Dapur MBG Membengkak 6.877 Titik, Dugaan Jual Beli SPPG Picu Evaluasi Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).(KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).(KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)

Jakarta, APGtimes.com — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengungkap temuan mengejutkan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG bertambah 6.877 titik dari target awal yang telah ditetapkan pemerintah.

Nanik menyampaikan temuan tersebut dalam rapat Peningkatan Kualitas Layanan MBG dan SPPG Terpencil di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kamis (11/6/2026).

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah awalnya merencanakan 21.000 titik dapur MBG. Namun, hasil evaluasi menunjukkan jumlahnya melonjak menjadi 27.877 titik.

“Terjadi jual beli titik. Rencana awal 21.000 titik, sekarang mencapai 27.877 titik. Ada kelebihan 6.877 titik,” kata Zulhas.

Menurut Zulhas, tambahan ribuan titik tersebut berpotensi membebani keuangan negara. Pemerintah memperkirakan kebutuhan insentif dapur MBG yang berlebih dapat menembus lebih dari Rp1 triliun setiap bulan.

Baca Juga :  Praktik Curang di Program MBG, KDMP, Dudung: Akan Ditindak

Jika kondisi itu terus berlangsung, negara bisa mengeluarkan anggaran tambahan hingga Rp12 triliun dalam setahun.

Karena itu, pemerintah segera melakukan penataan ulang Program MBG selama satu bulan ke depan.

Banyak Dapur MBG Langgar Aturan

Selain menemukan kelebihan jumlah dapur, pemerintah juga menemukan pelanggaran tata kelola di sejumlah SPPG.

Zulhas menjelaskan setiap dapur MBG wajib membeli bahan baku dari koperasi desa, BUMDes, UMKM, atau pelaku usaha lokal di wilayah setempat.

Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan banyak dapur tidak menjalankan aturan tersebut.

“Kami menemukan banyak pelanggaran. Padahal bahan baku harus berasal dari lingkungan sekitar agar ekonomi daerah ikut bergerak,” ujarnya.

Pemerintah menegaskan Program MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan gizi masyarakat. Program ini juga harus memperkuat perekonomian desa dan daerah.

Pemerintah Evaluasi Seluruh Dapur

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah akan memeriksa seluruh dapur MBG yang terindikasi bermasalah.

Baca Juga :  ICJR Tolak TNI Ikut Berantas Begal, Sebut Penegakan Hukum Wewenang Polisi

Pemerintah tidak ingin mengambil keputusan tergesa-gesa. Karena itu, tim terlebih dahulu akan memverifikasi kondisi setiap dapur.

“Kami akan melihat satu per satu sebelum menentukan langkah berikutnya,” kata Prasetyo.

Ia menegaskan pemerintah akan menindak dapur yang tidak menjalankan standar operasional sesuai ketentuan.

Motor Listrik dan Insentif Ikut Diperiksa

Pemerintah juga memasukkan pengadaan motor listrik, insentif dapur, dan sasaran penerima manfaat dalam proses evaluasi.

Prasetyo memastikan seluruh komponen Program MBG akan diperiksa secara menyeluruh.

“Semua akan kami evaluasi, tidak hanya motor listrik,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah akan memprioritaskan penerima manfaat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Melalui penataan ulang tersebut, pemerintah berharap Program MBG berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disdik Sulsel Ungkap Alasan Evaluasi 326 Kepala Sekolah Terkait Dana BOS
Kejagung Tak Sita Seluruh Motor Listrik BGN, Fokus Usut Dugaan Korupsi Rp1 Triliun
DPR Panggil Pertamina, Waspadai Lonjakan Konsumsi Pertalite Usai Pertamax Naik
Sidang Blueray Cargo Bongkar Dugaan Aliran Dana Rp91 Miliar ke Bea Cukai, BPOM, dan Kemendag
Harga Pertalite Hari Ini 13 Juni 2026 Tetap Rp10.000 per Liter, Stok Dipastikan Aman
DPR Minta Audit 6.877 Dapur MBG, Potensi Pemborosan Capai Rp1 Triliun
Pertalite Langka Usai Harga Pertamax Naik, Warga dan Ojol Kelimpungan
Daftar Harga Pupuk Subsidi dan Non Subsidi Juni 2026, Urea hingga NPK Terbaru
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:09 WIB

Disdik Sulsel Ungkap Alasan Evaluasi 326 Kepala Sekolah Terkait Dana BOS

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:09 WIB

Kejagung Tak Sita Seluruh Motor Listrik BGN, Fokus Usut Dugaan Korupsi Rp1 Triliun

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:09 WIB

DPR Panggil Pertamina, Waspadai Lonjakan Konsumsi Pertalite Usai Pertamax Naik

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:09 WIB

Sidang Blueray Cargo Bongkar Dugaan Aliran Dana Rp91 Miliar ke Bea Cukai, BPOM, dan Kemendag

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:09 WIB

Harga Pertalite Hari Ini 13 Juni 2026 Tetap Rp10.000 per Liter, Stok Dipastikan Aman

Berita Terbaru