Imigrasi Kendari Temukan 7 WNA China, Diduga Hendak ke Australia Secara Ilegal

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Imigrasi Kendari mengamankan tujuh Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok yang diduga melakukan pelanggaran keimigrasian di wilayah Kendari, Jumat (12/6/2026).(Dokumentasi Kantor Imigrasi Kendari )

Kantor Imigrasi Kendari mengamankan tujuh Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok yang diduga melakukan pelanggaran keimigrasian di wilayah Kendari, Jumat (12/6/2026).(Dokumentasi Kantor Imigrasi Kendari )

Kendari, APGtimes.com — Kantor Imigrasi Kendari mengamankan tujuh warga negara asing (WNA) asal China yang diduga melanggar aturan keimigrasian di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kepala Kantor Imigrasi Kendari, Muhammad Novrian Jaya, mengatakan petugas juga menemukan indikasi tindak pidana penyelundupan manusia dalam kasus tersebut.

Menurut Novrian, ketujuh WNA berinisial CS, GJ, HM, YQ, CW, ZC, dan WS.

Petugas Imigrasi menerima informasi dari Polda Sulawesi Tenggara mengenai keberadaan sejumlah WNA di Kota Kendari.

Setelah menerima laporan tersebut, Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) langsung melakukan pengawasan dan penelusuran di beberapa lokasi.

Tim kemudian menemukan tujuh WNA China pada 9 Juni 2026. Petugas selanjutnya membawa mereka ke Kantor Imigrasi Kendari untuk pemeriksaan.

Baca Juga :  Pria Curi Rp5.000 di Surabaya Divonis 4 Bulan Penjara, Keluarga Bayar Ganti Rugi Rp1 Juta

Diduga Gunakan Jalur Ilegal ke Australia

Novrian menjelaskan hasil pemeriksaan awal menunjukkan para WNA itu berencana meninggalkan Indonesia tanpa melewati Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI).

Petugas juga menemukan izin tinggal ketujuh WNA tersebut sudah berakhir.

Selain memeriksa dokumen, petugas memeriksa telepon seluler dan alat komunikasi milik mereka.

Hasil pemeriksaan mengarah pada dugaan rencana perjalanan menuju Australia.

Petugas menduga para WNA tersebut akan menempuh jalur yang tidak sesuai prosedur keimigrasian.

Novrian mengatakan Imigrasi akan memproses deportasi terhadap ketujuh WNA tersebut.

Imigrasi juga akan memasukkan nama mereka ke daftar penangkalan selama lima tahun sesuai aturan yang berlaku.

Saat ini petugas menahan ketujuh WNA tersebut di ruang detensi Imigrasi Kendari sambil melanjutkan proses pemeriksaan.

Baca Juga :  Indonesia-Australia Perkuat Pertahanan, Bahas Keamanan Indo-Pasifik hingga Latihan Militer

Imigrasi dan Polisi Perkuat Sinergi

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Tenggara, Ganda Samosir, mengapresiasi kerja sama antara Imigrasi dan Kepolisian.

Menurut Ganda, sinergi antarlembaga berperan penting dalam menjaga kedaulatan negara.

Ia menilai kolaborasi yang kuat membantu aparat mendeteksi dan menangani pelanggaran lebih cepat.

“Menjaga kedaulatan negara tidak dapat dilakukan sendiri. Kami membutuhkan kerja sama lintas instansi agar setiap potensi pelanggaran bisa kami tangani secara cepat dan tepat,” kata Ganda.

Ia menegaskan Imigrasi akan terus meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas warga negara asing di Sulawesi Tenggara.

Langkah tersebut bertujuan mencegah pelanggaran keimigrasian dan tindak pidana lainnya. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saksi Ungkap Bansos PMKS Labusel Dipakai untuk Cooling System Jelang Pemilu 2024
Emas 5,25 Kg Senilai Rp12 Miliar Gagal Dibawa Keluar dari Kertajati, Ini Modusnya
Korupsi MBG Rugikan Negara Rp10 Triliun, Enam Tersangka Segera Hadapi Persidangan
KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus HGB, Uang Rp106,3 Miliar Disita
Polres Merangin Sita 2 Ekskavator dalam Penindakan PETI di DAS Merangin
Bos Kasino Batam Suwanda Alias Akau Dijerat TPPU, Polisi Sita Rp 7,7 Miliar
Bareskrim Tetapkan 89 Tersangka Karhutla, Korporasi Kini Jadi Sasaran Penyelidikan
10 Personel Brimob Polda Sumut Dipecat, Judi Online hingga Narkoba Jadi Sorotan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:09 WIB

Saksi Ungkap Bansos PMKS Labusel Dipakai untuk Cooling System Jelang Pemilu 2024

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:09 WIB

Emas 5,25 Kg Senilai Rp12 Miliar Gagal Dibawa Keluar dari Kertajati, Ini Modusnya

Rabu, 30 September 2026 - 13:09 WIB

Korupsi MBG Rugikan Negara Rp10 Triliun, Enam Tersangka Segera Hadapi Persidangan

Rabu, 16 September 2026 - 10:09 WIB

KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus HGB, Uang Rp106,3 Miliar Disita

Rabu, 2 September 2026 - 23:59 WIB

Polres Merangin Sita 2 Ekskavator dalam Penindakan PETI di DAS Merangin

Berita Terbaru