Gudang WHO di Ukraina Hancur Dihantam Serangan, Pasokan Medis Rp 8,9 Miliar Musnah

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung tempat tinggal bertingkat yang meledak dalam serangan rudal dan drone Rusia di Kyiv, Ukraina, 14 Mei 2026.(AFP/SERGEI SUPINSKY)

Gedung tempat tinggal bertingkat yang meledak dalam serangan rudal dan drone Rusia di Kyiv, Ukraina, 14 Mei 2026.(AFP/SERGEI SUPINSKY)

Dnipro, APGtimes.com – Gudang bantuan kemanusiaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Dnipro, Ukraina, hancur setelah serangkaian serangan menghantam lokasi tersebut dalam waktu kurang dari 24 jam.

Gudang itu menyimpan pasokan medis untuk kebutuhan darurat dengan nilai sekitar 500.000 dollar AS atau sekitar Rp 8,9 miliar. Persediaan tersebut seharusnya dapat membantu sekitar 225.000 orang.

Direktur Regional WHO untuk Eropa Hans Henri P Kluge mengatakan seluruh persediaan di dalam gudang tersebut hancur. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam serangan itu.

Gudang WHO Dihantam Berulang Kali

Serangan pertama menghantam lokasi pada Senin (3/8/2026). Setelah kejadian itu, WHO mulai memindahkan sebagian persediaan medis ke lokasi lain untuk mengurangi risiko kerugian.

Baca Juga :  8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia, Yusril: Jika Korban Scam Pemerintah Wajib Lindungi

Namun, serangan kembali terjadi pada Jumat (7/8/2026). Seorang staf WHO bersama beberapa pengemudi baru saja meninggalkan lokasi ketika serangan menghantam gudang.

Beberapa jam kemudian, serangan ketiga kembali menghantam kawasan tersebut dan menghancurkan bangunan gudang.

130 Palet Berhasil Dipindahkan

Sebelum gudang hancur, tim WHO berhasil memindahkan 130 dari sekitar 300 palet persediaan medis ke lokasi lain.

WHO kini masih menghitung seluruh kerusakan akibat serangan tersebut. Organisasi itu juga terus memantau dampak serangan terhadap distribusi bantuan medis di Ukraina.

Serangan terhadap fasilitas kesehatan dan infrastruktur pendukung layanan medis terus terjadi sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Menurut data WHO, sedikitnya 3.149 serangan telah menyasar fasilitas kesehatan di Ukraina sejak awal invasi. Serangan tersebut menyebabkan 240 orang meninggal dunia.

Baca Juga :  DPR Ungkap Modus Perekrutan WNI Jadi Tentara Rusia, Diiming-imingi Gaji Besar

Portal pengawasan global WHO juga mencatat 72 serangan terhadap gudang serta 646 insiden yang berdampak pada pasokan medis.

WHO Kecam Serangan terhadap Layanan Kesehatan

Hans Henri P Kluge mengecam serangan tersebut dan meminta semua pihak menghentikan serangan terhadap infrastruktur kesehatan.

“Serangan-serangan ini harus dihentikan sekarang juga. Kesehatan bukanlah targetnya,” tegas Kluge.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus turut mengecam penghancuran gudang tersebut. Ia memperingatkan bahwa serangan terhadap fasilitas dan pasokan kesehatan dapat membuat masyarakat kehilangan akses terhadap layanan medis yang menyelamatkan nyawa. (yp*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabut Asap Karhutla Indonesia Lumpuhkan Aktivitas Warga Serian Malaysia
Banjir Bandang Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Pemerintah Sebut Perubahan Iklim Jadi Pemicu
Timor Leste Jadi Pusat Scam Baru? Kemenlu RI Temukan Jejak Eks Pekerja Kamboja
Profesor Malaysia Dipecat Usai Klaim Orang Melayu Kuno Bisa Terbang
Staf Trump Mulai Mundur Satu per Satu Jelang Pemilu Sela, Apa yang Terjadi?
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 165 Orang, Hampir 1.500 Masih Hilang
Trump Klaim “Mission Accomplished” di Iran, Tapi Tujuan Perang AS Dipertanyakan
Iran Terancam Krisis, Harga BBM Bisa Naik hingga Rp 11.000 per Liter
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 11:09 WIB

Kabut Asap Karhutla Indonesia Lumpuhkan Aktivitas Warga Serian Malaysia

Rabu, 2 September 2026 - 15:09 WIB

Banjir Bandang Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Pemerintah Sebut Perubahan Iklim Jadi Pemicu

Selasa, 1 September 2026 - 19:09 WIB

Timor Leste Jadi Pusat Scam Baru? Kemenlu RI Temukan Jejak Eks Pekerja Kamboja

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Profesor Malaysia Dipecat Usai Klaim Orang Melayu Kuno Bisa Terbang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Staf Trump Mulai Mundur Satu per Satu Jelang Pemilu Sela, Apa yang Terjadi?

Berita Terbaru