Menteri Singapura Sampaikan Belasungkawa untuk Korban Gempa NTT

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Partai Aksi Rakyat Singapura (PAP) (depan Kiri ke kanan) Edwin Tong, Seah Kian Peng, Tan Chuan-Jin, mantan perdana menteri Goh Chok Tong, dan Fatimah Lateef berpose di depan media di pusat pencalonan untuk mengajukan dokumen-dokumen pada Hari Pencalonan menjelang pemilu sela 11 September di Singapura, 1 September 2015. Tan Chuan-Jin kini menjadi Ketua Parlemen Singapura dan dilaporkan mundur karena kasus perselingkuhan.(AFP/MOHD FYROL)

Anggota Partai Aksi Rakyat Singapura (PAP) (depan Kiri ke kanan) Edwin Tong, Seah Kian Peng, Tan Chuan-Jin, mantan perdana menteri Goh Chok Tong, dan Fatimah Lateef berpose di depan media di pusat pencalonan untuk mengajukan dokumen-dokumen pada Hari Pencalonan menjelang pemilu sela 11 September di Singapura, 1 September 2015. Tan Chuan-Jin kini menjadi Ketua Parlemen Singapura dan dilaporkan mundur karena kasus perselingkuhan.(AFP/MOHD FYROL)

Singapura, APGtimes.com – Menteri Hukum sekaligus Menteri Dalam Negeri Kedua Singapura, Edwin Tong, menyampaikan belasungkawa kepada Indonesia atas gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tong menyampaikan pesan tersebut saat membuka ASEAN Strategic Policy Dialogue on Disaster Management 2026 di Parkroyal Collection Marina Bay, Singapura, Rabu (19/8/2026).

Dalam pidatonya, Tong menyinggung gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah lepas pantai Pulau Flores pada 15 Agustus 2026. Bencana tersebut membuat ribuan warga mengungsi dan tim penyelamat masih melakukan pencarian serta penanganan korban.

Para peserta forum kemudian mengheningkan cipta sebagai bentuk penghormatan kepada para korban. Momen tersebut berlangsung ketika Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati menyampaikan pidatonya.

Baca Juga :  Gempa M 4 Guncang Nagekeo NTT, Kedalamannya Hanya 1 Kilometer

Singapura Dorong Kerja Sama ASEAN

Tong menjadikan gempa NTT sebagai gambaran bahwa bencana dapat berdampak melampaui batas wilayah suatu negara.

Menurut Tong, negara-negara ASEAN perlu memperkuat kerja sama karena perubahan iklim turut meningkatkan risiko bencana dengan skala yang lebih besar dan pola yang semakin sulit diprediksi.

Ia menilai setiap negara tidak dapat menghadapi ancaman bencana hanya dengan mengandalkan kemampuan sendiri. ASEAN membutuhkan koordinasi dan solidaritas agar bantuan dapat bergerak lebih cepat ketika bencana terjadi.

Forum tersebut mempertemukan sekitar 200 pejabat pemerintah, akademisi, dan praktisi dari negara-negara ASEAN. Perwakilan Uni Eropa, Kanada, dan Selandia Baru juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Update Korban Gempa NTT Hari Ini: 53 Orang Meninggal, 135 Luka

Edwin Tong Soroti Ancaman Super El Nino

Selain gempa bumi, Tong mengingatkan negara-negara Asia Tenggara terhadap ancaman bencana akibat perubahan iklim.

Ia menyinggung peringatan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengenai potensi Super El Nino. Fenomena tersebut dapat meningkatkan risiko gelombang panas dan kekeringan di sejumlah wilayah Asia Tenggara.

Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan cuaca ekstrem. Kekeringan berkepanjangan juga dapat mengganggu ketahanan pangan dan meningkatkan risiko terhadap kesehatan masyarakat.

Tong menilai kondisi tersebut semakin memperkuat kebutuhan ASEAN untuk membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih terkoordinasi.

Kerja sama lintas negara dinilai penting agar kawasan mampu menghadapi bencana alam sekaligus ancaman yang muncul akibat perubahan iklim. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan
Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung
Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus
KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan
Tito Minta Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera Dipercepat, Jalan Jadi Prioritas
Uang Umrah Capai Rp90 Triliun per Tahun, Pemerintah Soroti Penipuan Travel
FSGI Soroti 140.000 Guru Honorer, Tak Mau Larut dalam Euforia PPPK 2027
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:09 WIB

DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:09 WIB

KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB