Logo KPK.(ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
KPK mengumumkan empat tersangka setelah menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Pemalang. Penyidik memasukkan nama Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Mohamad Haris alias Gus Haris, Lilik Budi Supriyanto, dan Setya Budi Dias Oktavianto dalam perkara tersebut.
Penyidik menduga para tersangka menjalankan praktik pemerasan terhadap pejabat daerah dan pihak swasta. Selain itu, mereka diduga mengatur pengurusan perkara yang berkaitan dengan dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.
Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menjelaskan, Mohamad Haris menyerahkan uang sekitar Rp1,2 miliar kepada Lilik Budi Supriyanto saat bertemu di Semarang.
Selanjutnya, KPK menduga Lilik menggunakan informasi administrasi yang diperoleh dari putranya. Setya bekerja sebagai staf administrasi di KPK. Lilik kemudian memakai informasi itu untuk meyakinkan pihak tertentu agar menyerahkan uang dengan janji dapat membantu proses perkara.
Kini, penyidik terus menelusuri aliran dana sekaligus memperdalam peran setiap tersangka.
Kasus tersebut mengejutkan warga Kelurahan Mranti, Kecamatan Purworejo. Lurah Mranti, Haryono, mengaku pertama kali mengetahui kabar itu dari pemberitaan media.
Setelah menerima informasi tersebut, pemerintah kelurahan langsung meminta keterangan dari warga sekitar. Warga membenarkan bahwa Lilik memang tinggal di Kelurahan Mranti.
Menurut Haryono, Lilik selama ini aktif mengikuti kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan. Warga juga mengenalnya sebagai pribadi yang mudah bergaul.
Haryono menjelaskan, Lilik tercatat sebagai warga Kelurahan Mranti sejak sekitar 2021. Ia tinggal di wilayah RW 1 dan menjalankan usaha grosir dari rumahnya.
Meski demikian, pemerintah kelurahan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada KPK. Haryono berharap Lilik bersikap kooperatif selama menjalani pemeriksaan.
Sementara itu, pemerintah kelurahan mengajak masyarakat menghormati proses hukum yang berlangsung dan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah hingga pengadilan memutus perkara tersebut secara berkekuatan hukum tetap. (aw*)
Berita Terkait
Berita Terbaru
Berita Terkait
Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:09 WIB
Saksi Ungkap Bansos PMKS Labusel Dipakai untuk Cooling System Jelang Pemilu 2024Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:09 WIB
Emas 5,25 Kg Senilai Rp12 Miliar Gagal Dibawa Keluar dari Kertajati, Ini ModusnyaRabu, 30 September 2026 - 13:09 WIB
Korupsi MBG Rugikan Negara Rp10 Triliun, Enam Tersangka Segera Hadapi PersidanganRabu, 16 September 2026 - 10:09 WIB
KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus HGB, Uang Rp106,3 Miliar DisitaRabu, 2 September 2026 - 23:59 WIB
Polres Merangin Sita 2 Ekskavator dalam Penindakan PETI di DAS MeranginBerita Terbaru
Internasional
Hakim AS Selidiki Pengacara Pemerintahan Trump soal Rencana Penutupan Lapangan Golf
Sabtu, 31 Okt 2026 - 23:59 WIB
Ekonomi & Bisnis
Kredit KB Bank Tembus Rp45,68 Triliun, Pendapatan Bunga Bersih Melonjak 28,94 Persen
Sabtu, 31 Okt 2026 - 23:09 WIB
Internasional
Terungkap Modus Penyelundupan 30 Server Chip AI Rp220 Miliar Lewat Bandara Kuala Lumpur
Sabtu, 31 Okt 2026 - 22:09 WIB
Ekonomi & Bisnis
Pemerintah Beri Insentif Pajak Rp576,4 Triliun pada 2026, UMKM hingga Industri Jadi Penerima
Sabtu, 31 Okt 2026 - 21:09 WIB

31 Oktober 2026 | 23:59 WIB

31 Oktober 2026 | 22:09 WIB

30 Oktober 2026 | 15:09 WIB
