KPU dan Bawaslu Minta Tambahan Rp851 Miliar untuk Persiapan Pemilu 2029

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi politik uang atau money politic(KOMPAS.com/NURWAHIDAH)

Ilustrasi politik uang atau money politic(KOMPAS.com/NURWAHIDAH)

Jakarta, APGtimes.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengajukan tambahan anggaran untuk tahun 2027. Total usulan kedua lembaga tersebut mencapai sekitar Rp851,04 miliar.

Sekretaris Jenderal KPU RI Suryadi mengatakan KPU membutuhkan tambahan Rp78,3 miliar. Menurutnya, pagu anggaran saat ini belum mencukupi seluruh kebutuhan KPU pada 2027.

“Sedangkan untuk kegiatan yang sifatnya rutin itu sama sekali belum dialokasikan anggarannya, sehingga pada kesempatan ini kami mengusulkan untuk ada tambahan anggaran KPU di tahun 2027 untuk anggaran program penyelenggaraan Pemilu dan juga di program dukungan manajemen sebesar Rp78,3 miliar,” ujar Suryadi dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI, Senin (31/8/2026).

KPU Siapkan Tahapan Pemilu 2029

KPU akan menggunakan tambahan anggaran tersebut untuk 67 kegiatan dalam program dukungan manajemen dan lima kegiatan dalam program penyelenggaraan pemilu.

Baca Juga :  Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Jadi Calon Tunggal

Saat ini, KPU memiliki pagu anggaran 2027 sebesar Rp4,682 triliun. KPU membagi anggaran tersebut menjadi Rp3,253 triliun untuk program dukungan manajemen dan Rp1,429 triliun untuk program penyelenggaraan pemilu.

Suryadi menjelaskan KPU akan menggunakan seluruh anggaran program penyelenggaraan pemilu untuk menjalankan tahapan Pemilu 2029 yang berlangsung pada 2027.

KPU membagi anggaran Rp1,429 triliun itu ke dalam enam kegiatan utama.

Pertama, KPU menyiapkan Rp339,96 miliar untuk perencanaan program dan anggaran serta penyusunan peraturan pelaksanaan pemilu.

Kedua, KPU mengalokasikan Rp464,37 miliar untuk pendaftaran dan verifikasi peserta pemilu. Selanjutnya, KPU menyiapkan Rp187,5 miliar untuk pembentukan badan ad hoc.

KPU juga mengalokasikan Rp239,38 miliar untuk pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih.

Selain itu, KPU menyiapkan Rp164,77 miliar untuk menetapkan jumlah kursi dan daerah pemilihan. Sementara itu, KPU mengalokasikan Rp33,21 miliar untuk pencalonan presiden, wakil presiden, anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, serta DPRD kabupaten/kota.

Baca Juga :  PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026 Resmi Dibuka, Kemensos Siapkan 3.053 Formasi

Anggaran Mengacu Tahapan Pemilu Sebelumnya

Suryadi mengatakan KPU menggunakan tahapan Pemilu 2024 sebagai acuan dalam menyusun kebutuhan anggaran untuk Pemilu 2029.

“Alokasi yang disampaikan ke kita sebesar Rp1,4 triliun ini adalah sama dengan realisasi kita pada tahun 2022. Dan rincian kegiatan serta penggunaannya pun kita sesuaikan dengan tahapan Pemilu 2024 yang ada di tahun 2022 yang lalu untuk Pemilu 2029 di tahun anggaran 2027,” kata Suryadi.

Selain KPU, Bawaslu juga mengajukan tambahan anggaran untuk 2027. Jika kedua usulan tersebut mendapat persetujuan, total tambahan anggaran KPU dan Bawaslu mencapai sekitar Rp851,04 miliar.

Kedua lembaga tersebut mengajukan tambahan dana untuk memperkuat persiapan menuju Pemilu 2029. Anggaran itu akan mendukung berbagai program kepemiluan dan kebutuhan operasional penyelenggara pemilu. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan
Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi
Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB
Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI
BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda
KPK Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan, 32 Konsesi Kena Sanksi
Ahli UGM Ungkap Tanggung Jawab Pimpinan atas Penugasan Staf Khusus
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:09 WIB

BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB