Thailand Perketat Senjata Api Usai Penembakan Sekolah, Izin Pembelian Ditangguhkan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul saat tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (3/8/2026). (Dok. Sekretariat Presiden)

Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul saat tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (3/8/2026). (Dok. Sekretariat Presiden)

Bangkok, APGtimes.com – Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menangguhkan penerbitan izin pembelian senjata api mulai Selasa (11/8/2026). Pemerintah Thailand juga akan meninjau kembali seluruh lisensi kepemilikan senjata yang sudah terbit.

Keputusan tersebut muncul beberapa hari setelah penembakan di sebuah sekolah menewaskan sejumlah orang. Insiden itu terjadi pada Jumat (7/8/2026) dan melibatkan seorang remaja berusia 14 tahun.

Thailand Perketat Pengawasan Senjata

Anutin meminta wakil perdana menteri yang menangani urusan hukum mempercepat penerapan undang-undang pengendalian senjata api yang baru.

Melalui aturan baru itu, pemerintah ingin memperketat pengawasan kepemilikan senjata. Selain itu, pemerintah menyiapkan hukuman lebih berat bagi pelanggar.

Polisi mendapat perintah menghentikan perpanjangan izin yang memungkinkan masyarakat membeli senjata api. Sementara itu, pemilik senjata terdaftar harus menyimpan senjata tersebut di rumah.

Baca Juga :  Polda Jatim Bongkar Penyelundupan 53 Gading Gajah, Dititipkan di Koper Jemaah Umrah

Anutin kembali menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh membawa senjata api ke tempat umum. Karena itu, pemerintah akan memperkuat pengawasan terhadap kepatuhan pemilik senjata.

Pemerintah Kaji Senjata Ilegal

Di sisi lain, pemerintah Thailand turut mengkaji kebijakan untuk menangani senjata ilegal. Salah satu opsi mengharuskan pemilik menyerahkan senjata ilegal kepada negara dalam jangka waktu tertentu.

Langkah tersebut muncul setelah penembakan massal terjadi di sebuah sekolah di luar Bangkok. Seorang siswa remaja menembak sejumlah orang sebelum mengakhiri hidupnya sendiri.

Dalam insiden itu, pelaku juga menembak kakek dan neneknya. Peristiwa tersebut menjadi salah satu penembakan massal terburuk di Thailand dalam hampir empat tahun terakhir.

Baca Juga :  Jepang Naikkan Biaya Visa 5 Kali Lipat, Turis Indonesia Perlu Siapkan Dana Lebih

Thailand Miliki Jutaan Senjata Sipil

Berdasarkan data Small Arms Survey 2017, warga sipil Thailand memiliki sekitar 10,3 juta senjata api.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 15 senjata untuk setiap 100 penduduk. Angka itu termasuk yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Selain memperketat izin senjata, pemerintah Thailand menyiapkan langkah pengamanan baru di sekolah. Menteri Pendidikan Thailand mengusulkan pemeriksaan terhadap setiap orang yang masuk ke lingkungan sekolah.

Selanjutnya, petugas akan memeriksa kemungkinan adanya benda ilegal dan senjata. Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap keamanan sekolah meningkat dan risiko penembakan serupa dapat berkurang. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sebelum Israel Serang Suriah, Kepala Mossad Telepon Menlu Bahas Turkiye
29 Negara Bagian AS Gugat Meta, Facebook dan Instagram Disorot soal Anak
Korea Utara Murka, Kecam Latihan Militer AS-Korea Selatan
Iran Bersiap Perang Lebih Besar, Selat Hormuz Makin Tegang dan Jalur Kapal Terancam
China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik
Festival Indonesia di Chiba Ricuh, KBRI Tokyo Pastikan Tak Ada WNI Ditahan
108 Sekolah di Sarawak Ditutup, Kabut Asap Makin Parah dan 3.853 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan
Gudang WHO di Ukraina Hancur Dihantam Serangan, Pasokan Medis Rp 8,9 Miliar Musnah
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Sebelum Israel Serang Suriah, Kepala Mossad Telepon Menlu Bahas Turkiye

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:09 WIB

29 Negara Bagian AS Gugat Meta, Facebook dan Instagram Disorot soal Anak

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Korea Utara Murka, Kecam Latihan Militer AS-Korea Selatan

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Iran Bersiap Perang Lebih Besar, Selat Hormuz Makin Tegang dan Jalur Kapal Terancam

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:09 WIB

China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB