Lula Akan Temui Trump di PBB, Minta AS Tak Ikut Campur Pemilu Brasil

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva (kiri) saat menyetujui konsensus Deklarasi Pemimpin G20 di Rio de Janeiro, Senin (18/11/2024). Terpisah, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menjalani operasi pendarahan otak yang akibat terjatuh baru-baru ini. ?Operasi pada Senin (9/12/2024) malam itu berjalan tanpa komplikasi, ungkap manajemen Rumah Sakit Suriah-Lebanon di Sao Paulo pada Selasa (10/12/2024)(G20 BRASIL)

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva (kiri) saat menyetujui konsensus Deklarasi Pemimpin G20 di Rio de Janeiro, Senin (18/11/2024). Terpisah, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menjalani operasi pendarahan otak yang akibat terjatuh baru-baru ini. ?Operasi pada Senin (9/12/2024) malam itu berjalan tanpa komplikasi, ungkap manajemen Rumah Sakit Suriah-Lebanon di Sao Paulo pada Selasa (10/12/2024)(G20 BRASIL)

Brasilia, APGtimes.com – Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengatakan akan meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak ikut campur dalam pemilihan umum Brasil saat keduanya berada di New York untuk Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Lula dijadwalkan menyampaikan pidato pada Selasa (22/9/2026) dalam agenda tahunan para pemimpin dunia di New York. Ia mengatakan akan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan langsung pesannya kepada Trump jika keduanya bertemu.

“Saya akan pergi ke pertemuan PBB untuk berbicara dengan Trump dan mengatakan kepadanya, jangan ikut campur dalam pemilihan di Brasil,” kata Lula, dikutip dari AFP.

Lula menyampaikan pernyataan itu saat menghadiri kegiatan kampanye di Ceilandia, kawasan kelas pekerja di Brasilia.

Baca Juga :  Polda Jatim Bongkar Penyelundupan 53 Gading Gajah, Dititipkan di Koper Jemaah Umrah

Belum Ada Agenda Pertemuan Bilateral Lula-Trump

Meski Lula membuka kemungkinan bertemu Trump, pemerintah Brasil belum menjadwalkan pertemuan bilateral khusus antara kedua presiden.

Pejabat Kementerian Luar Negeri Brasil Carlos Bicalho Cozendey mengatakan kedua pemimpin mungkin bertemu di sela-sela Majelis Umum PBB, seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya.

Dengan demikian, belum ada kepastian bahwa Lula dan Trump akan menggelar pembicaraan resmi secara khusus.

Hubungan Brasil dan AS Memanas karena Tarif

Hubungan Brasil dan pemerintahan Trump kembali menghadapi ketegangan setelah Amerika Serikat memberlakukan tarif baru terhadap produk Brasil.

Lula sebelumnya menilai kebijakan tarif tersebut sebagai bentuk tekanan terhadap Brasil menjelang pemilihan umum. Reuters juga melaporkan bahwa kebijakan tarif AS telah masuk dalam dinamika politik menjelang pemilu Brasil pada Oktober 2026.

Baca Juga :  Perang Iran Memasuki Bulan Keenam, Trump Hadapi Dilema Besar Jelang Pemilu AS

Kedua negara sebelumnya sempat memperbaiki hubungan melalui pembicaraan langsung antara Lula dan Trump pada Mei 2026. Namun, persoalan tarif dan isu politik Brasil kembali memengaruhi hubungan kedua negara.

Pemilu Brasil Digelar Oktober 2026

Pemilihan umum Brasil akan berlangsung pada Oktober 2026. Senator Flavio Bolsonaro, putra mantan Presiden Jair Bolsonaro, menjadi salah satu kandidat yang bersaing dengan Lula.

Reuters melaporkan bahwa isu hubungan dengan Amerika Serikat dan kebijakan tarif menjadi bagian dari dinamika kampanye menjelang pemilu tersebut.

Karena itu, pernyataan Lula mengenai kemungkinan campur tangan asing muncul ketika hubungan Brasil-AS dan persaingan politik domestik sama-sama menjadi perhatian. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mekkah, Jeddah, dan Taif Dapat Alarm Serangan, Arab Saudi Langsung Cabut Peringatan
12 Negara Paling Aman untuk Traveling Pertama Kali 2026, Malaysia Jauh di Atas Indonesia
Museum Renoir di Perancis Dibobol, 4 Karya Seni Senilai Rp 176 Miliar Dicuri
Hassan Rouhani Minta Rakyat Iran Tentukan Kelanjutan Perang dengan AS
Kabut Asap Karhutla Indonesia Lumpuhkan Aktivitas Warga Serian Malaysia
Banjir Bandang Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Pemerintah Sebut Perubahan Iklim Jadi Pemicu
Timor Leste Jadi Pusat Scam Baru? Kemenlu RI Temukan Jejak Eks Pekerja Kamboja
Profesor Malaysia Dipecat Usai Klaim Orang Melayu Kuno Bisa Terbang
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 16:09 WIB

Mekkah, Jeddah, dan Taif Dapat Alarm Serangan, Arab Saudi Langsung Cabut Peringatan

Rabu, 9 September 2026 - 21:09 WIB

12 Negara Paling Aman untuk Traveling Pertama Kali 2026, Malaysia Jauh di Atas Indonesia

Selasa, 8 September 2026 - 21:09 WIB

Museum Renoir di Perancis Dibobol, 4 Karya Seni Senilai Rp 176 Miliar Dicuri

Selasa, 8 September 2026 - 18:09 WIB

Hassan Rouhani Minta Rakyat Iran Tentukan Kelanjutan Perang dengan AS

Senin, 7 September 2026 - 11:09 WIB

Kabut Asap Karhutla Indonesia Lumpuhkan Aktivitas Warga Serian Malaysia

Berita Terbaru