Harga Emas Dunia Stabil Setelah Anjlok 3 Persen, Pasar Tunggu Sinyal The Fed

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi emas (freepik.com)

Ilustrasi emas (freepik.com)

Jakarta, APGtimes.com – Harga emas dunia bergerak stabil pada awal perdagangan Asia, Senin (31/8/2026), setelah harga logam mulia tersebut anjlok lebih dari 3 persen pada Jumat (28/8/2026).

Tekanan jual muncul setelah Ketua Federal Reserve Kevin Warsh memberikan sinyal bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) masih dapat menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi.

Mengutip Reuters, harga emas spot berada di level 4.455,29 dollar AS per ons. Pada awal perdagangan, harga emas sempat turun ke level terendah sejak 19 Agustus 2026.

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun 0,6 persen menjadi 4.504,90 dollar AS per ons.

Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Meningkat

Dalam pidatonya di Jackson Hole pada Jumat (28/8/2026), Warsh mengatakan The Fed masih perlu memastikan inflasi AS bergerak menuju target 2 persen.

“The Fed masih harus melakukan berbagai upaya jika para pembuat kebijakan belum mendapatkan keyakinan yang mereka perlukan bahwa inflasi sedang menuju 2 persen,” ujar Warsh.

Baca Juga :  Harga Daging Sapi di Jakarta Masih Mahal Jelang Idul Adha 2026

Pernyataan tersebut langsung memengaruhi ekspektasi pasar. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September mencapai 57 persen. Angka itu naik dari 36 persen sebelum Warsh menyampaikan pidatonya.

Kenaikan suku bunga biasanya memberikan tekanan terhadap harga emas. Pasalnya, emas tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi atau deposito.

Ketika suku bunga naik, investor cenderung melihat aset berbunga sebagai pilihan yang lebih menarik. Kondisi tersebut dapat mengurangi minat terhadap emas.

Investor Menunggu Data Tenaga Kerja AS

Selanjutnya, investor akan mencermati sejumlah data ekonomi AS yang rilis pekan ini. Data tersebut mencakup lowongan pekerjaan, laporan ketenagakerjaan ADP, klaim pengangguran mingguan, dan nonfarm payrolls.

Pasar akan menggunakan data tersebut untuk memperkirakan arah kebijakan moneter The Fed.

Jika data menunjukkan pasar tenaga kerja tetap kuat dan inflasi masih tinggi, peluang kenaikan suku bunga dapat semakin besar. Sebaliknya, pelemahan pasar tenaga kerja dan penurunan tekanan harga dapat mengurangi tekanan terhadap harga emas.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Hari Ini Naik Lagi, 1 Gram Tembus Rp2,71 Juta

Geopolitik Masih Jadi Perhatian

Selain kebijakan The Fed, investor juga memantau perkembangan geopolitik. Ketegangan antara AS dan Iran menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi pergerakan emas.

Iran pada Jumat mengecam sanksi ekonomi baru dari AS dan menyebut kebijakan tersebut sebagai “terorisme negara”.

Pemimpin tertinggi Iran juga mengatakan dirinya melarang tindakan yang dapat mengganggu “kohesi sosial” di tengah tekanan ekonomi akibat sanksi AS.

Perkembangan geopolitik tersebut turut menjadi perhatian investor karena ketegangan antarnegara sering meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven, termasuk emas.

Harga Logam Mulia Lainnya

Pergerakan logam mulia lainnya juga cenderung terbatas pada awal perdagangan Asia.

Harga perak spot bertahan di level 66,34 dollar AS per ons. Sementara itu, harga platinum naik tipis 0,1 persen menjadi 1.822,46 dollar AS per ons.

Adapun harga palladium menguat 0,2 persen menjadi 1.424,89 dollar AS per ons. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini 7 September 2026 Tak Bergerak, 1 Gram Rp2,68 Juta
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 3 September 2026 Naik, Antam Rp 2,679 Juta
Ajaib Dapat Suntikan Rp4,8 Triliun dari Jepang, Fokus Perkuat SDM Teknologi
Rupiah Diprediksi Bergerak Terbatas, Investor Menanti Data Inflasi
UMKM Segera Dapat Diskon 50 Persen Biaya Marketplace, Kapan Berlaku?
Elpiji 3 Kg Bakal Pakai Data Desil, Warga Khawatir Salah Sasaran: “Jangan Sampai Jadi Korban”
Purbaya Pastikan Layer Baru Cukai Rokok Tak Picu Downtrading
Harga Emas Antam Hari Ini 25 Agustus 2026 Naik Rp18.000, Tembus Rp2,768 Juta
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 14:09 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 3 September 2026 Naik, Antam Rp 2,679 Juta

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Ajaib Dapat Suntikan Rp4,8 Triliun dari Jepang, Fokus Perkuat SDM Teknologi

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Harga Emas Dunia Stabil Setelah Anjlok 3 Persen, Pasar Tunggu Sinyal The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Rupiah Diprediksi Bergerak Terbatas, Investor Menanti Data Inflasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:09 WIB

UMKM Segera Dapat Diskon 50 Persen Biaya Marketplace, Kapan Berlaku?

Berita Terbaru

Suasana sidang pembacaan putusan terhadap 17 perkara pengujian undang-undang di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (28/8/2026). Dalam salah satu putusannya, MK mengabulkan seluruh gugatan terhadap Pasal 240 dan Pasal 241 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang mengatur penghinaan terhadap pemerintah dan lembaga negara(ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Nasional

MK Tolak Uji Materi KUHAP dan Anggaran MBG 2026

Senin, 7 Sep 2026 - 18:09 WIB