Kabar Baik! Harga Pertamax Diprediksi Turun Setelah Damai AS-Iran

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax membuat stok BBM subsidi di sejumlah SPBU wilayah Kota Tangerang ludes lebih cepat dari biasanya.(Kompas.com/Disya Shaliha)

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax membuat stok BBM subsidi di sejumlah SPBU wilayah Kota Tangerang ludes lebih cepat dari biasanya.(Kompas.com/Disya Shaliha)

Jakarta, APGtimes.com – Peluang penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi semakin terbuka setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepahaman awal dalam perundingan damai. Kondisi tersebut dinilai dapat mendorong stabilitas harga minyak dunia.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Abra Talattov, menilai normalisasi aktivitas di Selat Hormuz menjadi faktor penting yang dapat menekan harga energi global, termasuk harga BBM non-subsidi di Indonesia.

Harga BBM Non-Subsidi Berpotensi Turun

Abra mengatakan masyarakat kini berharap pemerintah segera menyesuaikan harga BBM non-subsidi apabila tren penurunan harga minyak dunia terus berlanjut.

Menurutnya, harga Pertamax dan jenis BBM non-subsidi lainnya sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak mentah di pasar internasional.

Baca Juga :  Harga Pertalite Hari Ini 13 Juni 2026 Tetap Rp10.000 per Liter, Stok Dipastikan Aman

Jika harga minyak terus melemah, biaya distribusi energi juga berpotensi turun sehingga ruang penyesuaian harga BBM semakin terbuka.

Selat Hormuz Kembali Normal

Abra menjelaskan penutupan Selat Hormuz selama beberapa bulan terakhir menjadi salah satu penyebab utama kenaikan harga minyak dunia.

Gangguan distribusi energi dari kawasan Timur Tengah memicu tekanan terhadap berbagai negara, termasuk Indonesia.

Kini, kesepahaman damai antara Amerika Serikat dan Iran membuka peluang normalisasi jalur pelayaran internasional sehingga pasokan minyak dunia dapat kembali stabil.

Industri Berpotensi Pulih

Abra menilai harga energi yang lebih rendah akan membantu sektor industri menekan biaya produksi.

Baca Juga :  Ketegangan Timur Tengah Memanas, AS Diduga Siapkan Israel untuk Perang Lagi

Kondisi tersebut juga dapat mempercepat pemulihan dunia usaha yang sebelumnya terdampak lonjakan harga energi.

Ia menambahkan, penurunan biaya produksi berpotensi meningkatkan aktivitas industri sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja.

Kesepakatan Damai Bawa Harapan Baru

Delegasi Amerika Serikat dan Iran sebelumnya menggelar perundingan di Swiss dan menghasilkan sejumlah kesepahaman awal.

Kedua negara juga menyepakati kerangka pembahasan lanjutan untuk menyusun perjanjian damai yang lebih komprehensif dalam beberapa bulan ke depan.

Jika proses tersebut berjalan lancar, stabilitas pasokan energi dunia diperkirakan semakin membaik. Kondisi itu juga dapat memberikan dampak positif terhadap harga minyak global dan biaya energi di Indonesia. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS
BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp80.000, 1 Gram Tembus Rp2,725 Juta
Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 Agustus 2026 di Semua Wilayah
Dollar AS Tertekan, Harga Emas Dunia Naik 0,9 Persen
Mulai Oktober 2026, QRIS Bebas Biaya untuk Semua Merchant hingga Rp100.000
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 17 Agustus 2026 Stabil, 1 Gram Rp2,782 Juta
Anggaran Ketahanan Pangan 2027 Capai Rp195,3 Triliun, Naik 2,3 Persen
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:09 WIB

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp80.000, 1 Gram Tembus Rp2,725 Juta

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 Agustus 2026 di Semua Wilayah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:09 WIB

Dollar AS Tertekan, Harga Emas Dunia Naik 0,9 Persen

Berita Terbaru

Tangkapan layar Presiden Prabowo Subianto saat meninjau salah satu titik lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026).(Dokumentasi YouTube Sekretariat Presiden)

Nasional

Prabowo Tinjau Karhutla Kalbar, 3.704 Hotspot Terdeteksi

Sabtu, 22 Agu 2026 - 23:09 WIB