Korban Gempa Manggarai NTT Bertambah Jadi 39 Orang, 22 Meninggal di Reok

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto udara posko pengungsian korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Lapangan Barangkolong, Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Kamis (20/8/2026). Hingga Kamis (20/8) sore, BNPB mencatat warga yang mengungsi akibat bencana gempa bumi NTT terus bertambah mencapai 92.735 orang yang tersebar di berbagai wilayah NTT. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym.(FIKRI YUSUF)

Foto udara posko pengungsian korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Lapangan Barangkolong, Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Kamis (20/8/2026). Hingga Kamis (20/8) sore, BNPB mencatat warga yang mengungsi akibat bencana gempa bumi NTT terus bertambah mencapai 92.735 orang yang tersebar di berbagai wilayah NTT. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym.(FIKRI YUSUF)

Ruteng, APGtimes.com – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali bertambah. Posko Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Manggarai mencatat 39 orang meninggal dunia hingga Senin (24/8/2026).

Satu korban meninggal dunia pada Senin di Posko Pengungsian Barang Kolong, Kecamatan Reok. Dengan tambahan tersebut, jumlah korban meninggal akibat gempa Manggarai mencapai 39 orang.

Para korban tersebar di tujuh kecamatan, yakni Reok, Langke Rembong, Cibal, Reok Barat, Wae Rii, Cibal Barat, dan Satarmese Utara.

Kecamatan Reok mencatat jumlah korban terbanyak dengan 22 orang. Selanjutnya, Langke Rembong mencatat lima korban, Cibal empat korban, Reok Barat empat korban, Wae Rii dua korban, serta Cibal Barat dan Satarmese Utara masing-masing satu korban.

Korban di Kecamatan Reok Capai 22 Orang

Data posko mencatat 17 korban meninggal dunia berasal dari Kelurahan Reo. Mereka yakni Resny (21), Faisal (42), Habibi (7), Ruslin Ahmad (61), Hamidi (70), Asyiah (76), Stefano Bernadito (37), Hendrikus Gampur (31), Yurnia Yuldis (55), Supriyadin (45), Yustiana Rominsiana Mbawo (39), Heliani Plate (67), Rahman Ahmad (37), Abdul Latief (68), Hj. Mahmud Usman (90), Khadijah Pawata (100), dan Siti Rahman (41).

Baca Juga :  SIM Hilang Tak Perlu Buat Baru, Begini Cara Cetak Ulang dan Biayanya

Di wilayah tersebut, 12 korban meninggal setelah tertimpa bangunan. Satu korban meninggal karena tenggelam di Pantai Waso Matim, sementara empat korban lainnya meninggal akibat mengalami syok di posko pengungsian.

Di Desa Watu Tango, seorang bayi yang baru lahir meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Ruteng dari Pos Pengungsian Barang Kolong.

Sementara itu, Desa Mata Air mencatat dua korban, yakni Hadijah (75) dan Tadeus Tatut (68). Data posko menyebut keduanya meninggal akibat syok di posko.

Di Kelurahan Wangkung, seorang bayi perempuan berusia dua bulan juga meninggal dunia akibat sakit saat berada di posko pengungsian.

Baca Juga :  NTT Kembali Diguncang Ratusan Gempa, BMKG Catat 265 Susulan hingga Sore

Korban di Kecamatan Lain

Kecamatan Langke Rembong mencatat lima korban meninggal dunia. Mereka yakni Stefanus Jedaut (92) dari Kelurahan Karot; Herlina Matildis Bire (43), Serfolus Mansur (60), dan Margareta Rita Sunarti (65) dari Kelurahan Tenda; serta Agustinus Magul (70) dari Kelurahan Pau.

Kecamatan Cibal mencatat empat korban meninggal dunia yang berasal dari Desa Bea Mese, Desa Riung, dan Desa Ladur.

Selanjutnya, Kecamatan Reok Barat mencatat empat korban meninggal dunia, yakni Mustari (65), Rinto Harahap (45), Bunga Sari (40), dan Bibeng (50). Keempat korban meninggal setelah tertimpa bangunan rumah.

Di Desa Wae Mulu, Kecamatan Wae Rii, dua korban meninggal dunia, yakni Manus Tangkang dan Yohana Madi. Keduanya meninggal setelah tertimpa bangunan dan sempat mendapat penanganan medis di rumah sakit.

Posko Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Manggarai masih melakukan pendataan dan penanganan terhadap warga terdampak gempa di sejumlah wilayah. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menkes Ajukan Rp1,39 Triliun untuk Perbaiki RS dan Puskesmas Rusak akibat Gempa NTT
Mendagri Sentil Pemda Lambat Salurkan Bantuan Gempa NTT, Ada yang Baru 1 Persen
Gugatan Perpanjangan Masa Jabatan Kapolri Dicabut, MK Tutup Perkara
Dana Desa untuk Bayar Utang Kopdes, Yandri Pastikan Pembangunan Desa Tak Terganggu
MK Tolak Uji Materi KUHAP dan Anggaran MBG 2026
Polri Tetapkan 138 Tersangka Karhutla, 116 Sengaja Bakar Hutan dan Lahan
Mendes Yandri Usul Desa Ikut Dapat Jatah Tanah Reforma Agraria, Ini Alasannya
Sahroni Pastikan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Tapi Ada Catatannya
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 23:09 WIB

Menkes Ajukan Rp1,39 Triliun untuk Perbaiki RS dan Puskesmas Rusak akibat Gempa NTT

Senin, 7 September 2026 - 22:09 WIB

Mendagri Sentil Pemda Lambat Salurkan Bantuan Gempa NTT, Ada yang Baru 1 Persen

Senin, 7 September 2026 - 20:09 WIB

Gugatan Perpanjangan Masa Jabatan Kapolri Dicabut, MK Tutup Perkara

Senin, 7 September 2026 - 19:09 WIB

Dana Desa untuk Bayar Utang Kopdes, Yandri Pastikan Pembangunan Desa Tak Terganggu

Senin, 7 September 2026 - 17:09 WIB

Polri Tetapkan 138 Tersangka Karhutla, 116 Sengaja Bakar Hutan dan Lahan

Berita Terbaru