Ayah dan Anak Asal Purworejo Jadi Tersangka Kasus Bupati Pemalang, Ini Peran yang Diungkap KPK

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo KPK.(ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Logo KPK.(ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Purworejo, Albrita.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan pengusaha asal Purworejo, Lilik Budi Supriyanto (LBS), bersama putranya, Setya Budi Dias Oktavianto (DIS), sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan dan pengurusan perkara yang menjerat Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro. Kasus ini langsung menyita perhatian publik karena melibatkan hubungan ayah dan anak dalam perkara yang sama.

Ayah dan Anak Masuk Daftar Tersangka

KPK mengumumkan empat tersangka setelah menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Pemalang. Penyidik memasukkan nama Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Mohamad Haris alias Gus Haris, Lilik Budi Supriyanto, dan Setya Budi Dias Oktavianto dalam perkara tersebut.

Penyidik menduga para tersangka menjalankan praktik pemerasan terhadap pejabat daerah dan pihak swasta. Selain itu, mereka diduga mengatur pengurusan perkara yang berkaitan dengan dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Baca Juga :  Terungkap! Jaringan Emas Ilegal Diduga Olah 30 Kg Sehari, Nilainya Hampir Rp3 Triliun

KPK Dalami Dugaan Peran Lilik dan Putranya

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menjelaskan, Mohamad Haris menyerahkan uang sekitar Rp1,2 miliar kepada Lilik Budi Supriyanto saat bertemu di Semarang.

Selanjutnya, KPK menduga Lilik menggunakan informasi administrasi yang diperoleh dari putranya. Setya bekerja sebagai staf administrasi di KPK. Lilik kemudian memakai informasi itu untuk meyakinkan pihak tertentu agar menyerahkan uang dengan janji dapat membantu proses perkara.

Kini, penyidik terus menelusuri aliran dana sekaligus memperdalam peran setiap tersangka.

Warga Purworejo Terkejut

Kasus tersebut mengejutkan warga Kelurahan Mranti, Kecamatan Purworejo. Lurah Mranti, Haryono, mengaku pertama kali mengetahui kabar itu dari pemberitaan media.

Baca Juga :  KPK Tetapkan Tersangka dalam OTT Bupati Muara Enim, Dugaan Suap Proyek Disdik Terungkap

Setelah menerima informasi tersebut, pemerintah kelurahan langsung meminta keterangan dari warga sekitar. Warga membenarkan bahwa Lilik memang tinggal di Kelurahan Mranti.

Menurut Haryono, Lilik selama ini aktif mengikuti kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan. Warga juga mengenalnya sebagai pribadi yang mudah bergaul.

Pemerintah Kelurahan Hormati Proses Hukum

Haryono menjelaskan, Lilik tercatat sebagai warga Kelurahan Mranti sejak sekitar 2021. Ia tinggal di wilayah RW 1 dan menjalankan usaha grosir dari rumahnya.

Meski demikian, pemerintah kelurahan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada KPK. Haryono berharap Lilik bersikap kooperatif selama menjalani pemeriksaan.

Sementara itu, pemerintah kelurahan mengajak masyarakat menghormati proses hukum yang berlangsung dan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah hingga pengadilan memutus perkara tersebut secara berkekuatan hukum tetap. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saksi Ungkap Bansos PMKS Labusel Dipakai untuk Cooling System Jelang Pemilu 2024
Emas 5,25 Kg Senilai Rp12 Miliar Gagal Dibawa Keluar dari Kertajati, Ini Modusnya
Korupsi MBG Rugikan Negara Rp10 Triliun, Enam Tersangka Segera Hadapi Persidangan
KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus HGB, Uang Rp106,3 Miliar Disita
Polres Merangin Sita 2 Ekskavator dalam Penindakan PETI di DAS Merangin
Bos Kasino Batam Suwanda Alias Akau Dijerat TPPU, Polisi Sita Rp 7,7 Miliar
Bareskrim Tetapkan 89 Tersangka Karhutla, Korporasi Kini Jadi Sasaran Penyelidikan
10 Personel Brimob Polda Sumut Dipecat, Judi Online hingga Narkoba Jadi Sorotan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:09 WIB

Saksi Ungkap Bansos PMKS Labusel Dipakai untuk Cooling System Jelang Pemilu 2024

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:09 WIB

Emas 5,25 Kg Senilai Rp12 Miliar Gagal Dibawa Keluar dari Kertajati, Ini Modusnya

Rabu, 30 September 2026 - 13:09 WIB

Korupsi MBG Rugikan Negara Rp10 Triliun, Enam Tersangka Segera Hadapi Persidangan

Rabu, 16 September 2026 - 10:09 WIB

KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus HGB, Uang Rp106,3 Miliar Disita

Rabu, 2 September 2026 - 23:59 WIB

Polres Merangin Sita 2 Ekskavator dalam Penindakan PETI di DAS Merangin

Berita Terbaru

Salah satu dapur MBG

Ekonomi & Bisnis

7 Dapur MBG di Padang Panjang Ditutup

Minggu, 1 Nov 2026 - 12:04 WIB