter tersebut menjadi bagian dari data pemantauan kualitas udara yang dilakukan laboratorium DLH.
Kenaikan ISPU dari 67,21 menjadi 73,58 membuat kondisi udara perlu mendapat perhatian. Masyarakat tetap perlu mengikuti perkembangan kualitas udara melalui informasi resmi DLH.
Kualitas Udara Masih Kategori Sedang
DLH menjelaskan, kategori Sedang berarti kualitas udara masih dapat diterima bagi kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan.
Namun, kelompok sensitif tetap perlu memperhatikan aktivitas di luar ruangan. Kelompok tersebut sebaiknya mengurangi aktivitas jika kondisi udara memburuk atau muncul gangguan akibat paparan polutan.
Karena itu, masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas berdasarkan kondisi udara harian. Warga juga perlu mengikuti informasi terbaru dari pemerintah daerah.
ISPU Naik, Warga Diminta Tetap Waspada
Kenaikan ISPU tidak berarti seluruh warga harus menghentikan aktivitas. Akan tetapi, perubahan angka tersebut menunjukkan pentingnya pemantauan secara berkala.
DLH Kota Sungai Penuh terus memantau kondisi udara untuk mengetahui perubahannya dari waktu ke waktu.
Untuk periode 17–18 September 2026, hasil pemantauan mencatat ISPU 73,58, TSP 108,52 µg/Nm³, dan PM2,5 34,32 µg/Nm³. Saat ini, kualitas udara Kota Sungai Penuh masih berada pada kategori Sedang. (nil*)









