Jambi, APGtimes.com – Pemerintah Provinsi Jambi mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar untuk mempercepat penanganan dampak fenomena El Nino yang berpotensi memicu kekeringan di sejumlah wilayah.
Pemerintah mengambil anggaran tersebut melalui mekanisme pergeseran Belanja Tidak Terduga (BTT). Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesiapan daerah menghadapi musim kemarau.
Pemprov Prioritaskan Penanganan El Nino
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Jambi, Agus Pringadi, mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebelumnya mengajukan kebutuhan anggaran sebesar Rp3,9 miliar.
Namun, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) lebih dulu menyetujui alokasi Rp3 miliar melalui dana BTT.
Menurut Agus, pemerintah harus mengelola anggaran secara cermat karena dana BTT yang tersedia saat ini hanya sekitar Rp5 miliar.
Sisa Anggaran Menunggu APBD Perubahan
Agus menjelaskan pemerintah belum mengalokasikan seluruh kebutuhan anggaran agar dana cadangan tetap tersedia jika muncul bencana lain.
Pemerintah akan memantau perkembangan cuaca dalam beberapa bulan ke depan. Jika dampak El Nino masih berlanjut hingga pembahasan APBD Perubahan, pemerintah akan mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp900 juta.
Langkah tersebut bertujuan memastikan penanganan bencana tetap berjalan tanpa mengurangi kesiapan menghadapi kondisi darurat lainnya.
Antisipasi Kemarau Panjang
Pemerintah Provinsi Jambi terus mengantisipasi potensi kemarau panjang yang dapat memengaruhi berbagai sektor, mulai dari pertanian hingga ketersediaan air bersih.
Melalui dukungan anggaran tersebut, pemerintah berharap BPBD dapat menjalankan langkah mitigasi dan penanganan secara optimal apabila dampak El Nino semakin meluas di sejumlah daerah.
Pemerintah juga akan terus memantau perkembangan cuaca dan menyesuaikan kebijakan sesuai kondisi di lapangan. (de*)









