Iuran BPJS Kesehatan 2026 Naik atau Tidak? Ini Jawaban Resminya

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan menegaskan iuran JKN belum berubah dan mengungkap besaran tarif yang masih berlaku hingga saat ini.(ANTARA FOTO/Risky Andrianto.)

Ilustrasi BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan menegaskan iuran JKN belum berubah dan mengungkap besaran tarif yang masih berlaku hingga saat ini.(ANTARA FOTO/Risky Andrianto.)

Jakarta, APGtimes.com — BPJS Kesehatan memastikan besaran iuran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masih tetap dan belum mengalami kenaikan hingga saat ini.

BPJS Kesehatan menyampaikan penegasan tersebut setelah muncul informasi di media sosial yang menyebut adanya tarif iuran BPJS Kesehatan terbaru.

Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah meminta masyarakat lebih cermat saat menerima informasi yang beredar. Ia juga mengingatkan masyarakat agar memeriksa sumber informasi sebelum mempercayainya.

Menurut Rizzky, pemerintah masih memberlakukan tarif iuran JKN yang sama dan belum mengubah besarannya.

Besaran Iuran JKN

Peserta JKN segmen pekerja bukan penerima upah (PBPU) atau peserta mandiri masih membayar iuran dengan nominal yang sama seperti sebelumnya.

Untuk peserta mandiri kelas I, iuran yang berlaku sebesar Rp150.000 per orang setiap bulan.

Sementara itu, peserta kelas II membayar Rp100.000 per orang setiap bulan.

Adapun peserta kelas III membayar Rp42.000 per orang setiap bulan.

Baca Juga :  Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG di Karo Kehilangan Ingatan dan Sulit Bicara

Pemerintah juga memberikan bantuan iuran Rp7.000 per orang setiap bulan. Karena itu, peserta kelas III hanya membayar Rp35.000 per bulan.

Rizzky mengatakan peserta mandiri kelas I membayar Rp150.000 per bulan, peserta kelas II membayar Rp100.000 per bulan, sedangkan peserta kelas III membayar Rp42.000 per bulan sebelum bantuan iuran pemerintah.

Manfaat JKN

BPJS Kesehatan menilai Program JKN memberi perlindungan penting di tengah kenaikan biaya layanan kesehatan.

Menurut Rizzky, harga obat, alat kesehatan, teknologi medis, dan layanan rumah sakit terus meningkat dari tahun ke tahun.

Meski biaya kesehatan terus naik, BPJS Kesehatan tetap mempertahankan besaran iuran agar masyarakat tetap bisa mengakses layanan kesehatan.

Di sisi lain, masyarakat tetap memperoleh perlindungan kesehatan dengan biaya yang relatif terjangkau.

Manfaat yang diterima peserta juga jauh lebih besar dibandingkan iuran yang mereka bayarkan setiap bulan.

Baca Juga :  Kodam Mulawarman Ungkap Kronologi Meninggalnya Peserta Diklatsarmil SPPI di Balikpapan

Program JKN menanggung biaya pengobatan berbagai penyakit berat seperti gagal ginjal kronis, penyakit jantung, kanker, talasemia, hemofilia, dan diabetes melitus dengan komplikasi.

Sebagai contoh, biaya operasi pemasangan ring jantung pada satu pasien JKN bisa mencapai Rp150 juta.

Jaga Kepesertaan Tetap Aktif

Karena itu, BPJS Kesehatan mengingatkan pentingnya prinsip gotong royong dalam Program JKN.

Peserta yang sehat membantu peserta yang sakit. Selain itu, peserta yang mampu membantu peserta yang membutuhkan layanan kesehatan.

Selanjutnya, BPJS Kesehatan mengajak masyarakat menjaga status kepesertaan tetap aktif dengan membayar iuran secara rutin.

Selain menjaga kepesertaan, masyarakat juga perlu menerapkan pola hidup sehat agar dapat mencegah penyakit sejak dini.

Di sisi lain, langkah pencegahan dapat membantu menekan biaya pengobatan pada masa mendatang.

Rizzky menegaskan gotong royong menjadi fondasi utama Program JKN sehingga seluruh peserta perlu menjaga kepesertaan dan kesehatannya secara bersamaan. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPR Siapkan Aturan Baru, Pertimbangan Hukum Putusan MK Wajib Ditindaklanjuti
Kemenag Siapkan Skema Baru untuk Tingkatkan Kesejahteraan Guru Non-ASN
Kapolri Suyudi Tekankan Peran Humas pada Setiap Anggota Polri
Sidang Febrie Adriansyah, Tan Kian Ungkap Fakta Baru soal Penyerahan Rp 55 Miliar
676 Ribu Kendaraan Angkutan Barang Melanggar Aturan, Kemenhub Siapkan Zero ODOL 2027
Polisi Ungkap Modus Perekrutan Tentara Bayaran Rusia, 58 WNI Jadi Korban
Netty Prasetiyani Minta Pembalut Bebas PPN, Ini Alasan di Balik Usulannya
PPN Pembalut 11 Persen Jadi Sorotan, Menteri PPPA Harap Ada Kebijakan Menggembirakan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:09 WIB

DPR Siapkan Aturan Baru, Pertimbangan Hukum Putusan MK Wajib Ditindaklanjuti

Selasa, 3 November 2026 - 19:09 WIB

Kemenag Siapkan Skema Baru untuk Tingkatkan Kesejahteraan Guru Non-ASN

Selasa, 3 November 2026 - 18:09 WIB

Kapolri Suyudi Tekankan Peran Humas pada Setiap Anggota Polri

Selasa, 3 November 2026 - 11:09 WIB

676 Ribu Kendaraan Angkutan Barang Melanggar Aturan, Kemenhub Siapkan Zero ODOL 2027

Selasa, 3 November 2026 - 10:09 WIB

Polisi Ungkap Modus Perekrutan Tentara Bayaran Rusia, 58 WNI Jadi Korban

Berita Terbaru

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memberikan keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026), usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto.(YouTube.com/Sekretariat Presiden)

Nasional

Kapolri Suyudi Tekankan Peran Humas pada Setiap Anggota Polri

Selasa, 3 Nov 2026 - 18:09 WIB