Jakarta, APGtimes.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegur pemerintah daerah yang lambat menggunakan dana bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk menangani dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tito meminta pemerintah daerah segera menggunakan anggaran tersebut untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Ia menilai pemerintah daerah tidak seharusnya menunda penggunaan dana yang sudah tersedia.
“Ada juga daerah yang, artinya ya eman-eman kalau bahasa saya. Sudah diberikan anggaran untuk membantu masyarakat, tapi realisasinya masih lambat,” ujar Tito di Kompleks Istana, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Realisasi Bantuan Berbeda-beda
Tito mengungkapkan, Pemerintah Provinsi NTT sudah menggunakan 43 persen dana bantuan yang Presiden berikan.
Ia mengapresiasi Gubernur NTT Melki Laka Lena karena bergerak cepat dalam merealisasikan anggaran tersebut.
Namun, beberapa kabupaten masih menunjukkan realisasi yang rendah. Tito menyebut Kabupaten Sikka baru menggunakan sekitar 1 persen dana bantuan. Sementara itu, daerah lain baru mencapai sekitar 7 persen.
“Tapi, ada juga yang masih cuma 1 persen lebih Sikka, ada yang cuma 7 persen. Padahal kami sudah menurunkan tim untuk mendampingi dari Itjen,” kata Tito.
Melalui rapat bersama Presiden Prabowo, Tito kembali meminta pemerintah daerah mempercepat penggunaan dana bantuan tersebut.
“Ya tolonglah daerah-daerah sudah diberikan bantuan oleh Presiden, ya gunakan secepat mungkin,” ujarnya.
Presiden Beri Bantuan Rp 200 Miliar
Presiden Prabowo memberikan total Rp 200 miliar untuk membantu penanganan bencana gempa di NTT.
Dari jumlah tersebut, pemerintah mengalokasikan Rp 40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT. Sementara itu, delapan kabupaten terdampak masing-masing memperoleh Rp 20 miliar.
Delapan daerah tersebut meliputi Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, Sikka, dan Flores Timur.
Tito mengatakan pemerintah pusat memberikan tambahan dana karena sejumlah daerah memiliki anggaran belanja tak terduga (BTT) yang sangat terbatas.
BTT Daerah Terbatas
Tito sebelumnya melaporkan kondisi keuangan daerah kepada Presiden. Ia menyebut beberapa kabupaten hanya memiliki sisa BTT dalam jumlah kecil, padahal wilayah tersebut menghadapi dampak gempa yang cukup berat.
“Yaitu Manggarai Timur, padahal dampaknya berat,” ungkap Tito.
Tito kemudian mengusulkan tambahan anggaran sekitar Rp 5 miliar hingga Rp 10 miliar untuk setiap kabupaten terdampak. Ia juga mengusulkan tambahan Rp 10 miliar hingga Rp 20 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT.
Menurut Tito, Presiden Prabowo langsung menyetujui usulan tersebut dan menggandakan nominal bantuan yang diajukan.
“Double saya berikan,” kata Tito menirukan pernyataan Prabowo. (de*)









