HP Bekas Makin Diminati, Panel Ponsel Rekondisi Lampaui HP Baru

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tecno Pova 8 5G(Kompas.com/Lely Maulida)

Tecno Pova 8 5G(Kompas.com/Lely Maulida)

Jakarta, APGtimes.com – Tren pasar smartphone mulai berubah. Konsumen kini semakin banyak memilih HP bekas dan rekondisi ketika harga ponsel baru terus meningkat.

Perubahan tersebut terlihat dari pengiriman panel layar untuk pasar smartphone rekondisi. Berdasarkan laporan perusahaan riset Omdia, produsen panel mengirim 298 juta unit panel ke pasar rekondisi pada kuartal I-2026.

Sementara itu, pengiriman panel untuk produksi smartphone baru hanya mencapai 289 juta unit. Dengan demikian, kebutuhan panel untuk memperbaiki dan merekondisi HP lama untuk pertama kalinya melampaui kebutuhan produksi ponsel baru.

Pasar HP Rekondisi Tumbuh 20 Persen

Tidak hanya melampaui pasar ponsel baru, kebutuhan panel untuk HP rekondisi juga tumbuh cukup pesat. Omdia mencatat pengiriman panel untuk kategori tersebut meningkat 20 persen dibandingkan kuartal I-2025.

Namun, angka 298 juta panel itu tidak berarti sebanyak 298 juta HP bekas terjual. Omdia memasukkan sejumlah aktivitas ke dalam kategori pasar rekondisi.

Misalnya, panel yang digunakan untuk mengganti layar rusak, memperbaiki perangkat, hingga merakit kembali HP bekas agar siap dijual termasuk dalam perhitungan tersebut.

Baca Juga :  ESET Temukan 28 Aplikasi Palsu di Google Play, Sudah Diunduh 7,3 Juta Kali

Menariknya, pasar rekondisi kini juga menyasar smartphone premium. Pada kuartal I-2026, panel OLED menyumbang sekitar 7 persen dari total pengiriman panel untuk pasar rekondisi.

Padahal, setahun sebelumnya porsinya hanya sekitar 2 persen. Oleh karena itu, Omdia menilai HP premium berusia tiga hingga empat tahun mulai mendapatkan “kehidupan kedua” melalui pasar rekondisi.

Harga HP Baru Semakin Mahal

Di sisi lain, pertumbuhan pasar HP bekas terjadi ketika harga smartphone baru terus meningkat. Salah satu faktor yang mendorong kenaikan tersebut adalah mahalnya komponen memori.

Harga DRAM dan NAND yang meningkat membuat biaya produksi smartphone ikut naik. Akibatnya, produsen harus lebih berhati-hati dalam memproduksi HP baru, terutama untuk segmen harga terjangkau.

Selain itu, Omdia memperkirakan kebutuhan panel untuk smartphone baru akan turun 12 persen sepanjang 2026. Pengiriman smartphone global juga turun 6 persen pada kuartal II-2026.

Baca Juga :  Google Pixel Watch 5 Resmi Meluncur, Gemini Bisa Dipakai Tanpa Internet

Pada periode tersebut, pengiriman smartphone global mencapai 272 juta unit. Angka itu turun dari 288,9 juta unit pada kuartal II-2025.

Harga Tinggi Berpotensi Jadi Standar Baru

Meski harga memori nantinya turun, harga smartphone belum tentu kembali ke level sebelumnya. Omdia melihat konsumen mulai terbiasa membeli ponsel dengan harga lebih tinggi.

Kondisi tersebut kemudian memberi ruang bagi produsen untuk mempertahankan harga pada level yang lebih tinggi. Omdia menyebut fenomena ini sebagai “structural repricing”.

Istilah tersebut menggambarkan perubahan harga yang berpotensi menjadi standar baru setelah kenaikan harga smartphone dalam setahun terakhir. Dengan kata lain, kenaikan harga tidak lagi sekadar dampak sementara dari kelangkaan memori.

Jika tren ini terus berlanjut, HP bekas dan rekondisi berpeluang semakin diminati konsumen. Terlebih lagi, perangkat tersebut menawarkan alternatif bagi masyarakat yang ingin mendapatkan smartphone dengan harga lebih terjangkau. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

iPhone Lipat Apple Bisa Tembus Rp 60 Juta, Ini Bocoran Harga dan Spesifikasinya
China Bikin Robot dari Otot Katak, Bisa Berenang dan Dikendalikan Cahaya
Samsung Galaxy Book 6 Versi Murah Resmi Meluncur, Harga Rp 14 Jutaan
John Ternus Resmi Jadi CEO Apple, Gantikan Tim Cook Setelah 15 Tahun
PS5 Kini Bisa Nonton TV Gratis, Ada Lebih dari 100 Channel
55 Persen Perusahaan Menyesal PHK Karyawan demi AI, Kini Mulai Rekrut Lagi
Apple Event 9 September: iPhone 18 Pro hingga iPhone Lipat Pertama Jadi Sorotan
OpenAI dan 100 Perusahaan Serukan Pertahanan Siber Diperkuat, AI Makin Canggih
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 13:09 WIB

iPhone Lipat Apple Bisa Tembus Rp 60 Juta, Ini Bocoran Harga dan Spesifikasinya

Jumat, 4 September 2026 - 16:09 WIB

China Bikin Robot dari Otot Katak, Bisa Berenang dan Dikendalikan Cahaya

Kamis, 3 September 2026 - 15:09 WIB

HP Bekas Makin Diminati, Panel Ponsel Rekondisi Lampaui HP Baru

Kamis, 3 September 2026 - 10:09 WIB

Samsung Galaxy Book 6 Versi Murah Resmi Meluncur, Harga Rp 14 Jutaan

Rabu, 2 September 2026 - 21:09 WIB

John Ternus Resmi Jadi CEO Apple, Gantikan Tim Cook Setelah 15 Tahun

Berita Terbaru

Suasana sidang pembacaan putusan terhadap 17 perkara pengujian undang-undang di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (28/8/2026). Dalam salah satu putusannya, MK mengabulkan seluruh gugatan terhadap Pasal 240 dan Pasal 241 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang mengatur penghinaan terhadap pemerintah dan lembaga negara(ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Nasional

MK Tolak Uji Materi KUHAP dan Anggaran MBG 2026

Senin, 7 Sep 2026 - 18:09 WIB