BPS Tegaskan Data Sensus Ekonomi 2026 Tidak Dipakai untuk Tarik Pajak

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS RI, Moh. Edy Mahmud, dalam acara Kompas.comtalks di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2025) malam.(KOMPAS.com/ SHINTA DWI AYU)

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS RI, Moh. Edy Mahmud, dalam acara Kompas.comtalks di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2025) malam.(KOMPAS.com/ SHINTA DWI AYU)

Jakarta, APGtimes.com – Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan data Sensus Ekonomi 2026 tidak akan digunakan pemerintah untuk menarik pajak dari masyarakat.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud menjelaskan sensus ekonomi berlangsung setiap 10 tahun. Menurut dia, pemerintah memiliki sumber data lain untuk menjalankan administrasi perpajakan.

“Data pajak yang selama ini dipakai itu data dari mana? Kalau sensus 10 tahun sekali, berarti data pajak tahun lalu misalnya tahun 2024, apakah dari sensus? Tentu tidak,” ujar Edy dalam acara Kompas.comTalks di Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).

Data Pajak Punya Sumber Berbeda

Edy menegaskan pemerintah tidak mengambil data pajak dari Sensus Ekonomi 2026. Kementerian Keuangan juga telah menyampaikan bahwa data perpajakan memiliki sumber tersendiri.

Baca Juga :  Pemerintah Libatkan Banyak Kementerian Awasi PT DSI

Penjelasan tersebut menjawab kekhawatiran masyarakat mengenai pendataan ekonomi. BPS memastikan informasi yang warga berikan memiliki perlindungan hukum.

BPS Jamin Kerahasiaan Data

Undang-Undang mengatur perlindungan terhadap data responden sensus. BPS juga menerapkan aturan ketat untuk menjaga informasi yang masyarakat berikan selama proses pendataan.

Pihak yang membocorkan data sensus dapat menghadapi ancaman pidana. Ketentuan itu menjadi bentuk perlindungan BPS terhadap seluruh responden.

Edy menyebut BPS memakai data sensus untuk kepentingan statistik. Hasil pendataan membantu pemerintah melihat perubahan struktur ekonomi secara menyeluruh.

Baca Juga :  Pajak Marketplace Ditunda Lagi, Pemerintah Baru Berlakukan PPh Pedagang Online November 2026

Sensus Bantu Pemerintah Susun Kebijakan

Sensus Ekonomi 2026 akan menggambarkan perkembangan berbagai aktivitas ekonomi di Indonesia. Pendataan mencakup usaha, UMKM, serta sejumlah sektor ekonomi lainnya.

Hasil sensus nantinya dapat menjadi bahan pemerintah dalam menyusun kebijakan. Informasi tersebut juga membantu pemerintah membuat program yang sesuai dengan kondisi masyarakat.

Karena itu, BPS mengajak masyarakat berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026. Data yang lengkap dan akurat akan membantu pemerintah memahami kondisi ekonomi nasional dengan lebih baik. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS
BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp80.000, 1 Gram Tembus Rp2,725 Juta
Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 Agustus 2026 di Semua Wilayah
Dollar AS Tertekan, Harga Emas Dunia Naik 0,9 Persen
Mulai Oktober 2026, QRIS Bebas Biaya untuk Semua Merchant hingga Rp100.000
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 17 Agustus 2026 Stabil, 1 Gram Rp2,782 Juta
Anggaran Ketahanan Pangan 2027 Capai Rp195,3 Triliun, Naik 2,3 Persen
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:09 WIB

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp80.000, 1 Gram Tembus Rp2,725 Juta

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 Agustus 2026 di Semua Wilayah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:09 WIB

Dollar AS Tertekan, Harga Emas Dunia Naik 0,9 Persen

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB