Tebo, APGtimes.com – Video yang memperlihatkan puluhan rakit dompeng penambangan emas tanpa izin (PETI) melaju kencang di Sungai Batanghari, Kabupaten Tebo, Jambi, viral di media sosial. Rekaman itu menarik perhatian publik karena memperlihatkan puluhan rakit bergerak hampir bersamaan ketika aparat menggelar razia di lokasi.
Dalam video tersebut, para operator dompeng langsung menyalakan mesin diesel lalu memacu rakit menuju hilir sungai. Akibatnya, puluhan rakit melaju beriringan sehingga banyak warganet menyamakan pemandangan itu dengan balapan di atas air.
Sementara itu, aparat kepolisian terus meningkatkan penindakan terhadap aktivitas PETI. Selain menggelar razia rutin, petugas juga memusnahkan peralatan tambang ilegal yang mereka temukan di lokasi.
Puluhan Dompeng Berusaha Menghindari Petugas
Video yang beredar memperlihatkan puluhan dompeng bergerak hampir bersamaan di aliran Sungai Batanghari. Setiap operator memacu mesin dengan kecepatan tinggi agar lebih dulu meninggalkan lokasi.
Selain itu, beberapa rakit saling berdekatan karena seluruh operator memilih jalur sungai yang sama. Bahkan, sejumlah dompeng terlihat mempercepat laju untuk mencari jalur yang lebih aman.
Di sisi lain, warga yang berada di tepian sungai terus menyaksikan peristiwa tersebut. Mereka memberikan berbagai komentar ketika puluhan rakit melintas dengan suara mesin yang saling bersahutan.
Karena video itu memperlihatkan puluhan dompeng bergerak dalam waktu bersamaan, unggahan tersebut pun cepat menyebar di berbagai platform media sosial.
Polres Tebo Intensifkan Razia PETI
Polres Tebo terus menggelar operasi pemberantasan PETI di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi aktivitas tambang ilegal.
Kapolres Tebo AKBP Triyanto memimpin langsung operasi di Desa Teluk Langkap, Kecamatan Sumay. Petugas menyisir lokasi melalui jalur darat sekaligus jalur sungai agar pemeriksaan berlangsung lebih efektif.
Selama penyisiran, personel menemukan dua rakit dompeng yang diduga digunakan untuk menambang emas secara ilegal.
Petugas kemudian membakar kedua rakit tersebut dan menghanyutkan sisa materialnya agar para pelaku tidak lagi memanfaatkan peralatan itu.
Selain melakukan penindakan, polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas PETI karena kegiatan tersebut melanggar hukum dan berpotensi merusak lingkungan.
WALHI Jambi Soroti Dampak Lingkungan
Sementara itu, WALHI Jambi kembali menyoroti aktivitas PETI di kawasan Desa Teluk Langkap. Organisasi tersebut menilai aktivitas tambang ilegal telah memberikan dampak serius terhadap kawasan hutan dan aliran sungai.
Menurut WALHI Jambi, informasi yang mereka himpun menunjukkan ratusan alat tambang rakitan masih beroperasi di kawasan tersebut.
Selain itu, hasil pemantauan lapangan menunjukkan kerusakan hutan mencapai sekitar 12.202 hektare. Kondisi itu juga berpotensi mengganggu kualitas air sungai yang selama ini dimanfaatkan masyarakat.
Karena itu, WALHI meminta aparat memperluas penegakan hukum hingga menyasar pihak-pihak yang diduga mengendalikan aktivitas PETI.
Polisi Ajak Masyarakat Berperan Aktif
Polres Tebo menegaskan akan terus melaksanakan operasi pemberantasan PETI secara berkelanjutan. Polisi juga mengajak pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan.
Selain memperkuat penindakan, aparat terus memberikan edukasi mengenai dampak tambang ilegal terhadap lingkungan maupun kehidupan masyarakat.
Dengan demikian, kepolisian berharap aktivitas PETI di Kabupaten Tebo dapat terus berkurang, sementara masyarakat semakin aktif mendukung upaya perlindungan lingkungan dan penegakan hukum. (de*)









