Warga Israel Bisa Tinggal dan Buka Usaha di Bali, Imigrasi Ungkap Alasannya

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan, Eko Budianto dalam media briefing di kantor Imigrasi, Jakarta, Rabu (12/8/2026).(KOMPAS.com/HARYANTI PUSPA SARI)

Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan, Eko Budianto dalam media briefing di kantor Imigrasi, Jakarta, Rabu (12/8/2026).(KOMPAS.com/HARYANTI PUSPA SARI)

Jakarta, APGtimes.com – Direktorat Jenderal Imigrasi menjelaskan alasan warga negara Israel bisa tinggal hingga membuka usaha di Bali. Pemerintah menerapkan mekanisme khusus bagi warga dari sejumlah negara, termasuk Israel, yang ingin masuk ke Indonesia.

Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan Ditjen Imigrasi Eko Budianto mengatakan pemerintah menggunakan skema calling visa untuk warga Israel. Proses ini melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga sebelum Imigrasi memberikan persetujuan visa.

Beberapa lembaga yang ikut memberikan pertimbangan antara lain Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri, Kejaksaan Agung, Polri, BAIS, dan BIN.

“Salah satunya adalah Israel. Jadi verifikasinya tidak kemudian dari Imigrasi, persetujuan tidak dari Imigrasi,” kata Eko dalam media briefing di kantor Ditjen Imigrasi, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Baca Juga :  KPK Telusuri Dugaan Suap Importasi Barang, Bidik Aliran Dana ke Oknum Bea Cukai

Eko menjelaskan pemerintah menjalankan pemeriksaan secara selektif melalui skema calling visa. Mekanisme tersebut membuat warga dari negara tertentu harus melalui proses pemeriksaan sebelum memperoleh visa.

Warga Israel di Bali Punya Kewarganegaraan Ganda

Eko juga mengungkap hasil penelusuran terhadap warga Israel yang tinggal dan membuka usaha di Bali. Petugas menemukan sebagian dari mereka memiliki kewarganegaraan ganda.

Karena memiliki kewarganegaraan lain, sebagian warga tersebut mengajukan visa menggunakan dokumen perjalanan dari negara lain. Mereka tidak selalu menggunakan paspor Israel saat mengurus izin masuk ke Indonesia.

“Warga negara Israel rata-rata kadang-kadang mereka itu punya kewarganegaraan-kewarganegaraan lain,” ujar Eko.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menjelaskan keberadaan warga Israel di Bali. Data pada dokumen perjalanan juga menjadi bagian penting dalam proses pemeriksaan imigrasi.

Baca Juga :  Tarif Visa on Arrival Indonesia Bakal Naik hingga Rp 1 Juta, Ini Rinciannya

Keberadaan Warga Israel di Bali Jadi Sorotan

Keberadaan warga Israel di Bali sebelumnya menarik perhatian publik. Akun Instagram @shiftmedia.id menyoroti aktivitas warga Israel yang tinggal hingga menjalankan usaha di Pulau Dewata.

Menanggapi hal tersebut, Ditjen Imigrasi menjelaskan mekanisme calling visa yang berlaku bagi warga Israel. Eko menegaskan bahwa sejumlah kementerian dan lembaga ikut menilai permohonan sebelum pemerintah memberikan persetujuan.

Selain itu, pemerintah tetap melakukan pemeriksaan terhadap setiap pemohon sesuai aturan keimigrasian. Dengan mekanisme tersebut, pemerintah dapat menilai permohonan secara lebih selektif sebelum memberikan izin masuk ke Indonesia. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan
Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung
Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus
KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan
Tito Minta Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera Dipercepat, Jalan Jadi Prioritas
Uang Umrah Capai Rp90 Triliun per Tahun, Pemerintah Soroti Penipuan Travel
FSGI Soroti 140.000 Guru Honorer, Tak Mau Larut dalam Euforia PPPK 2027
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:09 WIB

DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:09 WIB

KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB